. .. "Dir nanti mampir dulu yuk ke cafe depan santai lah gw yg bayarin dech" ajak aji.
"Ah maaf yaa aku gak bisa, hari ini aku mau langsung pulang.
lagian aku juga belum kasih kabar ke mama jika mau pulang telat, kalian berangkat aja" ujar Dirga.
"Yaahh gak asik donk gak ada lo Dir" sahut Riska dari belakang mereka yang mengandeng tangan sitty.
"Emm gak papa lach, sekali-kali tanpa aku hihihi lagian kalian juga gak akan ilang kan" "Eh dasar lo.... lo kira kita anak anak gitu yang harus di jaga, yaa gak lach.
" Timpal Riska.
"Kamu beneran gak mau ikut Dir" tanya sitty belum yakin.
"Iya sitty.. kamu sama yang lain aja ke sana ok" "Iyah dech..." "Dah yuk berangkat, naik mobil gw aja kan kalianย hari ini gak ada yang bawa kendaraan, entar gw antar ampek rumah " dengan soknya aji berujar.
"Cih dasar lak lo.., dah yuk berangkat.. daa Dirga hati hati di jalanya" "Iyah.. kalian juga hati hati di jalanya, dan pesenku sih jangan sampai terlalu larut pulang ke rumahnya " "Iyaa pak Dirga" jawab sitty, Aji, dan Dirga dengan kompak.
Dan alhasil mereka pun tertawa bersama-sama karena ulah mereka sendiri juga yang menganggap dirga sebagai bapak bapak yang.
Menasehati anaknya.
Akhirnya Aji dan dua ciwi ciwi tadi berangkat pulang duluan_ralat menuju cafe depan mengendarai mobil milik aji dan Dirga berjalan dengan santai menuju halte bus.
Tak beberapa lama setelah menunggu di halte akhirnya bus yang di tunggu dateng juga.
Dirga menaiki bus tersebut mencafi bangku yang kosong duduk dengan santai dan nyaman menanti samapi ke halte berikutnya.
Sebenarnya Dirga bisa berjalan kaki untuk sampai rumah tetapi karena hari ini karena ia sedang malas untuk jalan dan cukup melelahkan jika cuaca panas seperti ini jadi lebih baik naik bus saja.
Dan kebetulan juga hari ini bus tidak terlalu padat mungkin hanya beberapa ibu dan bapak bapak atau sebagian anak anak sekolah yang baru pulang.
10 menit menaiki bus akhirnya sampai di halte blok rumah yaahh walaupun dari sini juga Dirga harus berjalan kaki beberapa menit lagi untuk sampai rumah.
Tetapi tak apa lah daripada tidak sampai rumah sama sekali kan.
Dirga berjalan dengan cukup santai walau menahan panas matahari sih tapi ia tetap bersemangat melangkahkan kaki untuk sampai rumah.
ย Di pertengahan perjalanan Dirga bertemu dengan Bibi selly (**biasa di sebut gitu**) orang yang paling baik dan pergertian dengan semua orang area blok perumahan.
"Dir.. Dirga..." panggil bibi selly dari halaman rumahnya menghentikan Dirga.
"Iya Bi ada apa?" Tanya dirga menghentikan langkahnya karena mendengar ada yang memanggilnya.
"Ini bibi ada sedikit kue manis yang tadi di buat, dan semua orang di sini udah bibi kasih tinggal di rumah kamu sama man itok samping rumah kamu.
Bibi mau kesana tapi bibi sekarang ada urusan jadi gak sempet mau ke sana, bibi langsung kasih ke kamu aja yaa dan tolong kasihkan ke man itok juga" jelas bibi selly.
"Owhh iya bi gak papa, nanti biar Dirga kasih ke man itok.
Dan makasih bik untuk kuenya ini" Dirga sedikit membungkuk memberi ucapan terimakasih dan menegakan tubuhnya kembali.
"Iya sama-sama" jawab bibi dengan senyuman lembutnya.
"Kalau begitu Dirga langaung pulang saja ya bi gak papa kan" "Iya gak papa, hati hati dan jangan lupa man itok" "Iya bi.." Dirga berpamitan, mengucapkan terimakasih lagi ke bibi selly dan pergi untuk menuju rumah, begitu pun bibi selly yang masuk ke rumah kembali setelah kepergian Dirga.
... .. .. ..Miyau๐ next tahun ke tuju๐
Sumber:Internet