. Lelaki itu berjalan menuju basmen yang ia tempati memarkirkan mobil Ferarri 812 GTS V12 Spider bewarna dark grey nya.
Ia pun segera mengendarai kendaraannya menuju kekediaman Ibu yang kini sedang menunggunya Pulang.
Butuh waktu 30menit perjalanan untuk sampai kekediaman bak istana megah dengan interior sederhana diluar nya.
Ia pun memarkirkan mobilnya didalam garasi istana itu.
Terdapat 6 buah lagi mobil yang tidak kalah dari Ferrari milik lelaki yang biasa di panggil Gerald itu.
Pintu pintar yang sudah menghafal siapa-siapa pemilik istana ini pun dengan sendirinya terbuka untuk sang pemiliknya.
Ia melangkahkan kakinya masuk dan langsung menuju anak tangga untuk menuju kamar miliknya.
Belum sampai ia di lantai 2, ia mendapati pintu kamar ibunya sedikit terbuka dan lampu kamarnya masih menyala.
"Pasti Ibu belum tidur.
"-dengan langkah kaki yang lebar ia menghampiri pintu tersebut dan mendapati pemilik kamar itu sedang tertidur di atas ranjang berukuran king size dengan dibalut seprei bewarna dark red tanpa mematikan lampu terlebih dahulu.
Gerald pun menghampiri Ibunya yang sudah tertidur itu, tanpa sadar ia mendekatkan wajahnya ke wajah ibunya.
Bibirnya kini mulai menyentuh bibir mungil Seeva yang sedang tertidur itu dengan lembut.
Dengan mulut yang menganga sedikit, Gerald mulai mengulum bibir Seeva dan menggigitnya.
Sang pemilik bibir itu mengerutkan dahinya dan mengeluarkan suara lenguhan tanpa membuka matanya sedikit pun.
Seketika Gerald yang mulai tersadar akan apa yang telah ia perbuat kepada Ibunya mulai tersentak dan menjauh.
Sambil memandangi wajah dan mengusap rambut yang kini tertidur dengan pulas itu ia bergumam.
"Seandainya kamu bukan ibuku, aku mungkin akan sangat lebih bahagia saat ini.
Mungkin aku tidak akan merasakan sesak yang teramat sakit saat melihatmu.
Andai aku lebih dulu di lahirkan atau paling tidak kau hanya ibu dari teman ku, aku tidak akan merasa keberatan.
Aku tidak peduli umurmu, hanya saja statusmu sebagai ibuku yang membuat ku tidak bisa berbuat apa-apa.
Baru kali ini aku merasa tak berdaya dan hanya bisa menjalaninya dengan mengubur perasaan yang kian lama kian mendalam kepada mu.
Aku... Mencintai mu Seeva.
Aku... Mencintai mu Ibu, amat sangat mencintai mu, bahkan sangat menginginkan mu.
"-dengan nada lirih dan mata yang sendu Gerald pun menkecup kening Ibunya dan melangkah untuk keluar dari kamar itu dengan tidak lupa menyelimuti dan mematikan lampu terlebih dahulu dan langsung berjalan menuju kamarnya.
_Seeva~~*•"Hummmhh, rasanya ada sesuatu yang menempel di bibirku, seperti ada seseorang yang sedang mencuri ciuman ku saat aku sedang lengah.
Bau badannya agak familiar, ini seperti bau Gerald.
Iya ini pasti Gerald.
Entah apa yang telah terjadi, mengapa ia mencium ku saat ini.
Tanpa sadar aku mengeluarkan suara lenguhan yang membuat Gerald tersentak untuk menjauh dari ku.
Tapi aku takut, aku takut memandang nya aku takut untuk bertanya kepadanya apa yang ia pikirkan mengapa berani-beraninya ia memperlakukan ibunya seperti ini.
Saat ia mulai mengusap rambutku dengan halus ia bergumam dengan suara yang jelas karena jarak kita begitu dekat.
Aku tidak percaya yang telah aku dengar dari mulut anakku sendiri, anak yang aku besarkan dan rawat dengan penuh kasih sayang dan kebutuhan finansial yang cukup bahkan lebih.
Rasanya seakan di dihujami cambukan 1000x pun tak bisa membuatku percaya dengan yang ia ungkapkan.
Dia mencintai ku, mencintai ibunya sendiri? Omong kosong macam apa yang ia ungkapkan ini.
tangan ku seakan gatal ingin menghujaninya dengan tamparan yang bisa menyadarkan dia.
Tapi rasanya hatiku begitu sangat hancur hingga membuka matapun rasanya Aku tidak sanggup.
Aku terus mempertahankan posisiku saat ini sampai Gerald keluar dari kamar ku.
Setelah itu akupun mulai menangis sejadi-jadinya dan mengingat kejadian kemarin saat aku mendapatinya sedang memeluk ku semalaman.
Apakah yang ia katakan bahwa tidak ada yang terjadi di antara kami itu benar? Atau memang kemarin kami melakukan yang tidak-tidak? Pikiran ku rasanya begitu kacau dan hatiku hancur.
Aku tidak tahu harus bersikap bagaimana setelah ini kepadanya.
Sumber:Internet