Gelap

Diary Seorang Istri 58

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Diary Seorang Istri 58

. Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami.
Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Dek Maya yakin bisa pulang sendiri? Kok mas jadi khawatir, apa mas antar aja ya ke rumah, nanti biar mas pulang naik ojek aja.
" Ujar Anto saat telah tiba didepan apartemenya.
"Aku baik-baik aja mas, gak usahlah, nanti malah tambah repot, lagian sungkan nanti dilihat tetangga mas.
Aku bisa pulang sendiri.
" Ujar Maya.
Anto mengamit jemari Maya, diciuminya jemari lentik itu, "Mas gak tahu apa yang membuat perasaan dek Maya gelisah seperti ini, tapi mas yain semua akan baik-baik saja dek, gak usah terlalu khawatir ya.
" Ujar Anto lembut.
Maya tersenyum dan membiarkan pria itu membelai rambutnya, walau rasa berdesir dihatinya mulai sedikit mereda, namun Maya benar-benar ingin berada dirumahnya saat ini.
"Mas masuk dulu ya dek, terima kasih atas bantuan dek Maya.." Anto mencium lembut pipi Maya, saat hendak turun, Anto merasa tangan Maya menahan Kaosnya, Anto berbalik menatap Maya, "Maafin aku ya mas, liburan kita berakhir seperti ini.." Ujar Maya lirih.
Anto tersenyum manis kepada perempuan cantik itu, diciuminya kembali jemari lentik Maya, "Gak apa-apa, masih banyak waktu buat kita, hmmm mas masuk dulu ya dek.
" Anto kemudian turun dari mobil, Maya menggeser tubuhnya dan duduk didepan kemudi, dibukanya kaca jendela mobil, Anto menunggu Maya pergi, "Hati-hati ya dek.
" Ujar Anto, Maya tersenyum dan mulai melajukan mobilnya sambil melambaikan tangan pada Anto.
Anto masih berdiri melihat Mobil Maya semakin jauh, perasaannya kini lega, dia tersenyum merasakan keberuntungan yang dimilikinya, "Ah banget gua ya..udah bingung gimana caranya ngajak Maya pulang, malah dia sendiri yang ngajakin pulang, hmmmmmm, maaf ya sayang, sebenarnya sayang banget malam ini harus pulang, gua napsu banget sebenarnya ama tubuh cewek itu, tapi gimana juga gua juga takut tiba-tiba Olive dateng, duh harus benar-benar memastikan tak ada barang Maya yang tertiunggal, kalau sampai Olive tahu, bisa kacau hidup gua nanti.
" Anto kemudian bergegas masuk kedalam gedung apartemennya.
***Beberapa Jam Sebelumnya - Carita Beach"Hmm sepertinya dugaanku gak salah, wanita yang kutemui di lobbi malam itu adalah Maya, istri si Adam, tapi mengapa dia ada disini?" Santoso berusaha mengingat wajah wanita yang menabrak sekretarisnya malam itu.
"Ahh, ya aku ingat, pasti di lobbi ada CCTV, ya..ya.." Santoso lalu mengambil hpnya, dia menelpon manager yang mengantarnya kemaren, Santoso mengutarakan maksudnya, dan tentu saja manager tersebut dengan senang hati membantu calon pemilik resort berikutnya.
Santoso kemudian memakai jaketnya, dan keluar kamar menuju lokasi yang diberikan oleh manager tersebut, tak berapa lama Manager tersebut terlihat telah menunggu Santoso didepan sebuah ruangan, dengan tergopoh-gopoh manager tersebut menyambut Santoso dengan hangat.
"Hmm, saya sungguh terkejut tiba-tiba bapak menanyakan ruangan pengendali CCTV, mohon maaf pak, apa ada masalah? Apa ada sesuatu terjadi?" Tanya Manager tersebut, pandangannya mencari sesuatu.

Sumber:Internet