Gelap

Job Pregnant 13

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Job Pregnant 13

. HAPPY READING AND SORRY FOR TYPOSS 0000 Pada hari-hari pertama setelah embrio di transfer kedalam rahimnya, badan Grace selalu merasa capek, padahal ia tak melakuakan apapun.
Selain itu, Grace diharuskan makan putih telur sepuluh biji perhari yang disiapkan rumah sakit untuknya, untuk menghilangkan kembung di perutnya.
Setelah seminggu, ia merasa kram pada perutnya dan memberitahu Agung yang setiap hari mengeceknya, Agung bilang itu biasa.
Esoknya Agung memberikan Grace suntik penguat hingga kram tak terasa dan Grace tak merasa capek lagi.
Sayangnya, itu tak berlangsung lama.
Perutnya kembali kram dan Agung memberi Grace beberapa obat untuk dikonsumsi.
Selama dirumah sakit, Grace hanya berdiam di kamarnya.
Ia benar-benar berharap percobaan kedua ini berhasil.
Apa ia merasa kesepian? Pernah beberapa kali.
Untungnya ada Lela yang menyempatkan mampir menemaninya beberapa kali.
Nasya juga datang setiap siang, mengajaknya mengobrol.
Dan bila malam tiba, Lius akan mengunjunginya.
Rasanya Grace ingin tersenyum setiap mengingat obrolannya setiap malam dengan Lius.
Selama ini, Grace mengira Lius adalah orang yang kaku, berbicara dengannya apalagi sampai bercanda ria itu seperti mustahil dilakukan dengan Lius.
Tetapi, semua perkiraan nya hilang sejak Lius memintanya untuk membantu agar Lius move on.
Lius langsung tertawa melihat muka kaget Grace.
Mengatakan bahwa itu hanya bercanda.
Grace hanya melengos mengiyakan saja.
Suara ketukan pintu menyadarkan Grace dari lamunan nya.
Tersenyum ketika menyadari siapa yang datang berkunjung.
Nasya dan Rascal.
"Apa kabar Grace?" Rascal bertanya ramah sambil meletakkan tas belanjaan Nasya di meja.
"Baik Mas.
" Balas Grace yang segera menutup buku yang rencananya mau ia baca.
"Hari ini pengecekan kan? Apa Dokter Agung sudah kesini?" Grace mengangguk menjawab pertanyaan Nasya.
"Tadi sebelum Mbak kesini, Dokter Agung sudah kesini dan melakukan tes darah saya untuk hasil nanti Mbak.
" Jelas Grace.
"Iya, tadi saat kami telfon, dia bilang dia sedang ada kunjungan pasien.
Mungkin lima belas menit lagi selesai" ujar Rascal sambil duduk di sofa.
Grace mengangguk mengerti, mulai memperhatikan Nasya yang kini duduk gelisah.
"Mbak Nasya baik-baik saja?" Grace bertanya khawatir.
Nasya yang mengangguk sambil terus menggigit bibir bawahnya, terdiam ketika Rascal menghentikan tangan Nasya bergerak gelisah.
Rascal menggenggam jemari Nasya, menyalurkan rasa tenang.
Membuat Nasya tersenyum.
Grace pun ikut tersenyum.
Melihat pasangan didepan nya ini bahagia, membuatnya bangga, bahwa ialah salah satu penyebab mereka bahagia.
Nasya mengalihkan pandangan nya dan menatap Grace.
"Kamu gak nervous Grace?" Grace menggeleng kemudian mengangguk.
Membuat Nasya tertawa.
"Kamu kenapa Grace? Kamu masih sehat kan?" "Bukan gitu Mbak, saya memang gak nervous, tapi kalau di pikir-pikir saya lumayan takut juga.
" Nasya menatap Grace bingung, tak lama tertawa menyadari bahwa Grace sendiri juga bingung.
Untungnya, suara ketukan pintu mengalihkan perhatian mereka.
Agung berdiri disana, mengenakan jas dokternya.
Seorang perawat mengikutinya dari belakang dengan hasil tes darah Nasya.

Sumber:Internet