Gelap

Gairah Sersan Ku 24

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Gairah Sersan Ku 24

. "Selamat jalan Arjuna ... semua jasa-jasamu dalam membela negara akan kami kenang sampai kapan pun.
Sosok inspirasi terbaik yang pernah ada, anak periang dan selalu cerita telah pergi untuk selama-lamanya dari dunia militer.
""Semoga saja amal ibadahmu di terima Allah SWT.
Dan di tempatkan di sisi-Nya sebaik-baiknya ... Amin ...."Setelah melaksanakan yang namanya penaburan bunga dan upacara penguburan jenazah, kini saatnya kami bubar dari lokasi makam pahlawan yang telah di gelar dini hari.
Seperti yang di ketahui bersama, penyematan bunga ini adalah sesuatu tanda kehormatan tertinggi bagi para prajurit yang telah meninggal dunia dalam dunia pertempuran.
Satu persatu dari para prajurit meninggalkan lokasi makam.
Sementara aku masih ada di wilayah penguburan itu dan menatap baru nissan yang telah tertancap tajam di sana.
Dika dan Reza juga sedang memadati lokasi saat ini, mereka menangis histeris karena tak terima kalau Arjuna—sahanatnya telah pergi untuk selama-lamanya.
Kemudian aku pun mendudukkan badan di samping ris makam tersebut.
Seorang wanita yang berseragam loreng datang membawa bunga.
Dia adalah Erika, wanita yang pernah dekat dengan Arjuna itu berjalan sangat kencang seraya memakai kain sebagai penutup kepala.
Kemudian dia mendekati makam dan meletakkan sebuah bunga yang telah dia bawa di tangannya.
Lalu, Erika pun tampak sedang bersedih karena sudah kehilangan orang yang paling dia sayang.
Akan tetapi aku malah senang melihat kejadian ini, karena sangat membuat diri begitu indah.
Masa depan akan terlihat cerah setelahnya, dan aku telah berhasil dalam segala rencana.
Maka dari itu, Erika akan datang padaku sebagai pahlawan dan dia akan mengatakan hal-hal pujian sebagai penemu dari seragam Arjuna.
Ya, itu adalah impian aku sebagai seorang lelaki.
Dengan begitu, aku bisa mendapatkan hati Erika wanita yang sangat cantik dan tegas di batalyon ini.
Tak berapa lama, wanita tersebut menyentuh batu nissan.
Aku memerhatikan dari kejauhan, melihat mereka para sahabat  yang sangat tulus dalam memberikan doa pada Arjuna.
Sampai-sampai tidak sadar, kalau berita ini adalah kamuflase.
Sampai sekarang aku tak dapat pastikan kalau Arjuna masih hidup atau benar-benar sudah tiada.
Dalam kesempatan kali ini, aku pun berjalan pergi dari lokasi makam dan ingin pulang bersama para prajurit yang lainnya.
Mereka tak mau berkata sama sekali, hanya diam dan tak ada berkata sedikit pun.
Untuk menuju ke sini, kami hanya berjalan kaki saja.
Kebetulan kalau makam tersebut terletak tak jauh dari batalyon tempat kami bertugas saat ini.
Bersama dengan yang lainnya, aku memegang sebuah baret hijau.
Tak berapa lama, kami pun tiba di depan batalyon dan masuk dengan segera.
Aku kembali di sebuah lapangan hijau, termasuk yang lainnya juga sedang di kumpulkan di sini.
Di lapangan yang sangat luas, bersama para senior dan para petinggi TNI-AD.
Aku pun mengambil shaf paling depan, sepertinya akan ada yang akan di sampaikam oleh jendral besar siang ini.
Ya, mungkin penyematan penghargaan bintang jasa utama pada almarhum Arjun yang sudah pergi lebih dulu.
Gugur di usai muda, tanpa ada sanak saudaranya yang datang.
Seperti yang di ketahui bersama, kalau dia adalah pranurit yatim piatu dalam kesatuan.
Akan tetapi, tingkahnya yang selalu membuat aku muak.
Dan dapat mengambil alih dari semua pimpinan di sini, seperti perlakuan istimewa telah di berikan oleh Komandan Satria.
Bahkan aku sempat curiga, kalau Arjuna adalah anak dari komandan Satria tapi dengan cara haram.
Namun, itu hanya tebakan saja dan belum tentu sama oleh kata hati.
Karena seperti yang di ketahui bersama, kalau seorang prajurit sekelas mayor Satria adalah tempatnya banyak perempuan yang mau.
Bahkan wanita-wanita cantik akan dengan gampang dia tarik dan di jadikan simpanan.
Selain gagah, tampan, dan perkasa, Komadan Satria memiliki wajah yang sangat macho.
Perawakannya serta bagian depan yang menonjol, membuat siapa pun akan merasa terpesona dan gagal fokus.
Tak hanya perempuan, akan tetapi kami para lelaki juga merasa terkejut kalau senapan yang dia punya sangat perkasa dan sepertinya panjang.
Kali ini komandan Satria masuk ke dalam sebuah ruangan pribadinya, dan aku kembali penasaran akan apa yang sedang dia lakukan.

Sumber:Internet