. ARJUNA POV"Aduh ... kepalaku, sakit banget.
I-ini, ini ada di mana ya?" Dengan memegang kepala beberapa kali, aku memegang semua anggota badan.
Ternyata aku masih hidup, pakaian pun telah terlepas dari badan ini.
Termasuk baju, dan sekarang aku hanya mengenakan sebuah celana loreng saja serta sepatu.
Badan terasa remuk redam, bagai reinkarnasi telah terjadi dalam diri ini.
Aku membangkitkan badan di sela dari kesakitan, kemudian mencoba untuk bangun.
Walau terasa sangat berat.
Kedua kaki tak sanggup untuk berdiri, jangankan berdiri, sekadar untuk bergerak pun sulit.
Ini adalah kali pertama aku merasakan badan yang sangat aneh, serta kepala ini sudah sangat terhentak benda-benda.
Kemudian aku mencoba berjalan seperti ular, menggunakan kedua tangan, dan di tempat perairan.
Tak berapa lama, akhirnya aku pun tiba di tepi sebuah sungai.
Airnya sangat deras, badanku tanpak sangat pucat karena terendam air terlalu lama.
Walau pun memang pada dasarnya aku berkulit putih, sehingga pucat pun tak tampak jelas.
Dengan sekuat tenaga, aku pun bisa duduk di bawah bebatuan.
Seperti terbagun dari tidur seratus tahun, lalu diri ini bisa bangun karena perut yang mulai lapar.
Cuaca pagi ini sangat cerah, mampu menusuk kulit yang kian menyengat.
Aku merasakan ada hal yang terjadi pada diri ini, ternyata wilayah ini sudah terlalu jauh membawaku.
Entah di mana, karena ini adalah kali pertama aku datang ke sini.
Tak ada satu pun orang, bahkan yang melintas pun tak ada.
Ingin rasanya kembali lagi ke batalyon 3, akan tetapi aku tak mampu.
Tepat di tepian sungai, kali ini aku hendak mencari bantuan.
Akan tetapi percuma saja kalau berteriak, di sini tak ada orang sama sekali.
Lalu, aku pun menghindari rasa dingin dengan menjauh dari air.
Seraya bergerak perlahan, lamat-lamat tibalah aku di sebuah rerumputan dan tak bisa untuk berkata-kata.
Kepala yang terbentur benda-benda sungai sudah mengering.
Cairan merah di pelipis sudah kering, sekarang tinggal masa pemulihan.
Kemudian aku pun mencoba melepas sepatu, karena sangat berat kalau berjalan menggunakan sepatu.
Para sahabatku telah pergi meninggalkan aku.
Entah ke mana mereka sekarang, kalau dari hari kecilku berkata, mereka sudah kembali ke batalyon bersama yang lainnya.
Tapi tak masalah bagiku, karena demi mereka baik-baik saja aku berjuang sampai detik ini.
Sekuat tenaga kali ini aku berjuang, dan untuk bangkit pun terasa sangat sulit.
Kemudian sepatu telah aku buka, di bawah terik matahari, aku pun melepas celanaku yang basah ini.
Tanpa mengenakan sehelai benang pun, ini tak masalah karena aku sendirian tak ada orang di sekitar.
Burung rajawali yang aku punya sudah off lama, terendam di dalam air sungai.
Lambat-lambat, aku bangkit dari posisi terpuruk itu dan menjemur celana di atas bebatuan berukuran besar.
Ternyata ini adalah tengah hutan, dan aku belum bisa ke luar.
Sudah terlalu jauh sungai membawaku, hingga akhirnya sekarang aku tak tahu ad di mana.
Setelah pakaian aku jemur, diri ini mendudukkan badan di atas bebatuan dan berjemur untuk memulihkan tenaga.
Di atas sungai yang sanga indah, akhirnya aku mulai merasakan betapa air di sini bisa membuat nyaman.
Dari samping kanan, aku mengambil daun pisang untuk menutup burung rajawaliku yang bergelayuh itu, takutnya ada yang melihat.
Kali ini penampilanku sudah sama seperti suku pedalaman, dan tidak bisa di pungkiri lagi.
Kemudian aku pun hendak mencari ikan untuk makan, dengan teknik yang telah aku pelajari sebelumnya, ini adalah cara terbaik.
Dari kantong celana, aku mengambil pisau dan memotong sebuah batang bambu.
Ya, untuk menangkap ikan ini aku menggunakan alat seadanya.
Tampak di samping sungai ada udang-udang berwarna putih, lalu aku menangkapnya.
Seperti yang di ketahui bersama, kalau udang ini tetap enak di makan dalam keadaan mentah.
Lalu, aku pun menyantapnya begitu saja.
Ya, ternyata benar.
Rasanya sangat manis, aku sangat suka udang di sungai ini.
Semetara ikan-ikan berukuran lumayan besar sudah berkeliaran di sekitar kaki, dia seakan tak takut kalau hendak aku tangkap.
Kemudian menggunakan bambu lancip, aku berhasil menangkapnya.
Sumber:Internet