Gelap

Diary Seorang Istri 35

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Diary Seorang Istri 35

. Tok ... "Permisi pak, laporan hasil rapat sudah saya serahkan pada pak Robert.
" Ujar Anissa yang berdiri di pintu ruangan Adam, Anissa melihat Adam tengah bersiap untuk pergi Adam mengangguk, "Oke terima kasih Nis, saya juga mau ke ruangan pak Robert nih, oh ya ini tolong kamu salin dan rapihkan ya.
" Adam menyerahkan sebuah bundel Map ke Anissa, lalu pergi meninggalkan ruangan.
Anissa mengambil map dari meja Adam, dilihatnya meja Adam berantakan, Nisa berinisiatif untuk merapihkan meja bosnya itu, saat tengah merapihkan beberapa kertas dan buku, pandangan mata Nisa tertarik dengan secarik kertas, Nisa mengambil dan membacanya "20.
00 meridien restaurant.
" Nisa mengernyitkan dahi tak paham dengan tulisan tersebut, Nisa meletakkan kertas itu di atas tumpukan map.
Nisa membawa bundel Map tadi ke mejanya, baru saja dia hendak memeriksa map tersebut, seorang pria yang rupanya kurir masuk membawa sebuket bunga, "Permisi Mbak, ini untuk Pak Adam.
" Nisa menoleh saat mendengar Nama Adam disebut, seorang perempuan rekan kerjanya menerima buket bunga tersebut.
"Nisa, tolong kamu taruh di ruangan pak Adam.
" Ucap perempuan itu.
Nisa mengangguk, "Ya Mbak.
" Nisa mengambil buket bunga itu dan masuk keruangan Adam, Nisa menoleh ke belakang, lalu mencium aroma bunga di tangannya, "Hmm harum banget, apa pak Adam memesan bunga ini? Untuk siapa ya.." Nisa senyum-senyum sendiri membayangkan adegan dalam imaginasinya.
"Bunga ini untuk kamu Nis, sejak bertemu dengan kamu, aku selalu teringat terus padamu, aku sayang kamu Nis.
" Nisa tersenyum-senyum menerima bunga itu, "Aduhh Nisa kamu kok jadi gini sih, duh kalau ada yang lihat bisa malu aku, hmm apa jangan-jangan ruangan pak Adam ada CCTVnya?" Nisa tersadar dari lamunannya, matanya kini celingukan memandangi langit-langit ruangan bosnya itu.
Nisa segera meletakkan buket bunga itu di meja Adam, lalu bergegas meninggal ruangan kerja Adam.
Nisa kembali melihat isi Map yang diberikan oleh Adam, saat tengah asyik melakukan pekerjaannya, konsentrasinya terusik oleh obrolan rekan-rekan kerjanya, "Eh lo tau gak, kayaknya Pak Adam ntar malem mau makan romantis nih ama bininya, tadi gue denger sih Pak Adam pesen table di meridien.
" Ucap Widi, "Ohh pantesan tadi sebelum makan siang Pak Adam wa gue minta nomor meridien, ohh jadi gitu ya, ihhh gue jadi ngiri deh.." sahut Nita salah seorang pegawai wanita di situ.
"Ehh lo pernah lihat bininya pak Adam belum wid?" Tanya Nita, Widi menggeleng, "Kayaknya belom deh.
" Nita menggeser kursinya mendekat pada Widi, "Istrinya Pak Adam cantik dan bening, gue pernah ketemu ama istrinya , ehhhh, kalau gak salah namanya Maya.
" Telinga Nisa seperti telinga Kelinci, berdiri tegak menangkap obrolan teman-temannya itu.
Hati Nissa berdebar tak karuan, tiba-tiba hatinya dilingkupi hawa panas dan bergejolak tak menentu, Nisa berdiri mengambil minum untuk menenangkan hatinya yang bergemuruh, "Kenapa sih ini, du aku jadi merasa sesak gini.
" Nisa mengurut-urut dadanya.
"Nis, kalau belum selesai, gak usah dikelarin hari ini, besok aja lanjutin lagi ya, saya mau ketemu orang dulu.
" Suara Adam mengejutkannya, Nisa hampir tersedak oleh minumannya, Nisa tersenyum mengangguk, Adam masuk ke ruangannya, tak lama Adam keluar kembali sambil membawa buket bunga tadi, dan berpamitan pada bawahannya.
Nisa kembali ke mejanya, Nisa memejamkan mata berusaha menenangkan hatinya yang sesak, Nisa kembali melanjutkan pekerjaannya.
*** "Nis, lo gak pulang?" Tanya Nita.
"Tanggung nih mbak, biar aku selesaikan sekalian aja.
" Jawab Anissa sambil tersenyum.
Entah kenapa Nisa malas pulang sore itu, mengetahui kalau Adam berencana Makan malam dengan istrinya membuat Nisa menjadi malas untuk pulang ke rumah, dia yakin di rumah nanti akan memikirkan itu terus, dan bakalan jadi bulan-bulanan ledekan Sekar sepupunya, Nisa menghubungi buliknya agar tak menjemputnya malam ini, Nissa beralasan ingin belajar pulang sendiri
Sumber:Internet