Gelap

Jin Penunggu Cincin 22

๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear โš™ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple (๏ฃฟ) > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Jin Penunggu Cincin 22

. Ahool merasakan tubuhnya panas dingin, seperti ada getaran halus di sekujur tubuhnya yang membuatnya ingin melakukan lebih kepada Resti.
Ahool menggelengkan kepalanya berulang kali, menatap wajah Resti dengan intens.
Saat itu Ia lupa kalau ia berada di dalam tubuh Wildan, danย  saat itu Resti menatapnya sebagai Wildan bukan sebagai Ahool.
"Abang kenapa bang? kok nggak dilanjutin? nggak kangen sama aku?" Tanya Resti seraya mengering manja.
Tentu saja Ahool yang berada di dalam tubuh Wildan merasa salah tingkah.
Ia bingung ingin berbuat apa, karena ini pertama kalinya Ia melakukan hal yang begitu intim kepada seorang wanita.
Resti melihat Wildan heran.
Ia menatap wajah suaminya itu lamat-lamat seperti ada yang salah dan aneh dengan suaminya.
"Bang, kok diem sih? Aku dari tadi manggil nih, sudah siap dari tadi kok dianggurin aja sih?" protes Resti.
'A Bang Wildanย  sudah nggak nafsu sama aku lagi sama Aku? Bang Wildan pasti punya selingkuhan!' pikir Resti.
Ahool yang berada dalam tubuh Wildan semakin bertambah bingung.
Ia kemudian menggeser tubuhnya dan menjauh dari Resti.
Tak mau suaminya direbut pelakor untuk yang kesekian kalinya, Resti berinisiatif untuk mendekati Wildan terlebih dahulu.
Ahool yang didekati Resti mengucurkan keringat dingin.
Pikirannya menerawang.
Bagaimana jika Resti melakukan hal yang lebih kepada Wildan dan Ia pun pasti ikut merasakan apa yang tubuh Wildan rasakan saat itu, karena Ia yang berada di dalam tubuh Wildan.
Resti yang kadung sudah bernafsu dan ingin menyenangkan suaminya membuka satu persatu kancing daster yang ia pakai.
Ia sengaja mengibaskan rambutnya dan memainkan jarinya di antara leher untuk membuat Wildan bernafsu padanya.
Mata Ahool membelalak melihat tubuh Resti yang begitu putih bersih saat daster mulai Ia lucuti dan jatuh di lantai.
Tubuh Resti bukan sekali ini saja Ia lihat, tapi kali ini suasana mendukung dan membuat sesuatu di bawah mulai bergerak dan menegang.
'Astaga! kali ini Akuu mungkin tidak bisa lari dari pesonanya!' batin Ahool.
Jin tampan itu akhirnya pasrah ketika Resti mulai mendekati tubuh Wildan dan menciumi Wildan dari kepala dan turun hingga ke pipi.
"Abang, tunggu ya Bang, Aku mau matiin lampu dulu," ujar Resti yang hanya diangguki oleh Ahool.
Resti beranjak ke pinggir ranjang dan berjalan menuju saklar lampu dan mematikan lampu di kamarnya, Ia menghidupkan lampu tidur hingga ruangan itu menjadi temaram.
Jantung Ahool berdetak lebih kencang menatap setiap gerak-gerik Resti yang hanya memakai celana dalam dan bra berwarna jingga.
Dua gunung kembar Resti tampak sangat cantik hingga membuat Ahool ingin cepat-cepat untuk menyentuhnya.
Insan manapun pasti akan merasa tergoda dan benteng iman itu pastinya akan runtuh juga, saat melihat wanita cantik dengan tubuh indah ada di hadapannya, begitu pula yang terjadi pada Ahool yang tak kuasa untuk menolak Resti yang memang sangat ia cintai.
Ia tak ingin membuang kesempatan yang tidak akan terjadi untuk kedua kalinya karena jika Resti tahu pastinya Resti akan marah pada dirinya.
Ahool meneguk saliva susah payah saat Resti mendekat dan naik ke atas ranjang.
Ranjang bergoyang saat Resti mulai merangkak mendekatinya.
Ahool yang bersandar di kepala ranjang menatap Resti tanpa berkedip sedikitpun.
Ia begitu memuja kecantikan Resti yang semakin cantik diantara minimnya cahaya.

Sumber:Internet