Gelap

Job Pregnant 26

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Job Pregnant 26

. HAPPY READING AND SORRY FOR TYPOSS HARAP BACA NOTE HINGGA SELESAI 000 Ruangan itu penuh suara musik dan kilatan lampu sorot.
Beberapa orang tampak berlari tergesa-gesa membawa peralatan untuk fotografi.
Seorang pria membawa gelas kopi di kedua tangannya dan memberikan kedua gelas kopi tersebut pada pasangan yang duduk di depannya.
"Sorry, kita adanya kopi.
" Rascal menerimanya dan segera memberikan satu gelas pada wanita yang duduk di sampingnya, sedang termenung menatap layar komputer dimana hasil jepretan foto ditampilkan.
"Nasya? Kamu mau kopi?" tanya Rascal menyadarkan lamunan Nasya.
Nasya segera menatap Rascal dan mengambil gelas kopi yang Rascal berikan.
ia memperhatikan isi gelas sebentar dan meminumnya perlahan.
Setelah selesai, ia balas menatap tatapan Rascal.
Ia tahu Rascal sedari tadi mengamati tingkahnya yang terlalu banyak melamun selama mereka berada di Singapura.
"Kamu kenapa Sya? Kamu masih khawatir Grace pergi check up sama siapa?" Nasya menggeleng lemah.
"Aku hanya merasa gak enak aja," jawabnya jujur.
"Gak enak kenapa? Kamu sakit? Mana yang sakit?" Rascal bertanya khawatir.
Bukannya menjawab, Nasya kembali meminum kopinya, berharap bisa menghilangkan rasa pening yang sejak tadi pagi ia rasakan.
Perasaan pening yang hadir karna terlalu banyak pikiran.
Dan sayangnya Nasya sama sekali tak tahu apa yang mengganggu pikirannya.
Ia hanya merasa tak tenang.
"Apa masih lama?" Nasya bertanya pada Rio, manajer Rascal yang kini berdiri di belakang Rascal, mengecek hp.
Rio menggeleng.
"Ini baju terakhirnya, setelah itu selesai.
" Nasya mengangguk mengerti dan menoleh kepada Rascal yang masih menatapnya sedari tadi.
Menatap Nasya dengan tatapan yang membuat orang-orang disekitar mereka menatap iri pada Nasya.
Tatapan penuh cinta dan kasih sayang yang meluap-luap.
"Apa kita bisa langsung pulang ke Indonesia?" Alis kanan Rascal naik keatas, keningnya sedikit berkerut mendengar pertanyaan yang istrinya lontarkan.
"Kamu gak mau nginap dulu.
Kita bisa ambil penerbangan pagi-pagi besok.
" Gelengan Nasya membuat Rascal mengangguk.
"kita ambil penerbangan sore ini oke?" Rascal berusaha menenangkan kegelisahan Nasya.
"Oke.
" Tak ada yang tahu dan mengira bahwa sejam setelah itu, Rascal mendapat telepon dari rumah sakit.
Mengatakan Grace sedang dalam ruang UGD dan siap di operasi.
Bahwa anaknya dan Nasya akan dilahirkan prematur.
Hal pertama yang Rascal lakukan adalah menyembunyikan berita tersebut dari Nasya.
Segera ia memesan tiket penerbangan tercepat menuju Jakarta.
Ia segera memasang raut wajah biasa saja setiap kali Nasya menatap matanya.
Setiap kali Nasya bertanya apa yang terjadi pada Rascal, Rascal segera mengalihkan pembicaraan mereka.
Bersikap tenang seakan tak terjadi apapun.
Pesawat mulai mendarat di bandara Soekarno Hatta, Jakarta.
Rascal mulai bernapas tenang.
Ia mengamati Nasya yang sedari tadi menatap pemandangan luar melalui jendela pesawat.
Dengan perlahan ia menggenggam jemari mungil Nasya dalam jemari tangannya.
"Kamu baik-baik aja kan Rascal?" tatapan Nasya beralih pada Rascal.
Rascal terdiam.
Ia merapikan anak rambut Nasya yang sedikit berantakan dengan tangan kirinya.
memikirkan sekiranya jawaban apa yang akan ia berikan pada Nasya.
Bagaimanapun cepat atau lambat Nasya akan mengetahuinya.
Kabar yang tidak baik.

Sumber:Internet