. HAPPY READING AND SORRY FOR TYPOSS thanks to wifi nya ya Bro! XD Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami.
Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
000 Senyum tak lepas dari bibir Grace sejak sore tadi.
Pasalnya baru kali ini ia merasa diatas awan, menang dari seseorang.
Ia menatap kartu ditangan Kevin yang masih tersisa beberapa, sedangkan kartu terakhir yang ia miliki telah ia letakkan di lantai yang beralaskan karpet diantara mereka berdua.
"ini udah yang ke sepuluh kalinya Kevin, mau diulang berapa kalipun tetap aku yang menang.
" Melihat Kevin yang merengut tak terima membuat Grace tak bisa menahan rasa senangnya hingga ia tertawa seketika.
Melupakan kesedihan yang sempat mampir kehatinya tadi siang.
Setelah pulang dari rumah sakit tadi, Kevin mengajak Grace untuk bermain kartu guna menghabiskan waktu luang mereka daripada menonton tv yang tak jelas acaranya.
Grace mengiyakan dan berniat megalahkan Kevin karna saat awal permainan Kevin meremehkan kemampuan Grace.
"kamu curang kan? Kamu pasti menyembunyikan kartu lain di belakang tubuh kamu kan? Ngaku!" Bila tatapan bisa membunuh, maka Kevin telah mati karna tatapan tajam Grace pada Kevin kini.
Melihat Kevin yang tak menyerah setelah diberi tatapan maut, Grace mulai merangkak maju mendekati Kevin dan memukul bahu Kevin.
Ketika melihat Kevin bergerak mundur, Grace menyusul gerakan tubuh Kevin dan kembai memukul bahunya.
"kamu pikir aku sepicik itu? Kamu pikir segitunya aku ingin menang? Untuk apa menang kalau dari hasil curang, apalagi cuma untuk permainan cemen gini doang!" Kevin terus menghindar dari pukulan grace menggunakan kedua tangannya ntuk menghalau tangan Grace.
Membuat tangannya yang sebagai tameng menjadi korban mengenaskan.
"Eh? Eh? Kok kamu mukul? Kekerasan nih.
Duh Grace sakit.
Grace.
" ujar Kevin berulang kali setiap pukulan Grace menyapa bahunya.
Ia sebenarnya sama sekali tak merasa kesakitan.
Bukan karna ia penikmat kekerasan, sama sekali bukan.
Kevin hanya merasa lega melihat raut wajah Grace lebih baik sejak di rumah sakit tadi.
Ia senang sekali melihat mimik wajah Grace yang tercampur dari senang, jengkel, kesal, marah menjadi satu.
Dan Kevin senang bahwa Grace malampiaskan semuanya pada Kevin.
Membuat Kevin merasa istimewa karna hampir tiga tahun ini ia hanya melihat raut sendu dan kelelahan diwajah Grace.
Kevin menghentikan gerakan tangan Grace yang hendak kembali memukul bahunya dengan kedua tangannya.
Membuat tubuh Grace yang berat kedepan akibat perutnya yang sudah membesar oleng dan hampir menabrak tubuh Kevin bila seandainya tangan kanan Kevintak cepat menahan bahu Grace.
Membuat tubuh mereka berdekatan satu sama lain dengan wajah saling berhadapan dan mata yang saling menatap.
Melihat untaian rambut panjang Grace bergerak menutupi wajah Grace, Kevin menggunakan tangan kirinya melepas pegangan pada tangan Grace dan merapikan untaian rambut tersebut, meletakkannya dibalik telinga Grace.
membuatnya lebih jelas menatap mata Grace yang menatapnya sedari tadi.
Sumber:Internet