. Jika cerita miyau gaje baget mohon komen yaa biar miyau bisa perbaiki cerita-cerita yang lagi miyau buat^_^ oke🐈_________________________________________ Dirga POV saat ini aku sedang berjalan. menuju toko paman Feng.
Toko pamam feng ini tak jauh juga dengan rumahku hanya di jalan depan saja.
Sebenarnya aku bisa mengunakan kendaraan untuk cepat sampai ke sana, tetapi warga di sini lebih menyukai jalan kaki daripada terus bergantung dengan kendaraan, sama seperti yang aku lakukan saat ini.
Sejak kecil aku sudah di ajarkan untuk senantiasa kemana-mana berjalan kaki karena hitung-hitung juga olahraga kata mama, jangan bergantung pada kendaraan bila tempat yang di tuju masih bisa di lakukan dengan berjalan kaki.
(**kalian tahu rumah-rumah yang berada di film DORAEMON, nah di sini juga persis sama seperti itu (anggap saja gt-_-•), hanya saja ini memiliki halaman yang cukup luas dan masih belum menjadi kota sempurna* belum terlalu banyak orangnya**) Kini aku melewati jalan lorong yang ke dua, dan tak sengaja bertemu dengan Riska.
"Hay.." sapa ku"Hay juga.. lo mau kemana?" Tanyanya"Ke toko pama feng, ambil barang belanjaanya mama yang ketinggalan.
K amu sendiri mau kemana?""Owhh gw juga mau ke toko paman feng, beli beberapa bahan masak stok di kost udah mau habis.. hehehe""Ya udah gih bareng aja.." ajakku"Oke dech.." Aku pun mengajak Riska untuk berangkat bersama ke toko paman feng, di sela-sela perjalanan kami yang tidak Terlalu panjang ini, kami bercerita tentang tugas ekskul yang ada di sekolah, bercerita kadang di seligi dengan tawa karena mengingat bagaimana tingkah konyol yang di lakukan oleh aji saat di kelas maupun di tempat santai, atau bercerita santai santai saja.
Kost an Riska dengan rumah ku tidaklah jauh hanya berjarak dua gang jalan saja, kadang jika sempat aku main ke rumahnya dan mengajak aji juga, atau hanya sendirian dengan membawa beberapa camilan yang di buatkan mama.
Rumah aji juga tak jauh dengan rumah ku hanya berjarak satu gang jalan, tetapi rumah aji masuk kedalam rumah ke 4 dari ujung jalan di belakang.
Kami sering pulang bareng dan kadang pergi bareng yaahh mungkin karena kebetulan yang tak di sengaja yang memepertemuka kita bertiga untuk keluar bersama.
Tak terasa perjalanan kami pun sampai ke toko paman feng, ku lihat paman feng yang sedang menghitung barang-barang yang baru datang.
"Permisi paman feng.." panggilku, dan paman feng langsung menoleh ke arah ku.
"Ah Dirga,.. mau mengambil belanjaanya mama kamu kan, itu tas warna merah dan warna biru kecil yang ada di atas meja, kamu ambil saja" paman feng menunjukan tas plastik warna merah dan biru..."Baik paman" ku ambil tas pastik yang di tunjuk oleh paman feng"Paman ini berapa?" Riska yang sudah meletakan beberapa bahan masakan ke atas meja kasir.
"Sebentar-sebentar".."Yaaa...""Eh Ris aku balik duluan yak, gak enak sama mama kalau terlalu menunggu" ucapku kepada Riska"Owhh okeh dech gak papa, lo duluan aja""Oke, sampai jumpa Riska.. daa paman feng""Daa.. Dirga" lambaian tangan paman fen tetapi matanya fokus sama barang-barang yang di beli Riska tadi.
Saat ini aku sudah berjalan pulang menuju rumah dan akan bertemu mama, kemudian saat di rumah nanti aku akan di sambut dengan camilan manis dan lembut emmm enaknyaa.
(**Hayalan Dirga**) Tak beberapa lama akupun sampai ke rumah.
"Aku ku lepaskan sepatuku dan ku taruh di tempat yang memang sudah ada.
"Selamat da sayank mama sudah buatkan kamu makanan yang kamu mau, ada di dalam lemari pendingin tinggal ambil saja" ucap mama dengan lembut bak bidadari.
"Iya ma.. ma nich belanjaanya" ku sodorkan dua katung plastik ke mama.
"Tolong masukan ke dalam lemari pendingin yaa sayank, bagian bawah, mama mau keluar sebentar""Oke ma.., Mama mau kemana?" Tanyaku.
"Mama mau ke bibi Eni sebentar ada urusan" mama berbicara dengan menggunakan sepatunya.
"Emm baikalah.." "Hati-hati di rumah sayank, emuah (mencium puncak kepala Dirga) mama berangkat sayank" membuka pintu dan pergi" iya maa.. hati-hati di jalan, dan jangan bersedih kembali" dengan nada manjaku, dan nada lirih di akhir kalimatku.
"Jadi apa yang harus ku lakukan saat ini? (**berfikir**).
O iya lebih makan camilan yang di buatkan mama tadi yaa kann...".
Sumber:Internet