. Miyau🐈Awas terdapat cerita dewasa.
Di sarankan berumur 18++ agar dapat memahami kata-kata yang di dalamnya.
_______________________________________ Miyau POV Jam di dinding menunjukan pukul 11:30.
Dirga saat ini sedang berada di dalam kamarnya membaca komik atau novel yang ia koleksi sejak dulu dan terus bertambah jika ia sempat mampir ke toko buku dan membeli buku baru.
Mama sudah berada di rumah sejak pukul 9:45 tadi dan membawa mesin mie, karena mama memang akan membuat Sup mie pangsit daging buatan sendiri.
Sebenarnya ada di luaran penjual mie-mie pangsit pada umumnya tetapi karena ini ke inginan mama dan akan membuat tambahan masakan baru, yaa apa boleh buat.
Mama memang suka sekali jika sudah mencoba membuat berbagai masakan saat di rumah dan hasilnya memang enak.
Padahal baru pertama membuatnya.
Dan kemudian jika mama membaut banyak maka Dirga akan di suruh mengantarkanya kepada para tetangga yang ada di kompleks rumahnya.
Mama adalah orang yang baik hati dan ramah, orang-orang yang berada di sekitar rumah pun sangat menyukai mama baik dari segimana pun, tak pernah ada orang yang benci sama sekali terhadap keluarga kecil mama ini.
"Ahh aku bosan jika membaca ini emm ngapain enaknya yaa" berfikir"Sayank bisa bantu mama sebentar" tiba-tiba mama membuka pintu dan menkagetkan Dirga yang sedang rebahan di atas kasurnya.
"Ah mama.. kalau mau masuk ketuk pintu dulu yaa.. gini kan aku jadi kaget" memasang wajah masamnya, yang menurut mama sangat mengemaskan.
"Uhh iya iya mama gak akan ulangi lagi dech.." "Bener yaaa""Iya.. yuk bantu mama dulu di bawah" " okeh maa" Dirga berjalan menguikuti mama yang berada di depanya.
Sesampainya di dapur.
"Sayank bisa ambilkan itu? Soalnya mama tak sampai untuk ke atas, terlalu tinggi" Mama menunjuk sebuah ember kecil yang berada di atas lemari bumbu bagian atas.
"Bentar.." Dirga mengambil ember tersebut dan meletakanya di meja dapur.
"Bukan ember itu yang tinggi, Mama saja yang...." dirga menggantukan kata-katanya.
"Yang apa..?" Dengan wajah mama yang mulai masam karena pasti mama akan di katai pendek oleh dirga.
"Yang kurang tumbuh ke atas hahahaha" tawa Dirga pecah seketika saat mengucapkan kata itu.
" uhh dasar yaa kamu ini anak nakal.. hayo hayo rasain ini .." mencubiti pipi, lengan , dan perut dirga.
" aw aw.. ma sudah sudah.. sakit cemberut yang di buat-buatnya.
Sebenarnya sih.
Cubitan itu tidaklah sakit hanya seperti gelitikan saja bagi Dirga.
"Biar.. biar lamu tidak ngatain mama lagi kan.." melanjutkan membuat adonan roti yang akan di buat dan menambahkan bahan dari ember yang di ambil Dirga dari atas tadi.
"Mama mau buat ap?""Mama mau buat roti daging keju,.. emm resep baru yang mama dapat dari majalah tadi" dengan senyuman yang sangat manis sekali.
"Owh hanya kata itu saja" bisa kau cincangkan dagingnya sayank, mama akan buat adonannya dulu" masih sibuk dengan adonan yang ada di ember.
" bb..bisa bangettt maa"Kemudian dirga ikut membantu mamanya membuat roti tersebut hingga selesai .
Pukul 15:50 kue yang di buat mama dan Dirga akhirnya selesai semuanya.
"Ah sayank lihatlah di wajahmu banyak sekali coretan tepung" mendekat ke Dirga dan menghapus tepung yang ada di wajah anak kesayangan ini dengan lembut sekali.
"Umm benarkah?, biarin maa gak papa lagipula nanti kan kalau mandi bisa hilang" protes Dirga walau sebenarnya ia pengen lebih lama lagi untuk mama menghilangkan tepung yang ada di wajahnya itu.
"Baiklah kalau begitu sekarang kamu mandi dan bersihkan dirimu dari tepung-tepung ini, lagi pula ini juga sudah selesai rotinya.
Biar mama yang akan membereskanya sisanya nanti" ucapnya mama yang penuh perhatian.
"Baik mamaku sayang .. emuah (**mengecup singkat pipi mamanya**)".
Lalu Dirga berlari menuju lantai atas tepatnya dikamarnya sendiri dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Dasar kamu yaaa anak nakal" dengan cemberut tapi ada senyum yang sedikit terukir di sana, kemudian melanjutkan membersikan barang-barang yang tadi di gunakan.
Dan membersihkan ceceran tepung yang tadi tak sengaja di tumpahkan oleh Dirga.
**20 menit kemudian.
Dirga sudah selesai membersihkan diri dan sekarang tampak lebih segar dari yang tadi banyak tepung yang bercoret-coret di wajahnya.
Sekarang ia tampak cool tapi manis dan tentunya tampan.
Dirga turun dari lantai atas menuju dapur tepatnya.
Di sana Dirga mendapatkan mama yang sedang memcuci peralatan yang tadi di gunakan untuk membuat Roti.
Ia duduk di bangku tempat makan yang tak jauh dari dapur, karena memang Dapur dan ruang makan hanya berbataskan meja memasak dan menaruh bahan masakan saja.
"Ma untuk siapa yang ada di kantung-kantung plastik ini?" Tanya Dirga" ah itu punya tetangga, bisa kau bagikan sayank kepada para tetangga yang ada di sekitaran rumah.
Mama mau memberikanya tetapi mama masih memcuci ini" pinta mama dengan masih membersihkan barang-barang yang tadi di gunakan.
" oke aku berangkat maa" membawa kantung-kantung plastik tersebut yang berisikan Roti yang tadi di buat untuk di bagikan kepada para tetangga yang berada di sekitar rumah.
"Iya sayank.." menolehkan kepala melihat kepergian Dirga dan kemudian fokus kembali dengan pekerjaanya tadi untuk mencuci peralatan.
Kantung plastik yang Dirga bagikan berjumlah 20 dan akan di bagikan kepada para Tetangganya.
Tak beberapa lama kemudian mama selesai dengan pekerjaanya lalu membereskan barang-barang yang masih berantakan dan kemudian menuju kamar mandi untukmembersihkan diri.
Saat ini mama sedang menikmati mandi di bettup berendam dengan air hangat yang sudah bercampur cairan pewangi air mawar.
Pewangi tersebut akan membuat badan terasa lebih rileks dan fress.
Nyaman sekali jika untuk berendam seperti ini.
15 menit kemudian mama sudah selesai dengan ritualnya yang di lakukan tadi yaitu berendam di bettup dengan air hangat.
Sekarang mama sedang mengenakan pakainya, saat akan mengambil 1 baju mama melihat kaos yang sering sekali di gunakan papa saat berada di rumah, dan melalui malam yang dingin menjadi panas saar berada di dalam kamar dan beberapa hal lainya.
Jika di fikir-fikir sejak kematian papa mama tak pernah lagi di sentuh oleh siapa pun.
Hormon yang berada di dalam tubuh mama tiba-tiba meningkat dan menjadi seperti mendidih.
Ada rasa yang ingin lebih di lakukan dari pada hanya memikirkanya saja.
Saat ini mama benar-benar kehilagan kesadaranya, mama membayangkan pergulatan panas yang di lakukan dengan papa saat malam hari.
Dan selalu menggunakan kaos yang ini jika akan melakukanya.
Kaos kesukaan papa dan itu adalah kode untuk mama jika nanti malam maka papa meminta jatah.
Tanpa sadar mama merabah bagian dadanya sendiri dan meremas-remasnya dengan penuh gairah dan ingin yang lebih, tanpa sadar pula ada suara desahan yang keluar dari bibir mungil mama, walau tidak terlalu kuat namun sepertinya mama menginginkan sentuhan dari orang yang pernah dulu ia cintai.
Kegiatan itu di lakukan mama selama 2 atau 3 menit lach ..Melakukan hal yang seharusnya tak di lakukan tetapi karena lama tak di jamah membuat mama mengiginkan yang lebih dari pada ini.
Tak lama kemudian Dirga sudah pulang dan membuka pintu dari luar.
"Aku pulang" Dirga melepas sepatunya dan meletakan di tempatnya.
Suara Dirga membangunkan mama dari imajenasinya yang sudah kelewatan walau di nikmatinya.
Mama tersadar dan kemudian mengambil satu baju lalu mengenakanya dan kemudian keluar kamar untuk membuat makan malam.
"Selamat datang dengan senyum yang mengembang.
" ma.. mama dari mana?" Tanya Dirga" mama dari kamar, habis selesai bersih-bersih diri, ya udah mama akan membuat makan malam.
Kamu bersantai saja dulu menonton Tv menunggu makananya siap" " oke maa" dua jari antara jari ibu dan jari telunjuk membentuk angka nol dan meletakanya di mata sebelah kanan, dan kemudia mata sebelah kanan menutup tetapi sebelah kirinya tidak.
ekspresi yang yang sangat-sangat mengemasKan sekali jika seperti itu.
_______________________________________ Gaje banget kan cerita yang ini, typo berterbangan di awan yang tak ada mendungnya ^o^.
Maap kan miyau🐈
Sumber:Internet