. HAPPY READING AND SORRY FOR TYPOSS 000 Sejak dulu, Grace paling anti dengan acara keluarga.
Orang tuanya adalah perantau, setiap kali orang tuanya berkunjung ke kampung untuk bertemu kerabat jauh, ia sama sekali tak pernah mau ikut.
Ketika pemakaman orang tuanya berlangsung dan kerabat jauh berdatangan, suasana canggung menghampiri mereka.
Tak ada yang berniat mengajak Grace berbicara, kecuali mengucapkan bela sungkawa.
Grace juga tak berniat memulai, hanya diam menatap makam orang tuanya hingga para kerabatnya kembali ke kampung.
Meninggalkannya seorang diri.
Karna itu sekarang Grace tak tahu bagaimana harus bersikap.
Ia duduk canggung di samping Nasya yang tengah bercanda dengan anak kecil di hadapan mereka, Crissy.
"jadi, di dalam perut kakak sekarang ada adik bayinya ya?" Crissy menatap Grace penasaran.
Grace tersenyum kaku dan mengangguk.
Ia bingung harus melakukan apa, segalanya terasa tiba-tiba.
Ketika Nasya menghubunginya mengajak makan malam bersama di luar, Ia sama sekali tak menyangka makan malam bersama keluarga Ruess.
Rascal Ruess.
Bila ia tahu mungkin akan menolak.
Terlebih makan malam tersebut diadakan di sebuah restoran yang ia yakini takkan sanggup ia datangi untuk kedua kalinya.
Pandangan matanya jatuh pada kaca besar yang menampilkan pemandangan ibu kota dimalam hari.
Lampu kerlap-kerlip terlihat dari tempat ia duduk.
Seharusnya ini adalah jam sibuk, suara-suara kenderaan dan berbagai hal lainnya berisik menggangu telinga.
Namun, di dalam restoran ini sunyi tak terdengar apapun.
Kecuali dentingan alat makan di meja lain yang tak jauh darinya.
"gimana perkembangan bayinya Nak?" Nila, mama Rascal yang masih terlihat muda bertanya lembut padanya.
Grace menoleh ke pasangan suami-istri didepannya.
"aman kok Tante, sejak dokter Agung mendaftarkan saya di kelas senam itu, badan saya lebih enakan.
" "syukurlah, apalagi kamu hamill anak kembar.
Itu pasti melelahkan.
" Ujar Nila perhatian.
Grace merutuki dirinya yang hanya mampu mengangguk dan tersenyum canggung.
Untungnya makan malam mereka datang, sehingga tak ada lagi percakapan berarti mengenai kehamilan.
Sambil memakan makanannya, Grace menatap keluarga Ruess senang.
Keluarga ini tampak bahagia, saling bercerita mengenai kegiatan sehari-hari dan tertawa.
Layaknya keluarga idaman.
Membuat Grace termenung, berharap seakan waktu bisa diputar.
Bila waktu memang bisa diputar, Grace akan memperbaiki segalanya.
Ia akan dengan senang hati ajakan orang tuanya untuk pergi liburan bersama, atau sekedar makan malam diluar.
Melakukan hal yang ia anggap remeh dulu.
"oh iya Nak, kamu pernah kuliah sebelumnya?" Pertanyaan tiba-tiba Nila membuat Grace tersedak dan segera meminum air yang disodorkan Nasya.
Ia menarik nafas pelan dan berterima kasih pada Crissy yang menepuk-nepuk pelan bahunya.
Melihat Grace yang menatapnya tak mengerti, Nila mengulang pertanyaannya.
"kamu kan masih muda, umur kamu juga masih bisa untuk lanjut kuliah, makannya tante nanya kamu udah pernah kuliah apa belum.
" Grace mengangguk mengerti dan menatap orang di sekelilingnya yang menatapnya penasaran.
ia memang tak pernah mengatakan pada Nasya alasan ia mau menjadi ibu pengganti, karna Nasya tak pernah bertanya.
Ia memaklumi Nasya yang tak ingin mengganggu privasinya.
"saya pernah setahun di kedokteran tante, terpaksa berhenti karna masalah biaya.
" Nila menatap Grace bingung, "kenapa? Memang gak bisa ya ngurus beasiswa? Apalagi kamu kedokteran.
"
Sumber:Internet