Gelap

Istriku Dan Pria Lain 3

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Istriku Dan Pria Lain 3

. Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, beberapa karyawan pabrik yang telah menyelesaikan shift malam beranjak menuju tempat parkiran sepeda motor, tak terkecuali Danar.
Berjalan di sampingnya Agus, seorang teman akrab sekaligus rekan kerja Danar.
Karena hujan mulai turun kedua karyawan itu berlari menuju area parkir motor yang berjarak kurang dari 100 meter lagi sambil berusaha menutupi bagian kepala mereka menggunakan tangan.
"Duh! Kenapa mesti hujan sekarang sih?" Gerutu Danar sambil membersihkan cipratan air di bajunya.
Pria berwajah tirus itu melihat ke atas berharap hujan akan segera berhenti.
"Udah jangan ngeluh mulu, masih mending dikasih hujan bro daripada dikasih masalah.
Hahahaha.
" Seloroh Agus meledek komplain sahabatnya itu.
"Hujan ini juga bagian dari masalah Gus.
" Bantah Danar, dia mengeluarkan sebungkus rokok dari kantong celananya lalu segera menyalakannya dengan korek api.
"Eh iya, Lu jadi pindah ke kontrakan itu?" Tanya Agus, pria dengan jenggot lebat itu juga ikut mengeluarkan sebungkus rokok dari saku baju kerjanya sebelum ikut menikmati tembakau bakar seperti Danar.
"Jadi, Laras udah cocok di situ.
Tadi pagi kami udah mulai tinggal di sana.
""Oooh, pesenku cuma satu aja.
Hati-hati sama pemiliknya, suka kurang ajar sama penghuni perempuan.
" Ucapan Agus barusan seketika mengalihkan konsentrasi Danar yang asyik menikmati rokok.
Suami Laras itu mengalihkan pandangannya pada Agus dengan mimik muka serius.
"Maksud Lu Pak Jasim?""Gue lupa namanya siapa, yang pasti orangnya gendut, kepalanya botak, usianya mungkin 50 tahunan.
" Ujar Agus menjelaskan ciri-ciri fisik yang memang identik dengan Pak Jasim, pemilik kontrakan yang ditempati oleh Danar.
"Kurang ajar gimana maksudnya?" Danar makin penasaran.
Agus menghisap rokoknya dalam-dalam kemudian menghembuskan asap tebal dari dalam mulutnya sebelum kembali bercerita.
"Kamu masih inget Anwar? Anak HRD yang satu tahun lalu ditangkep Polisi?""Anwar? Ah iya, Gue inget! Orangnya yang pendek kecil itu kan?" Ujar Danar.
"Yup betul.
""Kenapa emangnya dengan Anwar?" "Satu tahun lalu, dia sama istrinya juga ngontrak di situ.
Karena ada masalah, dia sempat nunggak pembayaran beberapa bulan.
" Ujar Agus, kembali dia menghisap rokoknya dalam-dalam, pikirannya kembali mengingat kejadian satu tahun lalu.
"Terus?" Danar makin penasaran.
"Karena tunggakan itu pemilik kontrakan ngasih ultimatum ke Anwar dan istrinya buat angkat kaki.
Awalnya Anwar terima dengan keputusan itu dan mulai mikir buat cari tempat baru, tapi tiba-tiba besoknya si Anwar emosi dan ngancam bunuh si pemilik kontrakan sambil bawa parang.
Rame banget waktu itu, celakanya si pemilik kontrakan telpon Polisi.
Jadi, akhirnya Anwar masuk bui.
"Danar menyimak cerita Agus dengan seksama, pikirannya kembali teringat oleh ucapan Pak Jasim beberapa hari lalu saat bercerita jika satu tahun lalu ada penghuni kontrakan yang juga kerja di pabrik Texo, tempat dia bekerja saat ini.
Apakah yang dimaksud oleh Pak Jasim itu adalah Anwar?"Lah? Emang Anwar emosi kenapa? Bukannya dia udah setuju buat angkat kaki dari kontrakan?" Tanya Danar.
"Kata anak-anak yang jenguk Anwar di penjara, dia emosi karena si pemilik kontrakan mengijinkan dia tetap tinggal di sana sampai tiga bulan berikutnya asal istri Anwar mau diajak tidur.
Muntablah dia.
" Kata Agus sebelum kembali menghembuskan asap rokok dari dalam mulutnya.
Danar tercengang, dia kembali mengingat momen saat pandangan jalang Pak Jasim seperti menelanjangi tubuh istrinya ketika mereka pertama kali bertemu.
Cerita Agus barusan seolah sedang memancing rasa takut dalam dirinya, bagaimana keadaan Laras saat ini ketika dia kerja malam? Apakah Pak Jasim akan senekat itu pada istrinya?
Sumber:Internet