. Jam menunjukan pukul 00:30 malam ah atau mungkin ini tengah malam udara berhembus cukup dingin, dan di tambah ruang tamu itu terdapat Ac yang masih menyalah dan masih di bawah minus.
Suhu di ruang tamu membuat Seorang pemuda bangun di tengah malam karena merasakan kulit tubuh yang tak terbungkus dengan selimut merasakan dingin yang cukup terasa.
Yaa itu Dirga ia bangun di tengah malam dan menganti suhu Ac di ruang tamu.
"Huuhh bbrrr... dinginya❄ ganti dulu kali yaa suhunya" Dirga bangun dari berbaringnya dan ia mengambil remote Ac dan kemudian mengatur suhu yang tadi dingin searang menjadi lebih hangat dan.... ah nyaman.
Dirga melihat ke arah pintu kamar mama dan melihat ke arah pintu depan.
Di sana belum ada sepatu mama.
"kenapa aku bilang belum ada sepatu mama, karena ku rasa mama keluar dengan menggunakan sepatu hak tingginya yaa soalnya yang ada di rak sandal pinghir pintu hanya ada sendal mama bukan sepatu.
Walau ada juga yang lain" batin Dirga.
"Mama belum pulang, apakah acaranya sampai selarut ini" Dirga mengucek matanya dan melihat ke arah jam dinding.
"Ini sudah tengah malam dan bahkan mama belum pulang.. huhh aku jadi khawatir" elusnya di atas dada.
Dirga memutuskan menonton tv kembali karena tadi tv belum di matikan saat ia tidur.
Ia akan menunggu mama untuk pulang ke rumah jadi ia pergi ke dapur membuat Coffe dan mengambil camilan kering.
Padahal tadi Dirga belum makan malam sama sekali.
Layar tv menampilkan beberapa banyak film dan kadang berita dan itu sudah bergonta ganti.
Dan Dirga melihat ke arah jam dinding lagi lihat sekarang sudah jam 02:15 dini hari.
"Astaga mama belum pulang juga! Apa aku harus menyusulnya tapi di mana bahkan aku tak tau mama ada acaranya di mana" wajah Dirga nampak mencemaskan mama.
Akhirnya Dirga memutuskan mengambil handphone di kamarnya dan menekan salah satu nomor yang ada di dalam Handphone.
Ia menekan nomor mama dan menelfonya.
Tut sambugan).
Nomor yang anda tuju "Mengapa tak di jawab, maa mama kemana" Dirga Tampak lebih khawatir.
Dirga terus dan terus menelfon nomor handphone mama tapi tetap saja tidak ada jawaban.
Masih dengan jawaban dari operator di pusat sana.
(Telkomsel mungkin Ho ho ho #ketawa jahat👻).
Dirga memutuskan menunggu mama pulang, yaa walau tadi sebenarnya mama bilang gak usah nunggu tapi jika seperti ini kan Dirga jadi khawatir.
Dia pun menonton tv dengan tiduran di atas sofa yang empuk plus nyaman.
Dirga melihat jam di dinding dan lihat sekarang bahkan sudah pukul 03:00 dini hari.
Astaga ini benar-benar terlambat dari yang Dirga duga, ia tetap menunggu mama tanpa tertidur lagi masa bodo dengan sekolah besok ia hanya tinggal bilang ke guru piket atau jaga jika ia izin.
Tak lama setelahnya terdengar suara mobil yang berhenti di depan rumah.
Dirga beranjak dari berbaring di sofa menuju pintu depan untuk melihat siapa yang ada di luar.
Ternyata itu adalah taxi.
(Hebat bukan taxi malam hari ah bukan malam hari tapi mau pagi hahaha #pletak! Diem).
Dan dari taxi itu turun seseorang dengan gontai dan lemas.
"I mama!! Astaga kenapa dengan mama" batin Dirga begitu cemas.
Terlihat mama yang memberikan uang kepada sopir taxi dan kemudian mama memasuki rumah.
"Ahh.. aku ucap mama dengan nada tak bisa di jelaskan dannlihat sekarang mama tampak kacau dan mama berbau alkohol.
"Apa!!! Mama berbau alkohol dan ini minuman keras astaga mama apa yang mama telah perbuat di luar sana" jerit batin Dirga.
Dirga yang melihat mama susah melepaskan sepatu dari kakinya ia pun beranjak dan melepaskan sepatu itu dari kaki mama.
Lihatlah mama sekarang tampak kancau seperti habis di sambar badai besar.
"Maa.. mama habis ngapain saja di sana.
Dan mengapa mama berbau alkohol apa mama minum.. maa jawab Dirga!" Dirga sedikit membentak mama.
Tetapi mama tak terlalu merespon pertanyaan Dirga dan bisa di lihat jika mama sekarang sudah 99% berada di pengaruh minuman beralkohol.
"Ahh sayangg.. aku rindu sama kamu.
" Tiba-tiba mama memeluk Dirga erat, melingkarkan kedua lenganya di leher Dirga.
"Jangan pernah tinggalkan aku lagi sayang,.. aku tak bisa hidup tanpa kamu di samping ku.
Dan kau lihat sebentar lagi Dirga akan lulus sekolahnya.. apahh kamu tak rindhu padaku sayanghh" Mama meracau entah apa pun yang ia katakan.
Dirga bisa mencerna jika perkataan mama ini mengarah pada papa Dirga.
Mama merindukan papa, mama belum bisa melupakan papa yang sudah tenang di sana.
Mama .. mama.. mengira jika Dirga ini adalah suaminya- papa Dirga.
"Ma sadarlah aku bukan papmmhh" mulut Dirga tiba-tiba terbungkam dengan bibir merah dan kenyal milik mama.
Dirga bahkan tak bisa berkutik sama sekali, mama memperdalam ciuman itu dengan rakus dan tanpa sabaran.
Dirga sesekali mengelak namun mama menekan leher belakang Dirga untuk lebih mendalami ciumanya.
Di sela ciuman itu.
"Ma.. emhh mama.. sadar maa ini aku Dirga anak mama dan emhh umhh bukhann papahh emhh" kata-kata Dirga terpotong-potong dan tak terlalu jelas karena ciuman yang di berikan mama tak ada hentinya.
"Sayanghh.. jangan tinggalkan aku lagi.. aku sangat kesepian di rumah emmuhh" ucapnya di sela ciuman.
"Pa jangan pernah tinggalkan mama lagi yaa pa, mama kesepian tanpa papa di rumah.." tak terasa air mata mama menetes walau tak deras dan tak banyak.
Namun Dirga bisa melihatnya dari jarak yang sedekat ini.
"Maa.. sadar lah ... papahh emhh sudah tenanghh di alam sanahh" Dirga berusaha melepaskan ciuman mama dari bibirnya.
Mama semakin mengila dengan ciuman panas yang di berikanya untuk Dirga.
Karena pengaruh alkohol dan keadaan mama yang mungkin stres karena tak merelakan papa pergi untuk selamanya.
Namun setelahnya mama tiba-tiba bersingkut kebawah dengan keadaan tubuh melemah.
Dengan sergap Dirga langsung menahan tubuh mama agar tak langsung jatuh ke lantai.
"Mama pingsan.."gumam Dirga.
Lalu Dirga membawa mama ke kamar mama, mengendong dengan gaya briday stile.
oh astaga sudah lama atau bahkan tak pernah Dirga masuk ke dalam kamar mama dan sekarang lah saatnya.
.. .. .. Jangan lupa vote and comen miyau, dan oh iya miyau membutukan saran dari kalian karena miyau gak yakin gt dengan cerita ini😿
Sumber:Internet