Gelap

Job Pregnant 25

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Job Pregnant 25

. HAPPY READING AND SORRY FOR TYPOSS {Terimakasih wifi kampus} 000 June mengikuti langkah cepat Grace menuju taksi yang sudah menunggu mereka sedari tadi.
Ia sempat menoleh kebelakang, melihat Kevin yang tak menyangka akan kehadiran mereka tadi.
Ia sama sekali tak mengetahui mengapa Kevein bisa ada di makam kedua orang tua Grace.
terlebih Grace yang langsung pergi meninggalkan area pemakaman, setelah menyadari bahwa pria misterius itu selama ini adalah Kevin.
Tetangganya sendiri.
"Grace tunggu.
Hati-hati.
" June mengejar Grace yang kini telah sampai di depan taksi, dengan cepat ia membuka pintu untuk Grace dan berjalan kesisi pintu lainnya.
"Langsung ke rumah sakit aja Pak.
" Setelah mengatakan itu, Grace sama sekali tak mengucapkan sepatah katapun pada June.
Membuat June bingung sendiri, tak tahu harus melakukan apa.
ia tak mungkin bertanya pada Grace yang kini terlihat emosi.
Apalagi Kevin yang masih berada di area pemakaman, tertinggal jauh dari mereka.
Kemacetan jalan membuat June menyadari Grace yang mulai terisak disampingnya.
Ia segera menepuk pelan bahu Grace guna menenangkannya.
"Grace, ada apa? kamu kenapa?" Grace tak menjawab, ia semakin terisak.
Menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Iba, June duduk mendekat dan membiarkan kepala Grace bersandar pada bahunya.
Dengan pelan ia mengelus kepala Grace.
"Sudah Grace, nanti bayi kamu kenapa-kenapa.
Sudah.
" Mendnegar kata bayi, Grace segera menghentikan tangisnya dan menghapus bekas air mata menggunakan punggung tangannya.
Ia kembali duduk seperti semula, menatap sendu June yang kini menatapnya khawatir.
"Tolong bilang padaku June, bilang bahwa ini tak seperti yang aku pikirkan.
" Grace menghapus bulir air mata yang keluar dengan cepat.
"Jangan bilang bahwa Kevin ada sangkut pautnya dengan kecelakan itu.
Ku mohon.
" Akhirnya June mengerti garis besar masalah ini.
Ia mengerti mengapa Grace sangat tertekan dengan kenyataan, bahwa Kevin lah yang selama ini memberikan bunga mawar putih kesukaan ibu Grace di makam kedua orang tuanya.
Hal itu tentu saja membuat Grace langsung berpikir bahwa Kevin lah penyebab segalanya.
Dan penjelasan Kevinl lah jawabbannya.
"Kita bisa tanya langsung sama Kevin nanti.
Sudah Grace, jangan dipikirkan.
Sekarang tarik napas perlahan dan hembuskan.
Kamu perlu untuk tenang sekarang.
" Mendengar perkataan June, Grace segera menenangkan pikirannya kembali.
Ia berusaha sekuat tenaga menghapus kemungkinan-kemungkinan terburuk yang hadir dikepalanya.
Jangan Kevin.
Ku mohon.
Sesampainya di rumah sakit, June menemani Grace yang ingin ke toilet terlebih dahulu.
Sambil menunggu Grace di luar toilet wanita, June memperhatikan sekitarnya.
Tatapannya jatuh pada sepasang anak kembar yang tengah membawa botol minuman di kedua tangan mereka.
June bergeser sedikit, membiarkan anak kembar itu melewatinya masuk kedalam toilet.
Diikuti ibunya yang menyusul mereka dan tersenyum sekilas pada June.
June terbayang bagaimana bayi kembar dalam perut Grace kini.
Paling tidak bayi itu akan terlihat seperti sepasang anak kembar tadi, menggemaskan.
Ketika kembali asik memperhatikan sekitar, June mendengar teriakan dari dalam toilet.
Seorang ibu yang tadi sempat tersenyum padanya, menarik June masuk kedalam toilet tergesa-gesa.

Sumber:Internet