Gelap

Diary Seorang Istri 28

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Diary Seorang Istri 28

. Maya menggeliatkan tubuhnya, seluruh tulangnya terasa linu, khususnya bagian kakinya yang begitu lama mengangkang tadi, Perlahan Maya membuka matanya, susana kamar terlihat temaram, Maya melihat suasana luar di jendela juga mulai gelap, sesaat Maya kebingungan dimana dirinya sekarang, namun tak lama Maya tersenyum, dia kembali teringat persetubuhan hotnya beberapa saat lalu, matanya celingukan mencari sosok pria yang menidurinya tadi.
Telinga Maya mendengar suara pintu di buka, tak lama sosok yang dicarinya muncul di balik pintu kamar, "Wah bidadari baru bangun..." Ujar Anto tersenyum, Maya hanya tersipu mendengarnya.
"Ini aku belikan makanan, aku ingat dek Maya tadi gak jadi makan, kebetulan di sebelah apartemen ada restoran nasi padang.
" Ujar Anto sambil meletakkan bungkusan nasi padang di meja.
Anto mendekati Maya yang masih terbaring, dia duduk disisi Maya, tangannya membelai rambut Maya dengan lembut, Maya menatap Anto lembut, dibiarkan tangan pria perkasa itu membelai rambutnya.
"Jam berapa sekarang mas..?" tanya Maya lirih.
"Hmmm jam enam sore dek, tuh.." Anto menunjuk ke jam dinding yang ada di kamar.
"Haaa.." Maya langsung bangkit dan duduk di ranjang, "Wadu nih, nanti mas Adam pulang, aku gak di rumah, duhh mau alasan apa, ehh tadi dia bilang mau rapat lagi.." Maya kemudian menghela napas lega.
"Kenapa dek, kok kayaknya bingung?" tanya Anto.
"Gak kok mas, cuman kaget aja udah sore gini.." jawab Maya.
"Pasti takut ketauan suami dek Maya ya.." Ujar Anto.
"Gak kok, tadi dia bilang ada rapat di kantor, paling dia pulang malam.." sahut Maya.
"Pasti rapat ke spa lagi hehehe.." Ujar Anto, Nada bicaranya tedengar sinis.
Maya menoleh ke Anto, "Maaf ya dek, mas gak bermaksud membuat dek Maya terkenang kejadian menyakitkan itu lagi.
" Anto duduk disamping Maya, dibelainya jemari lentik wanita cantik itu.
Air wajah Maya berubah, apa yang dikatakan Anto sama seperti yang ada dalam pikirannya, tatapan Maya kosong, dan Anto melihat peluang untuk terus memojokkan suami perempuan itu, sehingga harapannya suatu saat sosok pria itu akan terpojok dan terlempar dari hati sang bidadari.
"Sudahlah gak usah terlalu dipikirkan, nanti dek Maya sakit, bukankah semuanya sudah terbalas kelakuan suami dek Maya.." Anto meremas jemari lentik wanita cantik itu.
Anto menyentuh lembut pipi Maya, "Apapun yang terjadi ke depannya, mas akan selalu ada untuk dek Maya, Mas tahu dek Maya sangat mencintai suami dek Maya itu, meski dek Maya hanya menganggap mas sebagai pelampiasan dendam pada suami dek Maya, mas rela, mas sangat menyayangi dek Maya, namun mas tak akan memaksakan diri, selama dek Maya masih membutuhkan mas, selama itu pula mas akan selalu ada.
" Maya menatap lembut pria disampingnya ini, tiba-tiba Maya memeluk Anto dengan erat, hanya memeluk tanpa berbicara sepatah katapun.
Anto tersenyum dibalik pelukan Maya, senyumnya terlihat aneh, "Dah yuk makan dulu..abis itu kita pulang udah malem juga.." Ujar Anto.
Maya melepaskan pelukannya, "aku mandi dulu ya mas, baru abis itu makan.
" "Hmmmm kamar mandinya ada bathtube loh dek, mau mandi berdua?" Ujar Anto sambil tersenyum.
Maya membalas dengan senyum malu-malu, "Hmmm boleh juga Anto langsung berdiri dan menyodorkan tangannya yang langsung digapai Maya, saat berdiri selimut yang menutup tubuh Maya terlepas, tubuh telanjang Maya terlihat indah menantang, Anto tiba-tiba menunduk dan menghisap putting Maya..
Sumber:Internet