. Mama!! Mama!! Mama!! Dahi Kayla berkerut, ia mencengkeram sprei kuat-kuat, keringat mengucur deras, dan tubuhnya bergerak tidak karuan.
Suara siapa itu? Suara anak kecil siapa itu? Mama jahat!! Hiks!! Hiks!! Hiks!! “Kenapa mama membunuhku? Kenapa ma?“ “Mama jahat!! Mama jahat!! Kayla menggeleng-nggelengkan kepalanya dan bergerak gelisah tidak karuan.
Sebenarnya suara anak kecil siapa itu? Mengapa anak kecil itu terus memanggilnya mama? Tidak.
Tidak mungkin.
Apa mungkin bayi dalam kandungannya telah meninggal? “Aaaaa!!! Tidak!!” Teriak Kayla sambil membuka matanya lebar-lebarlebar-lebar dan mencoba mengatur napasnya pelan-pelan.
Dave yang sedang tertidur disamping Keyla pun terkejut melihat Keyla yang berteriak histeris itu.
“Key kamu kenapa Key? Sadar Key, tenang dulu!! “ Ucap Dave sembari memegang pipi Keyla dan mengelus nya perlahan.
Keyla menoleh dan menatap Dave secara refleks memeluknya.
Keyla melepas pelukannya dan menatap mata Dave yang terlihat sembab itu, apa Dave menangis semalaman? Karenanya? Atau dia hanya khawatir pada bayi dalam kandungannya? Dave mengambilkan air putih yang ada di atas nakas, dan memberikannya pada Keyla.
“Ini diminum dulu Key, kamu yang tenang yah!! “ Ucap Dave mencoba menenangkan Keyla.
“Maafin aku yah Key, nggak seharusnya aku kayak gitu ke kamu kemarin.
Aku tahu mungkin kamu salah kemarin, tapi gak seharusnya aku kasar sama kamu.
” Dave menatap Keyla sembari mengelus pipi Keyla perlahan.
“Bayiku!! Gimana keadaan kandungan aku Dave? “ Keyla bertanya pada Dave tanpa menghiraukan permintaan maaf Dave.
“Kandungan kamu gak papa Key kamu tenang dulu yah.
Anak kita gak papa kok Key, anak kita kuat kayak papahnya.
” Ucap Dave tersenyum menatap Keyla.
Keyla menghela nafas lega, karena bayi dalam kandungannya akhirnya bisa selamat.
Jujur saja ia sangat risau, meskipun ia membenci Dave tidak seharusnya ia mencoba membunuh bayinya, mungkin ia harus mencari rencana lain untuk menghancurkan Dave.
Keyla menatap mata Dave dan mengelus tangan Dave.
“Dave, aku mau bicara serius sama kamu.
“ “Iyah key, kamu mau ngomong apa? “ “Aku mau bicarain tentang kelanjutan hubungan pernikahan kita Dave.
“ Ujar Keyla mantap.
Dave tertegun, ia takut kalau Keyla meminta cerai padanya, ia takut jika harus berpisah dengan Keyla, ia sudah terbiasa dengan kehadiran Keyla.
“Beri aku waktu Key.
Aku janji aku akan berusaha untuk bahagiain kamu Key, aku janji.
Aku mohon sama kamu, aku tahu mungkin kamu gak bahagia sama pernikahan kita tapi kasih aku kesempatan Key.
“ Ujar Dave menatap mata hazel Keyla sembari mengusap pipi Keyla.
“Aku tahu mungkin ini gak adil sama kamu, aku juga tahu kamu butuh cinta dari seseorang yang mencintai kamu nanti, tapi aku mohon sama kamu bertahan sama aku sebentar aja.
Aku mohon Key.
“ Ucap Dave memohon dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
“Sampai kapan? Sampai kapan aku harus ngasih waktu ke kamu Dave? Sampai kapan? “ Dave menatap Keyla pilu bahkan sampai meneteskan air matanya.
“Setidaknya sampai anak kita lahir Key.
Kalaupun menurut kamu itu terlalu lama, beri aku waktu 5 bulan Key.
Ahh mungkin menurut kamu itu terlalu lama, bagaimana kalau dua atau tig-“ Dave menahan ucapannya dan menatap Keyla dengan lesu.
Ia benar-benar tidak siap untuk berpisah dengan Keyla.
Hati Dave sakit.
Sungguh.
Ia benar-benar sangat menyesal telah menyia-nyiakan Keyla dulu.
“Sampai aku melahirkan.
Aku akan kasih kamu waktu sampai aku melahirkan anak ini.
“ Ucap Keyla mantap.
Wajah Dave yang semula memperlihatkan wajah sedunya berubah menjadi wajahnya yang terperangah kaget, “Key, kamu serius? Aku gak salah denger kan Key? “ Dave bertanya pada Keyla memastikan apakah benar ia tidak salah dengar.
“Iya, aku akan kasih kamu waktu sampai aku melahirkan Dave.
Jadi aku mohon, aku mohon banget jangan nyakitin hati aku lagi, karena setelah aku melahirkan aku akan segera mengurus surat perpisahan kita.
“Ucap Keyla mantap tanpa memperlihatkan wajah sedihnya pada Dave.
Dave yang semula bahagia karena Keyla mau memberi waktu padanya, kembali tersenyum miris.
Tentu saja, mana ada wanita yang mau memberikan kesempatan untuk pria yang pernah mengecewakannya.
Dave yakin Keyla pasti memberinya waktu karena kasihan padanya saja, Dave kembali tersenyum miris.
“Lalu, bagaimana dengan nasib anak kita Key? Kamu gak kasihan sama anak kita, kamu mau buat dia hidup tanpa kasih sayang yang lengkap Key? “ Dave bertanya pada Keyla berusaha meyakinkan Keyla agar mau kembali padanya.
“Anak aku tentu ikut aku Dave.
Kamu bisa lihat dia kok sepuas hati kamu Dave,kamu bisa mengunjunginya kapan aja kamu mau.
Aku udah kasih kamu waktu untuk bersama sama aku lagi, untuk gak nyakitin aku lagi sampai aku melahirkan anak ini Dave, jadi tolong jangan meminta lebih Dave.
“ Dave menunduk, harusnya ia sadar Keyla tidak akan semudah itu untuk memaafkannya.
Tapi ia harus optimis, ia yakin dengan berjalannya waktu Keyla yang saat ini membencinya pasti akan kembali untuk mencintainya.
Ia harus yakin itu.
Harus.
“Iya Key makasih.
Makasih banget udah ngasih aku waktu sampai kamu melahirkan nanti.
Waktu itu cukup kok buat buktiin ke kamu Key, aku akan buat kamu yang semula membenci aku jadi mencintai aku lagi Key, aku akan berusaha Key.
Aku janji.
“ “Buktikin Dave.
Buktikin kalau kamu bisa buat aku mencintai kamu lagi Dave, karena orang yang udah pernah ngerasain sakit, susah untuk sembuh Dave.
Apalagi kalau yang nyembuhin itu orang yang nyebabin dia sakit.
Jadi aku mohon buktiin ke aku kalau kamu bisa buat aku mencintai kamu lagi.
“ Ucap Keyla yang tentu melukai ulu hati Dave.
Ia tahu ia sudah melukai hati Keyla, sangat dalam malah.
Tapi, bisakah Keyla menjaga perasaannya sedikit saja.
“Sekali lagi makasih ya Key.
Aku janji aku bakalan manfaatin waktu ini dengan baik Key.
Aku janji.
“ Ucap Dave sambil mengecup kening Keyla.
“Yaudah aku berangkat kekantor dulu yah Key.
” Keyla mengangguk.
“Dave, kamu baik-baik aja? “ Ucapan Keyla membuat Dave berhenti sejenak, “Kalau aku nggak baik-baik aja, apa kamu peduli Key? “Bathin Dave dalam hati.
“Aku baik-baik aja Key.
“ Ucap Dave berusaha tersenyum dan langsung bergegas membuka gagang pintu dan meninggalkan kamar inap Keyla.
Mana mungkin aku bahagia Key, disaat pernikahan kita ada diambang kehancuran Aku hancur Key, aku hancur Aku baru sadar kalau aku udah mencintai kamu Key.
Aku sangat mencintai kamu.
To be continuedHai aku kembali lagi dengan cerita ku ini, maaf yah kalau ceritanya ngebosenin.
Jujur aja sih aku udah mulai males gitu untuk nge buat cerita ini, karena emang yang ngevote cuma dikit dan gak ada yang ngasih saran tentang cerita ini jadi kayak males gitu.
Jadi yang udah baca cerita ini, kalau bisa ngasih vote atau saran deh untuk cerita ini yah!! Jadi menurut kalian gimana chapter ini? Seru gak? Udah bikin kalian baper atau nangis atau masih kurang greget? Komen yah kasih saran jangan lupa!!! Aku juga mau promo ig aku. hehe sintianova4Follow yah.
Sumber:Internet