. Dita yang menaruh curiga tak berani untuk keluar dari kamar, Ia benar-benar aneh berada di rumah baru yang diberikan Wildan, karena beberapa kali mendengar suara desisan ular.
Wanita itu akhirnya memilih untuk diam di dalam kamar .
Ia sangat yakin ada yang salah dengan rumah itu.
Wildan pasti menyembunyikan sesuatu.
***Dua hari Wildan tak datang ke rumahnya, Dita masih menunggu Wildan dan jarang keluar rumah.
Sore itu Ia datang ke rumah Dita dengan membawa beberapa makanan.
Dita menerimanya dengan senang hati.
"Bagaimana kabar Resti, Bang?" tanyanya basa-basi.
"Iya, Alhamdulillah, Dit.
Resti anaknya juga baik ," jawab Wildan sekenanya.
Mendengar jawaban Wildan hati Dita terasa teriris karena Ia berharap ialah yang akan disayang Wildan bukanlah Resti.
"Oh, syukurlah.
Akhirnya Abang menemukan kebahagiaan, tapi Aku tidak diceraikan, kan, Bang," sindir Dita.
"Oh, tentu tidak, Sayang.
Kamu akan tetap menjadi prioritas.
Dan Aku ingin tetap mempunyai anak darimu, Dita," Wildan berusaha menghibur Dita, padahal di hatinya Wildan hanya ingin anak Dita sebagai tumbal, karena tumbal masih kurang satu.
Dita bagai berada di awang-awang, lantas memeluk Wildan dengan sayang.
"Makasih, ya, Bang," ucapnya berusaha menyenangkan Wildan.
"Iya, Sayang, kalau begitu Abang mau ke toilet dulu, ya.
Abang sudah kebelet," Ucap Wildan seraya berlalu pergi dari hadapan Dita, tapi sebelum pergi Ia meletakkan handphonenya di atas meja.
Saat Wildan berada di kamar mandi, handphone berdering beberapa kali.
Dita mengangkatnya dan suara seseorang terdengar dari ujung sana.
"Wildan, Bude sudah tidak mau lagi berhubungan denganmu, Kau tega, Wil, menjadikan anak Bude sebagai tumbal!"Degh!Jantung Dita rasanya berhenti berdetak.
Tumbal maksudnya? apa? apa anak dalam kandungannya juga merupakan tumbal?"Wildan, kenapa diam, Bude tahu semua ini, Kau jangan berusaha menutupinya," suara di ujung sana nampak marah.
Dita masih terdiam mendengarkan ocehan wanita di seberang sana.
Pikirannya bermain.
Apa ini memang ada hubungannya dengan kegugurannya beberapa hari ini?Di dera rasa cemburu yang teramat sangat dan sakit hati, Dita lalu berpikiran untuk melakukan sesuatu pada Resti.
"Jika Aku tidak punya bayi, maka Kau pun juga tidak, Resti!" ucapnya dengan rahang yang mengeras.
***Lama Dita menunggu Restikeguguran, tapi Resti tak juga keguguran.
Malah sekarang perutnya sudah mulai membesar di masa kandungan 8 bulan, begitulah yang Wildan katakan.
Ia pun menaruh curiga karena Wildan terus-terusan masuk ke kamar dan sering terdengar suara desisan wanita dari kamar yang Ia rahasiakan, Ia yakin jika Wildan mempunyai pesugihan.
Sore itu Wildan tidak datang ke rumahnya, Ia mengatakan bahwa Resti mengalami kontraksi di usia kehamilan baru masuk 9 bulan.
Wildan pergi dengan terburu-buru meninggalkan Dita di rumahnya, hati Dita sakit.
Ia pun terbakar cemburu dan berjanji akan membuat Resti menderita seumur hidup.
Sedangkan Wildan sudah beberapa hari ini didatangi Nyai Nagini untuk meminta tumbal berikutnya .
Wildan memohon dengan sangat bahwa anaknya kali ini jangan diambil, tapi Nyai Nagini ini tetap akan mengambilnya.
Resti yang kesakitan di dalam kamar berulang kali hanya bisa menahan nyeri, sedang Ahool yang sejak tadi menunggu, berharap bisa membantu Resti tapi ternyata tidak, Resti terus mengerang kesakitan.
Sumber:Internet