. HAPPY READING AND SORRY FOR TYPOSS 0000 Pada hari-hari pertama setelah embrio di transfer kedalam rahimnya, badan Grace selalu merasa capek, padahal ia tak melakuakan apapun.
Selain itu, Grace diharuskan makan putih telur sepuluh biji perhari yang disiapkan rumah sakit untuknya, untuk menghilangkan kembung di perutnya.
Setelah seminggu, ia merasa kram pada perutnya dan memberitahu Agung yang setiap hari mengeceknya, Agung bilang itu biasa.
Esoknya Agung memberikan Grace suntik penguat hingga kram tak terasa dan Grace tak merasa capek lagi.
Sayangnya, itu tak berlangsung lama.
Perutnya kembali kram dan Agung memberi Grace beberapa obat untuk dikonsumsi.
Selama dirumah sakit, Grace hanya berdiam di kamarnya.
Ia benar-benar berharap percobaan kedua ini berhasil.
Apa ia merasa kesepian? Pernah beberapa kali.
Untungnya ada Lela yang menyempatkan mampir menemaninya beberapa kali.
Nasya juga datang setiap siang, mengajaknya mengobrol.
Dan bila malam tiba, Lius akan mengunjunginya.
Rasanya Grace ingin tersenyum setiap mengingat obrolannya setiap malam dengan Lius.
Selama ini, Grace mengira Lius adalah orang yang kaku, berbicara dengannya apalagi sampai bercanda ria itu seperti mustahil dilakukan dengan Lius.
Tetapi, semua perkiraan nya hilang sejak Lius memintanya untuk membantu agar Lius move on.
Lius langsung tertawa melihat muka kaget Grace.
Mengatakan bahwa itu hanya bercanda.
Grace hanya melengos mengiyakan saja.
Suara ketukan pintu menyadarkan Grace dari lamunan nya.
Tersenyum ketika menyadari siapa yang datang berkunjung.
Nasya dan Rascal.
"Apa kabar Grace?" Rascal bertanya ramah sambil meletakkan tas belanjaan Nasya di meja.
"Baik Mas.
" Balas Grace yang segera menutup buku yang rencananya mau ia baca.
"Hari ini pengecekan kan? Apa Dokter Agung sudah kesini?" Grace mengangguk menjawab pertanyaan Nasya.
"Tadi sebelum Mbak kesini, Dokter Agung sudah kesini dan melakukan tes darah saya untuk hasil nanti Mbak.
" Jelas Grace.
"Iya, tadi saat kami telfon, dia bilang dia sedang ada kunjungan pasien.
Mungkin lima belas menit lagi selesai" ujar Rascal sambil duduk di sofa.
Grace mengangguk mengerti, mulai memperhatikan Nasya yang kini duduk gelisah.
"Mbak Nasya baik-baik saja?" Grace bertanya khawatir.
Nasya yang mengangguk sambil terus menggigit bibir bawahnya, terdiam ketika Rascal menghentikan tangan Nasya bergerak gelisah.
Rascal menggenggam jemari Nasya, menyalurkan rasa tenang.
Membuat Nasya tersenyum.
Grace pun ikut tersenyum.
Melihat pasangan didepan nya ini bahagia, membuatnya bangga, bahwa ialah salah satu penyebab mereka bahagia.
Nasya mengalihkan pandangan nya dan menatap Grace.
"Kamu gak nervous Grace?" Grace menggeleng kemudian mengangguk.
Membuat Nasya tertawa.
"Kamu kenapa Grace? Kamu masih sehat kan?" "Bukan gitu Mbak, saya memang gak nervous, tapi kalau di pikir-pikir saya lumayan takut juga.
" Nasya menatap Grace bingung, tak lama tertawa menyadari bahwa Grace sendiri juga bingung.
Untungnya, suara ketukan pintu mengalihkan perhatian mereka.
Agung berdiri disana, mengenakan jas dokternya.
Seorang perawat mengikutinya dari belakang dengan hasil tes darah Nasya.
Sumber:Internet