. Dirga mendorong pintu kamar mama dengan kakinya walau tidak membanting tetapi dorongan dari kaki Dirga cukup kuat karena yaa pintu kamar tertutup, bukan sedikit terbuka jika sedikit terbuka pasti di dorong secara perlahan pun bisa.
Lalu Dirga meletakan mama di atas tempat tidur ukuran pas untuk dua orang Dengan perlahan dan tetap tenang.
Ia melepaskan kaos yang membungkus kaki mama meletakan di atas lantai dan kemudian menyelimuti mama.
Lalu Dirga beranjak dan pergi dari kamar mama menutup pintu kamar dan membiarkan mama beristirahat terlebih dahulu.
Tak lupa ia juga membawa kaos kaki tadi untuk di letakan ke mesin cuci bersama pakaian lainya.
" Tadi itu sebenarnya kenapa, serindu itukah mama kepada papa" fikiran Dirga melayang ke kejadian sebelum mama pingsa.
Yaitu saat mama mencium Dirga dan mengira Dirga adalah papa.
"Huh sebaiknya aku ke kamar saja, melanjutkan tidurku.. ini juga masih dalam keadaan malam kan" Dirga menghela nafas setwlah melihat jam di dinding.
Ia pun mengambil selimut yang ada di sofa dan mematikan tv yang masih menyalah kemudian pergi ke lantai dua tepatnya ke kamarnya dan melanjutkan tidurnya.
Pagi.. Jam di atas meja nakas Dirga berbunyi dengan nada nyaringnya.
Sebenarnya Dirga malas untuk bangun yaa kalian tau kan dia hampor bergadang semalaman sebab menunggu mama pulang.
Jam itu menunjukan pukul 06:00 pagi dan itu waktunya untuk bersiap dan berangkat ke sekolah.
Tapi yang di lakukan Dirga adalah mematikan jam alarm dan kemudian masuk lagi ke dalam selimut hangatnya.
Dirga tadi malam sebelum tidur sudah menelfon temanya untuk memintakan izin kepada Guru soal hari ini Dirga tak bisa mengikuti pelajaran.
Flassback on Dirga mengambil handphonenya dan menekan mencari satu nomor yang akan di hubungi.
" jawab suara di seberang sana.
"Halo Ji,.." "Ah Dirga.. ada apa?" "Ji besok izinkan aku yaa.. aku tak bisa masuk ke sekolah" "Lah kenapa? Apa lo sakit??" "Emm ku rasa begitu, aku gak enak badan" "Owh ok besok gw izinkan, btw cepet sembuh yaa Dir" "Ok makasih ji" "Sama-sama Dir" Kemudian sambungan telphone pun mati di satu pihak.
Flassback Off.
Dirga masih mengantuk dan malas beranjak dari ranjang empuk plus hangatnya ini ahh memamg nyaman.
Tapi Ia harus melihat bagaimana keadaan mama sekarang, karena keadaan mama yang tadi malam cukup kacau.
Dengan masih mengantuk Dirga beranjak dari ranjang empuknya meninggalkan kehangatan yang harus masih ia rasakan.
Huh tapi Dirga tak boleh mengeluh ia harus segera melihat keadaan mama.
Berjalan dengan lemas menuruni setiap anak tangga yang menyambungkan antara lantai kamarnya dengan lantai bawah.
Terus sampai pada dapur.
"Sepi?? Apa mama belum bangun?" Tanyanya dalam hati.
Ia berjalan ke arah kamar mama dan mengetuk pintunya.
"Ma.. mama di dalam?" Panggilnya.
Tapi tak ada jawaban.
"Apa jangan-jangan keadaan mama bertambah buruk" ia mulai khawatir plus panik.
Dirga tanpa ragu membuka pintu kamar mama dan masuk ke dalam.
Ia tak melihat mama di atas tempat tidurnya dan lihat bahkan selimut dan batal di atas tempat tidur tampak rapi.
"Apa mama keluar??" Dirga Bertanya-tanya.
Namun ia mendengar dari arah kamar mandi terdengar bunyi air mengalir seperti orang sedang mandi dan hati Dirga merasa lebih lega karena ternyata mama sedang mandi.
"Huh sebaiknya aku membuat sarapan pagi" gumamnya untuk diri sendiri dan kemudian keluar dari kamar mama.
Masuk ke dalam kamarnya kembali untuk menganti baju dan mandi.
10 menit Dirga keluar dari kamarnya dengan penampilan yang lebih segar.
Menuju lantai bawah dan menuju dapur untuk memasak sarapan pagi.
... ... Next habis lebaran๐น.
Sumber:Internet