. Jin Penunggu Cincin#part 16#By: R.
D.
Lestari.
"Dia ... mat* di penggal karena di tuduh memberi racun pada Raja, dan juga karena ia punya hubungan denganku, Aku kehilangannya untuk selamanya,"Sesak, mendengar ceritanya.
Wanita itu tentulah punya tempat yang terdalam di hatinya.
Dewi Paramitha.
Nama yang indah seindah orangnya.
Ya, itu yang kutangkap dari wanita sederhana itu.
Meski penampilannya biasa, kecantikan terpancar begitu nyata pada dirinya.
Tak heran jika Raden Abiseka begitu memujanya.
"Beratus tahun Aku mencari dirinya, berharap akan ada wanita yang punya paras dan prilaku sama sepertinya,hingga Aku menemukanmu, Res"Buntut kekesalanku karena kehilangan Dewi, Aku memilih menikah dengan banyak wanita.
Ya, hanya nafsu, tapi di sini, tak pernah ada cinta itu," Ia menunjuk hatinya.
Kurasakan denyut halus dalam hatiku, seperti merasakan pedih seperti dirinya.
"Dan ... cinta itu kembali berkobar saat kau datang bersama suamimu di ke tempat Tuanku yang dulu, saat itu juga kuputuskan untuk meminta suamimu menjadi tuanku yang baru, semua kulakukan hanya untuk bisa bersama denganmu, Resti,""Tapi, Aku bukan Dewi Aku Resti, kami berbeda.
Aku bukan Dia ...,""Aku tau itu ... maaf, tapi tetap Aku akan selalu mencintaiku, Res"Jadi, percayalah.
Semua ini bukan tipuan belaka,""Tapi, Kau itu Jin ... apa yang bisa kuperbuat?"Abiseka terdiam.
Ia menunduk dan mengusap wajahnya gusar.
"Daripada kau bersama dengan lelaki itu, lebih baik kau ikut bersamaku.
Kita tinggal diistanaku.
Kau tak aka kurang satu apa-pun,""Aku akan menjadikanmu Permaisuriku," "Raden ...,""Panggil Aku Abi... Aku lebih suka kau menyebutku seperti itu," tangan kekar itu membelai wajahku dan menatapku sendu dengan senyum yang terukir indah di sana.
Aku begitu tenang, begitu nyaman berada dekat dengannya.
"Lantas, bagaimana dengan Permaisuri dan ketiga selirmu? pastilah akan terjadi pertengkaran diantara mereka," "Itu urusanku, asal kau mau ikut denganku, kupastikan tak ada yang dapat melukaimu," janjinya.
"Aku ... masih punya suami, dan tak ingin mengkhianatinya lagi," lirihku.
Merasa bersalah karena selama ini telah mengkhianatinya.
Tak dapat kupungkiri Aku masih mencintainya.
Kudengar tawa renyah dari bibir Abiseka.
Saat tawanya mereda, Ia menyentuh tanganku dan menatapku dalam.
"Aku akan membawamu, melihat prilaku suamimu yang sesungguhnya, tapi, sebelum itu, kau ganti baju dulu,"Aku menurut.
Beranjak dari sisinya ke arah lemari, meraih bra merah berenda berikut celana dalam dengan warna serupa.
Kemudian meraih daster batik.
"Ekhm, bisakah dirimu menghilang sebentar? aku malu...," ujarku saat berbalik dan mataku menyorot padanya yang kini menatapku tanpa kedip.
"Tapi, Aku ini pengagum tubuh Res lirihnya menggoda.
Aku terkekeh geli.
Baru kali ini ada yang bilang tubuh montokku ini seksi, padahal lemak menggelayut di mana-mana.
Bang Wildan pun tak pernah memujiku.
"Dah, ngilang sebentar, gih," usirku.
Seraya mendengus kesal, Ia akhirnya menghilang dan membentuk asap.
Aku dengan leluasa mengganti pakaian.
'Dasar Jin cabul, diotaknya pasti cuma enak-enak aja,'
Sumber:Internet