Gelap

Diary Seorang Istri 69

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Diary Seorang Istri 69

. Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami.
Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Maya begitu terpukul dengan apa yang menimpanya, setelah selesai melakukan kuret dan terjaga dari biusnya orang yang pertama dilihatnya adalah Milla, sahabatnya itu begitu setia menungguinya, dan Milla menceritakan semua pada Maya, alasan kenapa dia harus dikuret dan kemungkinan yang terjadi setelah kehamilan palsunya ini, Maya tak banyak bereaksi selain hanya menitikkan air mata, Maya merasa ini adalah hukuman yang harus diterimanya, Milla yang tak tahu apa yang terjadi sebenarnya hanya menyangka sahabatnya itu sedih karena kehamilan yang dinanti ternyata adalah kehamilan palsu, Maya pun menutup rapat-rapat rahasianya dari Milla, Maya tak ingin kehilangan satu-satunya sahabatnya yang ada, Maya bisa memperkirakan bagaimana reaksi Milla jika tahu kalau kehamilannya adalah perbuatan lelaki lain.
Pagi itu Maya terbangun dari tidurnya yang tak lelap, tak ada siapapun di ruangan perawatan ini, Milla tadi malam pamit pulang karena sudah terlalu lama meninggalkan Fajar, Maya perl;ahan mencoba duduk, punggungnya terasa pegal karena kelamaan berbaring, Maya ingin sekali bertemu dengan Adam, walau dia tahu Adam masih terlelap dalam perawatan, namun Maya sungguh rindu dengan sosok suaminya, lelaki yang begitu baik, lelaki yang telah di khianatinya, Maya menghela napas panjang, rasa sesak kembali menyeruak di hatinya, bayangan kejadian di apartemen Anto terputar ulang di memory otaknya, Anto lelaki yang dipujanya begitu tega mengusirnya dan mendorongnya hingga terjatuh, dan sosok wanita setengah telanjang yang dilihatnya di kamar Anto, oh Maya sungguh sakit mengingat semua itu, namun hatinya jauh lebih sakit, dan sakit hatinya terasa begitu bertubi-tubi, bukan hanya perlakuan kasar Anto, tapi juga mengingat apa yang dilakukannya selama ini telah menghianati suaminya yang sangat baik, Maya sadar apa yang dilakukannya sungguh keji dan tak bermoral, namun semuanya sudah terjadi menyisakan penyesalan yang teramat sakit.
Maya berusaha turun dari ranjang, digapainya tiang infusnya, tubuhnya terasa sangat lemah, hampir saja Maya terjatuh saat hendak mengenakan sandal rumah sakit, untung saja seseorang menahan tubuhnya yang limbung, Maya menoleh dan melihat sosok Santoso telah ada di dekatnya.
"Hati-hati mbak.." Santoso membantu Maya mengenakan sendalnya, Maya tersenyum dan mengucapkan terima kasih.
"Mbak Maya mau ke Toilet?" Tanya Santoso, Maya menggeleng, "Saya mau jalan-jalan pak tadinya, sangat suntuk disini, mau ke tempat Mas Adam.
"Santoso memandang iba pada Maya, sungguh dia merasa kalau perempuan ini telah mendapat ganjarannya, "Tuhan telah menghukum perempuan ini dengan caraNYA sendiri.
" Ujar Santoso dalam hati, dia membantu menahan tiang infus Maya saat perempuan itu hendak berdiri.
"Sebentar Mbak...tunggu disini dulu.
" Santoso kemudian bergegas keluar, tak lama dia kembali membawa sebuah kursi roda.
Mya memandang Santoso dengan pandangan bertanya, "Lebih baik pakai ini mbak, biar saya bantu antar ke ruangan Adam.
" Belum selesai bicara, seorang perawat masuk keruangan untuk kontrol rutin sambil memberikan obat untuk Maya.

Sumber:Internet