. 6:40 pagi.
"sayank ayo turun, dan makan sarapanmu.
Cepatlah dari pada nanti kamu terlamabat ke sekolah" teriak mama dari arah ruang makan.
"Iya maa sebentar.." jawaban Dirga dari lantai atas, tepatnya di kamarnya sendiri.
2 menit kemudian Dirga sudah siap dengan seragamnya dan sekarang akan melakukan kegiatan yang selalu di lakukanya sebelum berangkat sekolah.
" mama emuah.. (mencium kening mama) masak apa hari ini ma?" Dengan senyum yang merekan dan sangat manis.
"Mama membuat sub daging dan mie jagung,..""Wahhh pasti ini enak bangett.. emmmm aromanya enakk" mencium aroma masakan yang berada di meja makan yang yelah di siapkan oleh mama.
" ihh udah cepet duduk dan sarapan, nanti kamu malah terlambat loo..""Iya iya mamaku tercinta".
Akhirnya Dirga dan mama menikmati sarapan paginya dalam diam, karena memang jika makan haruslah diam dan tak boleh banyak berbicara.
10 menit berlalu mereka pun selesai sarapan dan Dirga berangkat ke sekolah lalu mama bersih-bersih ke belakang rumah.
Saat di pertengahan jalan.. Dirga POV Aku berjalan dengan santai yaa karena ini masih pagi dan jarang antara rumah ku dengan sekolah tidaklah jauh, hanya membutuhkan waktu 20 menit saja.
Lagi pula kemarin Bu mira bilang ia akan masuk saat jam 8 jadi untuk apa aku harus terburu-buru.
Ku nikmati jalanan di pagi hari yang menyegarkan ini, banyak burung-burung berkicau, orang-orang yang sudah berlalu lalang untuk berangkat kekantor ataupun ke pekerjaan yang mereka lakukan.
Anak-anak yang juga sedang berjalan untuk menuju sekolah, ada pula yang mengayuh sepedahnya, ada juga yang Di antarkan oleh orangtuanya menggunakan kendaraan beroda dua maupun empat.
Saat berpapasan dengan mereka, mereka menyapaku dengan senyuman kadang candaan, ku balas dengan senyuman ringan saja.
Kadang ku menjawab juga, kehidupan sekolah memanglah menyenang sekali (Menghela nafas) Ku lihat jam menempel di tangan sebelah kiri dan ku lihat arah jarumya.
Sekarang menunjukan pukul 7:05 dan sekarang ini juga aku audah berada di depan gerbang sekolah.
Ku sapa pak Apri, petugas keamanan atau satpam di sekolah ini.
Beliau memang sudah tahu kalau kelasku dan 2 kelas lainya mendapatkan jam lelajaran agak terlambat dari biasanya, jadi karena itulah pintu gerbang pun belum juga di tutup.
Setelah menyapa pak apri ku langkahkan kaki ku ini untuk menuju ke lantai 2 tepatnya ke kelas ku berada.
Sekolahku ini memiliki beberapa bangunan bertingkat yang terdiri dari beberapa kelas dan ruang kesehatan atau UKS.
Dan yaa kelas yang aku tempati berada di lantai bagian atas,kelas XII'4 itulah kelas ku dan teman-temanku.
Kini aku berada di depan kelas akan memasuki ruangan ini.
Sekolah disini menutup pintu di setiap ruanganya karena yaaa itu peraturanya.
Pokoknya setiap pintu yang berada di rungan mana pun jarang sekali terbuka, harus di tutup setelah selesai masuk atau pun keluar kelas.
Agak aneh juga sih, tapi mau bagaimana karena ini adalah peraturan yang harus di taati.
Dan begini juga kami semua yang bersekolah di sini sudah faham dengan beberapa hal di sekolah ini, toh karena kami juga kelas XII jadinya kami pasti tau.
"(Tok tok tok).
Permisi" ku buka pintu kelasku ini dan ku masuk ke dalam ruangan .
Ternyata teman yang lain belum datang dan tiba-tiba ku mendegar jeritan dari afah belakang.
"Dirga!!" TeriaknyaSaat bersamaan pun aku langsung tersentak dan sangat kanget dengan terialan gersebut.
" eh Ris apaan sih kamu! Bikin kaget aja" gerutuku.
"Hehehe maaf-maaf tapi berhasil kan buat kamu kaget hahahahaha" tawa Riska bener-bener meledak saat itu juga.
"Apa sih Ris..?" " emm gak ada sih hehehe cuma mau kegetin kamh aj" dengan s3nyum sumringahnya.
"Dasar jahil,.. awas loo dapet balesanya" ku coba menakut-nakuti Riska.
" ah yang bener kamu Dir" memasang muka takutnya dengan di buat-buat " ah bodo amat yang penting gw udah berhasil kagetin lo hahaha" .."Dasar jahil" cemberutku.
Kemudian kami bercengkrama bersama, berbincang-bincang mengenai hal-hal ringan yang ada di fikiran masing-masing.
Sambil menunggu semua murid dateng kan, daripada bosen mending cerita-cerita gt dah.
Kami menceritakan pengalaman masing-masing tentang kehidupan rumah, tak jarang aku dan Riska bergosip tengan kelas sebelah yang lagi panas-panasnya.
Entah gara-gara apa kami pun tak tau jadi yaa kami hanya beranggapan dengan imajenasi kami saja.
Kembali POV Dirga dan Riska saat ini sedang berbincang-bincang ringan dengan di barengi canda dan tawa yang mereka lakukan.
Menunggu waktunya bel masuk kelas dan menunggu teman-temanya datang.
Waktu di jam dinding yang ada di tembok atas bagian belakang menunjukan pukul 7:30 dan seharusnya mereka semua sudah datang ke sekolah dan masuk ke kelas.
Tapi sampai saat ini pun hanya 5 orang yang berada di dalam kelas, huftt sudah kebiasaan untuk kelas XII jika berangkat siang dan kemudian di marah oleh guru lalu di beri hukuman.
Yah walaupun begitu bagi anak-anal kelas XII itu hal yang sudah biasa karena saat kelas X pun mereka tetap sama saja melanggar aturan dan sebagainya.
Anak-anak yang badel pun angkatan ini kelas XII ini saja, walaupun seperti itu guru-guru yang berada di sini pun suka dengan anak-anak angkatan kelas XII karena mereka gampang di andalkan dan bisa di percaya untuk mengurus beberapa ekskul yang berada di sekolahan ini.
________________________________________ Gaje lagi miyau buatnya cerita ini, miyau gini dah kalau buat pasti langsung pengen di tamatin tanpa ada yang lainya lagi-_- , soalnya selalu ada ide baru muncul dan itu pun hanya setengah-tiang aja sebel banget kan-_-*.
,>●
Sumber:Internet