Gelap

Jin Penunggu Cincin 10

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Jin Penunggu Cincin 10

.                Jin Penunggu Cincin #part 10#R.
D.
Lestari.
"Raden Mas Abi Aku ingin ketemu," desisku seraya memejamkan mata.
Satu menit, dua menit, tak ada sesuatu yang aneh, tapi pada menit ketiga, kurasakan ...Desiran angin sepoi-sepoi menyentuh tubuhku, sedikit dingin, membuat tubuhku bergetar.
Brrr!Sesuatu di tubuhku menegang, aku kembali mengguyurkan air, dan ..."Kau merindukanku, hah?" Aku terjingkat mendengar suara serak nan seksi tepat di telinga kananku.
Refleks kubuang gayung ke bak, hingga terdengar percikan air yang cukup kencang dan menutupi sesuatu yang menegang di tengah gunung kembar juga bagian bawah.
Tap! Tangan kekar itu mencengkeram kedua lenganku dan memutar tubuh polosku hingga kami saling berhadapan dan netra saling menatap.
"Kenapa di tutupi? Aku sudah sering melihatnya," desis lelaki itu dengan nada menggema.
Ia menggigit bibir bawahnya yang membuat daerah sensitifku berdenyut-denyut riang.
"Eumh, Raden tak pernah melihat sepolos ini, 'kan?" jawabku sengaja ingin menggodanya.
Bibit ranumnya membuat jiwa ini bergolak.
'Shittt! I love it!' "Aku sudah melihat dirimu dengan atau tanpa sesuatu yang menutupimu.
Kau cantik dengan atau tanpa baju, sayangnya kau bukan untukku seutuhnya," kulihat sorot penuh kekecewaan terpancar di mata hazelnya.
Tanpa sadar, Aku mendekat dan salah satu tanganku menyentuh wajahnya.
Salahkah Aku bila mulai memujanya? Jemariku mulai menelusuri wajah dan membawa rambut yang menutupi sebagian wajahnya ke belakang telinga.
"Maaf, Aku tak bisa memilih, tapi Aku tidak akan meninggalkanmu, asal ...,""Asal ...," Ia menatapku, seolah meminta jawaban secepatnya.
"A Aku mendekatkan wajah, sengaja menggodanya.
Ia tampak mulai geram dan salah satu tangannya meraih pinggang polosku hingga tubuh kami menyatu.
"Kau selalu membuatku gusar dan bergairah.
Tak taukah kalau kau adalah racun berbisa yang membunuhku secara perlahan?"Aku terkekeh mendengar ucapannya.
Darimana Jin tampan ini mulai pandai menggombal?"Aku nonton TV,  bareng suamimu, salah satu cowoknya bicara begitu," dengan wajahnya yang polos ia menjelaskan, yang membuatku semakin geli dan tanpa sadar mengangkat kedua tanganku dan menutup mulut.
"Mau Aku sabuni?" tawarnya seraya mulai menggerayangi daerah pinggang, tapi aku langsung menepisnya.
"Dah, aku mau mandi.
Keluar sana," Aku mendorong tubuhnya, tapi ia dengan sigap menarik tanganku, hingga wajah kami hanya berjarak beberapa senti saja.
Saat ia mendekatkan wajahnya, Aku ...Mengangkat salah satu tangan dan menutup mulutku.
Hingga kurasakan ia mendengus kesal.
"Tadi manggil, setelah datang ga boleh diapa-apain," ia mengerucutkan bibir, membuat wajah tampannya semakin mempesona.
"Hussss ... usirku.
Ia akhirnya melangkah gontai menembus dinding, hilang tanpa bekas.
Sedang Aku kembali melanjutkan mandi yang tertunda, sesekali Aku tertawa geli.
Melihat tingkahnya yang seperti manusia.
Kadang cemburu, kadang kesal, kadang marah, untung tampan!
Sumber:Internet