. Hanya suara dentingan sendok yang menyapa keheningan mereka.
Dave dan Kayla sedang sarapan bersama.
Namun tiba – “Huekkk” “Huekkk” "Huekk" Tiba-tiba perut Kayla terasa mual, beberapa hari ini Keyla merasa ada yang salah dengan tubuhnya.
Apa benar dia hanya masuk angin, tapi kenapa dia tak sembuh-sembuh juga.
Keyla ingat, haid nya sudah telat 2 minggu, apa benar dia hamil? Mungkin dia akan mengeceknya nanti.
“Kamu kenapa? “ tanya Dave yang memecah lamunan Keyla, dia mendekati Keyla dan menekan tengkuk Keyla.
“Aku nggak papa.
“ jawab Keyla seadanya.
Dia merasa tidak perlu untuk bercerita pada Dave bahwa haid nya sudah telat 2 minggu.
Dia merasa, dia harus mengeceknya sendiri.
“Ohh ya sudah, nanti pergi kedokter saja.
Aku antarkan juga tidak papa.
“ “Tidak usah, aku bisa pergi sendiri.
” Tolak Keyla.
~~ Rencananya siang ini Keyla akan pergi kedokter untuk memeriksakan keadannya.
Ia benar-benar takut jika ia hamil.
Berada dalam rumah tangga nya yang tak pasti akan Dave benar mencintai nya atau tidak justru hanya akan menambah masalah jika ia benar hamil.
“Selamat pagi dok.
” Sapa Keyla yang sudah masuk dalam ruangan yang serba putih itu.
“Pagi, silahkan duduk ada keluhan apa ya.
” Keyla menuruti ucapan dokter untuk duduk dan mulai menceritakan keluhannya.
“Emmm, 2 minggu ini saya udah telat dua minggu dok.
Beberapa hari ini saya juga sering pusing dan mual-mual.
” Keyla mulai menceritakan keluhannya pada dokter.
“Oke, sebentar yah saya cek dulu.
Silahkan berbaring disini.
” Ajak sang dokter agar Keyla segera berbaring diranjang.
Keyla mulai beranjak dan segera berbaring di ranjang.
Hati Keyla berdebar, Keyla benar-benar takut jika ia hamil.
Apa kata Dave nanti jika ia hamil.
Hati Keyla gamang akan hal itu.
Dokter mulai memberikan gel pada perut Keyla dan mengoleskannya.
Keyla merasa hawa dingin dalam perutnya.
“Ooh, selamat anda hamil, sudah dua minggu kandungan anda.
Dijaga dengan baik yah istirahat yang cukup, dan hindari stress.
” Kata dokter dengan tersenyum senang mengetahui sang pasien positif hamil.
Keyla melihat layar USG yang terlihat keadaan janinnya dengan tatapan berkaca-kaca.
Dokter mengatakan janinnya baik-baik saja.
Tidak dapat dipungkiri bahwa Keyla sangat senang mengetahui jika ia hamil.
Keyla mulai mengusap perutnya.
"Hai sayang, ini mama nak.
Kamu sehat-sehat yah diperut mama.
" Ujar Keyla lirih.
Keyla terus mengusap perutnya.
“Baik dok, terimakasih.
” Keyla beranjak meninggalkan ruangan itu dan segera mengambil vitamin kehamilannya.
Keyla bingung, hatinya gamang.
Perasaannya bercampur senang dan sedih.
Disisi lain ia senang karena ia akan segera mempunyai buah hati, tetapi disisi lain ia sedih berada dalamnya rumah tangganya yang tak pasti dan sikap Dave yang semakin dingin menambah kegamangan dan kerisauan hatinya.
To be con
Sumber:Internet