. Dua hari sudah berlalu.
Bayang Amir pun masih tak nampak di rumah Uncle Fred ni.
Tapi aku tetap nak tunggu, tunggu akan kehadirannya yang mungkin tak akan tiba lagi? Sedang asyik mengelamun seorang diri, Aunty Maria melangkah masuk ke dalam bilik sambil membawa beberapa album di tangannya.
Aku hanya mengukirkan senyuman di bibir.
Dia menarik kerusi ke tepi katil dan melabuhkan punggungnya di atas kerusi.
" How's today?" " I feel better than yesterday " " By the way, album apa tu?" Tambahku lagi tanpa segan silu bertanya .
" oh ini ada la gambar Amir waktu kecik, nak tengok? " Aku mengangguk angguk teruja.
Dia membuka album itu dan menyelak helaian demi helaian.
" Ha ni waktu Amir 5 tahun "Aku melihat gambarnya yang masih kecil.
Kelihatan Amir sedang bermain main dengan seorang budak perempuan berambut kerinting.
kakaknya mungkin? " comel kan? " Aku hanya melemparkan senyuman kepada Aunty Maria sambil melihat gambar Amir lagi .
Lantas Aku menutup semula album itu dan meletakkannya di tepi, tangan Aunty Maria pula ku genggam erat.
Aunty Maria yang terkejut dengan tindakan aku ini bertanya.
" Rina are u okay?" " Aunty, mana Amir?" " Aunty pun tak tahu la , aunty pun pelik juga kenapa dia tak datang sini " mendengarkan kata kata Aunty Maria itu, aku mengeluh.
" Aunty, dia tak sayang Rina ke?" " Rina kenapa cakap macam tu " " Bukannya apa tapi Amir macam nak lari dari Rina je kebelakangan ni.
Hem seems like he doesn't love me like he do before.
" aku mengeluh lagi, tangan Aunty Maria juga aku lepaskan perlahan lahan.
" Be strong Rina " Aunty Maria mengusap usap perlahan rambutku yang sudah kusut masai semenjak Amir tidak datang lagi ke sini .
Sedang asyik berbual bual , kedengaran seperti pintu diketuk beberapa kali.
Tock tock.
Aku sungguh berharap agar itu ialah Amir Naufal yang aku rindukan.
Aunty Maria bingkas bangun dan mendapatkan siapa di pintu.
Tak sampai seminit Aunty Maria kembali semula berseorangan, aneh.
" Rina, there are someone would like to meet u " " Who? " " I don't know him " " okay let he meet me " Aunty Maria melangkah keluar semula dari bilik dan memanggil lelaki itu.
Sedang beberapa saat , lelaki itu melangkah masuk ke dalam bilikk.
Langkahnya juga teerhenti apabila melihat aku sambil tersenyum sinis .
Aku yang masih ceria dari tadi kini berasà curiga .
Curiga dengan kehadiran Ash .. Ashraf? " hi Isha , how are you?" " Ash .. Ashraf " " Isha awak tak jawab soalan saya pun " dia turut membuka langkah mendekati aku .
" Ashraf how u know me here?" " Amir told me " jawabnya slamber sambil melabuhkan punggungnya di hujung katil .
" Impossiible Ashraf !" " Isha , i have something that i want to tell u .
" " What's? About that bullshit married ?" Aku menjelingnya sekilas.
" Amir " aku tersentak apabila Ashraf menyebut nama yang betul betul aku rindu sekarang .
" Kenapa dengan Amir ? What you have done ?!" Aku menjerkahnya dengan nada suara yang tinggi .
Sumber:Internet