. Matahari mulai turun dari tempatnya yang berada di atas, saat-saat terik sinarnya sekarang tergantikan dengan cahaya matahari yang berwarna emas kekuningan yang sangat indah.
(Btw bagus tau klau buat spot foto cahaya matahari kek gt😽).
Di dalam sebuah ruangan lantai dua, tepatnya ruangan itu adalah kamar seorang remaja yang cukup rapi dan tertata dengan baik.
Yaa nama remaja tersebut adalah Dirga, saat ini sudah sore dirga masih berada di atas ranjangnya menikmati cerita yang di baca dari hpnya menikmati dari setiap bait dan part di dalam cerita tersebut.
"Huh.. udah sore aja, uhh aku pengen sesuatu yang enak.. emm apa aku makan saja, tapi kan aku tak lapar.
Hanya pengen camilan umm mungkin di dalam lemari pendingin ada camilan , coba dulu aja lah" Dirga turun dari ranjangnya keluar dari kamar meninggalkan buku novel yang ia baca dan turun ke lantai bawah tepatnya dapur, untuk menuju lemari pendingin mengecek apakah ada camilan di sana.
Tangga antara lantai bawah dan atas tidaklah panjang hanya terdiri dari 10 anak tangga saja jadi memudahkan orang untuk melewatinya tanpa merasa lelah.
Tak butuh waktu lama untuk Dirga melangkahkan kakinya untuk menuju dapur, dengan langkah yang santai dan tenang dan tidak terburu-buru akhirnya Dirga sampai di dapur.
Saat Dirga akan membuka lemari pendingin itu Dirga melihat mama dari arah pintu belakang memasuki dapur.
"Ma.., darimana? Bukankah harusnya mama istirahat di kamar?" Tanya Dirga.
"Mama dari gudang belakang, dan mama sudah lebih baik sayang" jawab mama.
"Dan sedang apa kamu?" Tanya mama kembali.
"Emm aku pengen sesuatu yang manis, eh maksudku camilan manis gitu mungkin enak, jadi mau ku cek di lemari pendingin ini" "Sepertinya di dalam situ tidak ada, bagaimana kalau mama buatkan kamu saja, ah atau kue dari bibi selly saja kan ada.. toh lagian mama juga belum makan dan kamu juga belum mencicipinya kan?" "Boleh ma, pasti enak emm😋" "Tunggulah di balkon lantai atas, mama akan menyiapkannya dan membawakan minumannya juga" "Baik ma,.." Karena Dirga anak yang patuh jadi diikutin saja kata mama.
(Patuh, baik, tidak sombong, dan pandai menabung😂😂.
#splak (abaikan)) Dirga menuju lantai atas kembali untuk menuju balkon yang mama katakan tadi, sedangkan mama menyiapkan kue dan minumanya di bawah untuk di bawa ke atas.
10 menit berlalu Dirga dan Mama sudah bersantai di lantai dua di balkon tentunya,(massa iya di atapnya pasti gak bisa lach😅), menikmati kue manis dan minuman jus jeruk yang dingin emm enak manis di tambah segarnya jus jeruk dan pemandangan sinar matahari yang sangat indah melengkapi suasana.
" panggil mama.
"Iya ma" jawab Dirga.
"Tak lama lagi kamu akan lulus kan?" "Emm memang kenapa ma?" "Mama bertanya saja.." "Emm kurasa begitu ma, hanya beberapa minggu melewati materi dan ujian-ujian.
Memang kenapa mama bertanya seperti itu?" "Mama...." mama menggantungkan kata-katanya.
"Iya mama" "Ah tidak, lupakan-lupakan nanti saja baru membicarakan ini.
Mama rasa sekarang bukan waktu yang tepat" "Ohh baiklah" Mereka pun menikmati kue dan jus jeruk dengan tentang dan santai.
Yaa sedikit perbincangan-perbincangan ringan dari mama maupun Dirga semdiri.
Sekitar 2 jam mereka bersantai di atas balkon, memang lama tapi tak terasa karena perbincangan yang mereka lakukan jadi walaupun selama apa orang berbicara jika itu asik atau tidak membosankan maka tidak akan terasa jika pun lama.
"Saya apa kamu sudah selesai, mama sudah selesai" "Sudah ma" "Mama ke bawah, mengembalikan ini dan memasak untuk makan malam nanti" "Iya ma" meninggalkan Dirga di tempat santai sendirian, dan mama pergi ke bawah tepatnya dapur untuk memasak makan malam tak lupa mama membawa barang-barang yang di gunakan tadi.
"Sebenarnya apa yang mama akan bicarakan tadi, sepertinya serius tapi mengapa tidak jadi? Dan mengapa harus menunggu waktu yang tepat? Apa sebenarnya yang mama ingin bicarakan??" Pertanyaan-pertanyaan terus berputar di kepala Dirga seperti komedi. putar tak henti-hentinya.
Pendek •_Miyau udah kek gimana gt mau lanjutin cerita ini-_- Lanjutin apa hapus yaa??
Sumber:Internet