. “ Tung-tunggu Key, aku bisa jelaskan semuanya Key.
“ Dave mengejar Keyla yang sudah merapikan pakaiannya dan memasukkannya kedalam koper.
Rencananya hari ini, mereka bedua akan menginap dirumah orang tua Dave.
Tapi karena insiden yang membuat Keyla benci pada Dave membuatnya ingin segera memberitahukan keadaannya yang sebenarnya kepada orang tua Dave.
Keyla sudah tidak tahan dengan rumah tangganya yang bobrok ini.
“Loh, kalian mau kemana?” Tanya orang tua Dave yang melihat Keyla sudah membawa kopernya.
“Kita mau pulang ma, kebetulan Keyla lagi nggak enak badan jadi aku mau mengantarkannya pulang.
” Bukan Keyla yang menjawab pertanyaan mamah Dave, tapi Dave lah yang menjawabnya sambil merangkul pinggang Keyla erat.
“Iyah ma kita mau pulang, aku lagi nggak enak badan ma.
“ Jawab Keyla yang berusaha melepaskan pinggangnya dari rangkulan Dave.
Sejujurnya Keyla sangat tidak tahan dengan Dave yang seolah-olah menunjukkan rumah tangganya bak-baik saja.
Dave yang seolah menunjukkan bahwa dia sangat mencintainya, padahal tidak.
Keyla tersenyum miris, malang sekali nasibnya.
“Loh Dave kalau Keyla nggak enak badan kenapa nggak nginap disini aja Dave.
” Bujuk sang mamah.
“Gak papa ma, kebetulan Keyla mau aku ajak jalan-jalan juga katanya ini permintaan bayi kita.
Sejak hamil Keyla jadi lebih manja mah.
“ Jawab Dave dengan tersenyum pada mamahnya.
Keyla jengah, sungguh dia tidak tahan dengan sandiwara Dave yang membuat hatinya semakin sakit.
“Ooh jadi ini permintaan cucu mama? Yah sudah kamu pulang aja Dave kalau itu memang yang diinginkan cucu mama.
” Kata mama dengan tersenyum senang menatap mereka bergantian.
“Iyah ma, yaudah kita mau pulang dulu yah.
“ Kata Dave dengan membawa koper Keyla seolah menjadi suami yang sangat perhatian kepadanya.
~~ Sedari tadi hanya keheningan yang menyapa mereka berdua.
Dave pun sudah mengajak bicara Keyla namun hanya angin lah yang menjawab.
Terkadang jika Dave menanyakan sesuatu Keyla akan berpura-pura menatap jendela kaca tanpa mendengarkan Dave berbicara, bahkan Keyla sampai pira-pura tertidur hanya untuk menghindarinya.
Dave tersenyum miris, menatap Keyla yang melihat kaca jendela luar, sesekali mengeluarkan air matanya.
Apa sebegitu besar keaalahannya sampai Keyla enggan untuk berbicara bahkan untuk menatapnya.
Entah mengapa, Dave merindukan Keyla yang dulu, Keyla yang cerewet yang selalu mengajaknya berbicara bahkan meskipun dia sama sekali tidak menanggapinya.
Hati Dave sakit melihat Keyla yang mengabaikannya dan bersikap dingin padanya.
Ia harus optimis, mungkin besok dia akan memberikan Keyla sebuket bunga dan memasak makanan spesial untuk Keyla.
Bukankah itu yang diinginkan Keyla? Pria perhatian yang mau melakukan segala hal romantis untuknya? Yah besok dia akan melakukan hal itu, Dave yakin Keyla akan luluh dengan hal semacam itu.
To be continuedHay guys maaf yah kalau ada typo heheAku kembali up lagi cerita ini yah walaupun masih dikit yang baca Jangan lupa yah untuk kasih vote dan komen ke ceritaku ini.
Karena komen dan vote kalian sangat berarti buat aku.
Sumber:Internet