Gelap

Jin Penunggu Cincin 15

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Jin Penunggu Cincin 15

. Jin Penunggu Cincin #part 8#R.
D.
Lestari.
"Aku kan sudah bilang, kalau kau memang dijual kepadaku, Aku memberinya uang," Abiseka kembali mengingatkanku.
"Baik, tunjukkan padaku, agar Aku bisa percaya!""Aku tunjukkan semuanya, tapi dengan satu syarat! Kau harus melayaniku dengan tulus, lupakan lelaki itu saat kau bersamaku, dan aku pastikan, semua akan terbongkar malam ini juga," Ia menatapku dengan tajam.
Kulihat kobaran gairah terpancar dari mata indahnya.
Membuatku kembali meneguk saliva.
Aku yang memang sudah terbakar gairah, mengangguk dengan pasti dan tanpa beban.
Tubuh kekar itu memelukku dari belakang, tangannya menarik handuk yang melekat di tubuhku dan membuangnya kesembarang arah hingga tubuh ini menjadi polos tanpa sehelai benang pun.
Jemarinya mulai menjelajah ke leher dan menyibak rambut yang menutupinya.
Kurasakan gigitan cinta dari bibirnya serta kecupan-kecupan manja yang membuat tubuhku merinding seketika menahan geli yang menjalar hingga bagian bawah berdenyut ria.
Bught!Ia menarikku perlahan hingga tubuh ini kembali terjatuh di pelukannya.
Kali ini ia melakukan semua dengan sangat romantis.
Klik!Lampu tiba-tiba mati.
Aku yang terkejut memeluk tubuh kekar itu dengan erat hingga terdengar derai tawa dari bibir indahnya.
"Jangan takut, lampu memang sengaja kumatikan, Aku begitu senang melihatmu dalam keremangan.
Apalagi melihat wajah cantik dan desahan manjamu, membuatku tak ingin jauh-jauh darimu,"Aku pasrah ketika wajahnya semakin mendekat dan mengecup bibirku dengan pelan.
Sentuhan itu terasa lembut dan teratur, Aku begitu menikmati ciuman itu, bibirnya bukan hanya lembut, dan dingin, tapi juga manis dan menyegarkan.
Awalnya saling mengecup, berakhir dengan saling melumat.
Lidah yang saling terpaut membuat ciuman kami bukan hanya panas, tapi menggelora.
Keringat mulai membasahi tubuh kekarnya.
Kulepaskan pagutan itu saat nafasku mulai terasa sesak dan kembali menghujaminya dengan ciuman panas, karena aku memang begitu gemas padanya.
"Ahhhh!" desahan itu lolos dari bibir tipisnya saat lidahku mulai nakal bermain di chococips miliknya.
Sesekali kuhisap dan kugigit dengan brutal hingga tubuhnya meliuk-liuk menahan nikmat.
"Res nackal!"Senyum nakal kuulas untuknya.
Merasa Ia sudah berada di puncak dan kurasakan miliknya yang sudah mengeras saat ku sentuh, Aku sengaja menggeser tubuh, berdiri dan menjauh darinya.
"Resti! apa yang kau ...," ku dengar nada kekecewaan dari suaranya.
Aku tersenyum puas.
Ini untuk pembalasan karena sudah membohongiku selama ini.
Selalu bilang cinta tapi punya istri banyak! siala* memang !Kuraih handuk dan membalut tubuhku.
Ku lihat wajahnya berubah pias, dan kecewa.
"Resti ... tega!" Aku tersenyum melihat wajahnya yang memelas.
"Ini ... tanggung!" Ia menunjuk bagian bawahnya yang tampak seperti gunung.
"Hemm, Kau bisa pulang dan melepas itu semua dengan istri-istrimu.
Mereka ramai, 'kan? tinggal tunjuk dan pilih, mereka dengan sukarela memberi kenikmatan untukmu," Mendengar ucapanku.
Mata teduh itu berubah sendu.
Kulihat matanya berkilap dan berkaca-kaca.
"Serendah itukah pikiranmu padaku, Resti.
Jika kau tau alasanku, apakah kau masih juga membenciku?".
Sumber:Internet