Gelap

Diary Seorang Istri 63

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Diary Seorang Istri 63

. Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami.
Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ketulusan Hati AnissaBeberapa orang penting telah berkumpul di ruangan perawatan Maya sore itu, ada Pak Roberts, Edwin dan juga Santoso, mereka sama-sama menunggu kehadiran Tim Dokter sekaligus juga ingin menyaksikan proses hibernasi Adam, Anissa juga tampak ada di ruangan tersebut, Maya yang berangsur pulih telah mengganti pakaian rumah sakit dengan pakaian miliknya sendiri.
"Ibu jangan khawatir, saya akan memastikan kalau pak Adam akan mendapatkan perawatan terbaik agar Pak Adam bisa pulih seperti sedia kala.
" Ujar Pak Roberts, Maya mengenal Pak Roberts karena beberapa kali pernah bertemu dengannya saat acara kantor.
"Ya bu, entah di Surabaya, Jakarta atau bahkan di luar negeri tak ada masalah, kami akan melakukan upaya terbaik untuk kesembuhan Pak Adam.
" Timpal Edwin.
"Mbak Nissa, saya minta mbak Nissa membantu merawat Pak Adam ya, apalagi kondisi ibu Maya yang sedang hamil perlu mendapat bantuan dalam menjaga Pak Adam.
" Ujar Pak Roberts.
Anissa hanya tersenyum mengangguk, sungguh dia memang ingin ikut memastikan kesembuhan pria yang dicintainya, jika diperintahkan untuk balik ke jakarta, pastinya Nissa tak akan tenang bekerja, karena seluruh pikirannya hanya fokus pada Adam, walau dia merasa canggung dan tak ingin berdekatan dengan Maya, namun dia tak bisa memungkiri kalau perempuan menyebalkan itu adalah istri dari pria yang dicintainya, Nissa mencoba berkompromi dengan perasaan kesalnya itu.
Tok! Tok!Semua menoleh kearah pintu, Tim Dokter yang akan melakukan proses hibernasi memasuki ruangan, Profesor Suharso mengangguk dan menyapa Edwin yang di kenalnya cukup baik, dokter itu bersalaman dengan semua orang yang ada di ruangan tersebut, walau Profesor Harso tak mengenal Adam, namun melihat sosok yang hadir, Profesor Harso yakin kalau pasiennya ini bukan orang sembarangan.
"Mungkin ibu sebagai istri akan menyampaikan sesuatu, sebelum kami mulai proses hibernasi.
" Ujar Prof Harso pada Maya.
Maya hanya diam termenung, sebenarnya banyak yang ingin dikatakan oleh Maya, banyak yang ingin Maya sampaikan pada suaminya itu, namun Maya ragu, dia takut apabila semua yang akan di ceritakannya bakal mempengaruhi kondisi suaminya.
"Bagaimana setelah proses hibernasi itu Prof, apa suami saya akan kembali pulih? Apa akan kembali seperti sebelumnya?" Tanya Maya.
"Saya tidak ingin mendahului kehendak Tuhan, tapi setiap proses penanganan medis, pasti akan ada resiko, dari semua alternatif, kami menyimpulkan proses hibernasi adalah proses yang paling Minim resiko, namun semua juga tergantung pada kondisi pasien, tapi dari pemeriksaan sebelumnya, kondisi pasien sangat baik, fungsi hati, jantung, dan lain-lain semua normal, tinggal psikis yang berhubungan dengan keinginan pasien untuk sembuh.
Apalagi ibu sedang hamil, pasti akan menjadi penyemangat beliau untuk berjuang sembuh, dari pengalaman saya, anak adalah faktor terbesar bagi setiap manusia untuk berjuang.." profesor Harso berkata panjang lebar.

Sumber:Internet