. Hari ini Dave sudah bersiap-siap untuk mengantarkan Keyla kedokter, Dave sudah tidak sabar untuk melihat perkembangan dari calon anaknya itu.
Mereka pun sudah bersiap untuk berangkat, Dave yang sudah memakai hoodie berwarna coklat yang membuat wajah Dave tampak lebih mudah dan lebih tampan, sementara Kayla memakai dress merah dibawah lutut.
Dave pun mulai melajukan mobilnya menuju kerumah sakit tempat Kayla check up.
~~ Mereka sudah sampai di rumah sakit tempat Kayla check up, hari ini untuk kedua kalinya Kayla pergi check up untuk memeriksakan kandungannya.
Dave membukakan pintu untuk Keyla, mereka pun turun dari mobil, Keyla segera masuk ke rumah sakit untuk mengantri.
Kerena Dave harus memarkirkan mobilnya terlebih dahulu.
Dan benar saja, padahal mereka berdua sudah berusaha datang lebih awal namun tetap saja mereka harus tetap mengantri.
No.
Urut 5 Kertas merah yang digenggam Keyla bertuliskan nomer urut 5, itu artinya ia harus menunggu sebanyak 4 orang sebelum dirinya.
Ia duduk dikursi tunggu sambil menonton televisi di dinding atas rumah sakit.
Dave yang melihat Keyla sedang fokus menonton televisi pun tersenyum menatap Keyla.
“Kamu kenapa? “ Tanya Keyla heran yang melihat Dave menatap dengan ekspresi senyum kearahnya.
“Nggak papa, aku cuman ketawa aja lihat kamu yang lagi fokus lihat TV kayak gitu, “ Ucap Dave lalu berbisik ke telinga Keyla seraya tersenyum nakal.
“Kayak anak kecil tau ngga.
“ Keyla yang dibisiki seperti itu pun menatap Dave seram dan memukul lengan Dave.
“Dave!!! “ Ucap Keyla menatap Dave sebal.
Dave hanya tersenyum lucu menatap gemas Keyla yang sedang kesal padanya.
Setelah sekian lama menunggu, akhirnya nama Keyla pun dipanggil.
“Nyonya Keyla Margaretha.
“ Keyla lalu bangkit dari tempat duduknya untuk masuk keruangan periksa diikuti Dave dari belakang.
Begitu mereka berdua masuk keruangan periksa, mereka berdua langsung mendapat sapaan hangat dari sang dokter, dokter yang sama seperti sebulan lalu yang mengangani Keyla sewaktu Keyla dirawat inap dirumah sakit selama beberapa hari.
Dave dan Keyla juga menyambutnya dengan senyuman ringan.
Setelah itu Keyla segera berbaring di ranjang dan bersiap untuk di USG.
Dokter bernama Aryani itu mengoleskan gel ke perut Keyla.
Dingin.
Itu yang Keyla rasakan.
Keyla menatap layar monitor USG yang menampakkan janinnya, Keyla terharu saat mendengarkan detak jantung janinnya yang amat kencang itu, Keyla lalu menatap Dave yang bahkan sudah meneteskan air matanya, namun kemudian segera diusap kasar oleh Dave.
"Terimakasih Key.
" Ucap Dave lirih sambil mengelus puncak kening Keyla.
Dokter Aryani tersenyum melihat kedua pasangan yang sama-sama terharu itu lalu kemudian menjelaskan panjang lebar tentang detak jantung, hingga keadaan calon anak mereka.
Menurut hasil pemeriksaan dokter usia kandungannya saat ini sudah 10 minggu.
“Dijaga terus ya mbak kandungannya.
“ Ucap sang dokter sambil menulis resep dan vitamin apa saja yang baik untuk kesehatan Keyla dan kandungannya.
Keyla dan Dave hanya tersenyum dan mengangguk mendengar ucapan sang dokter, lalu berdiri dan berjalan keluar meninggalkan ruangan periksa.
“Kamu ambil obat sama vitaminnya yah, aku mau ambil mobil dulu.
“ Ucap Dave ber lenggang pergi meninggalkan Keyla.
Keyla lalu mengambil resep obat dan vitamin yang ada di loket pengambilan obat.
Keyla melihat sekeliling ada banyak sekali ibu-ibu hamil yang ditemani suaminya, Keyla yakin suaminya itu pasti sangat mencintai ibu-ibu itu, sungguh Keyla iri dengan pasangan itu, berbanding terbalik dengan nasib Keyla yang sungguh menyedihkan, Dave menemaninya periksa hanya untuk menebus rasa bersalahnya karena sudah membohonginya dan mempermainkan janji suci pernikahan mereka.
Ia yakin Dave tidak mungkin mencintainya secepat itu, Dave bersikap manis padanya hanya untuk menebus rasa bersalahnya.
Bukan karena cinta.
Keyla meyakini hal itu.
Karena itulah, ia harus memanfaatkan anaknya untuk membuat Dave jatuh hati padanya.
Lalu stelah Dave jatuh hati padanya, ia akan meninggalkan Dave.
Keyla licik.
Tentu saja, mungkin ia sudah memaafkan Dave tapi untuk melupakan perbuatan Dave, itu adalah hal yang sulit untuk Keyla.
Keyla mengelus perutnya, “Maaf nak, maaf karena mama harus memanfaatkan mu untuk menjerat papamu, maafkan mama nak.
“ Ucap Keyla lirih seakan mengajak bicara anaknya, lalu beranjak pergi menyusul Dave yang sudah ada di parkiran rumah sakit.
TBCUdah lama banget nggak update cerita ini.
Maaf yah kalau dichapter ini cuma dikit banget isinya, karena aku bingung mau nulisnya gimana.
Aku juga makasih yang baca cerita ini udah 500 views tapi yang ngevote cuma dikit banget, apa karena cerita aku kurang bagus apa gimana yah.
Komen dibawah yah, jangan lupa ngevote cerita ini.
Aku mau target yang ngevote sampai 15 deh, kalau berhasil aku bakal secepatnya update.
Sumber:Internet