Gelap

Job Pregnant 27

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Job Pregnant 27

. HAPPY READING AND SORRY FOR TYPOSS 000 "Grace sayang Mama.
Sayang banget.
" "Mama juga sayang sama Grace.
Sayang banget-banget.
" Melihat senyuman lebar di bibir mamanya, Grace segera memeluk dan mencium pipi wanita yang telah melahirkannya.
Ia menatap lekat sepasang mata yang selalu menatapnya sayang, yang akan langsung berair setiap kali Grace merasa kesaki tangan Grace menyentuh kening wanita yang kini terbaring sakit, pasca operasi mengeluarkan janin berusia lima bulan yang sudah tak bernyawa.
"Mama masih lama ya sembuhnya? Sakit banget ya Ma? Sakitnya sama gak pas Grace jatuh dari sepeda?" Melihat mamanya yang mengangguk lemah, Grace menggenggam jemari mamanya dengan kedua tangannya.
"Besok kalau udah gede, Grace mau jadi dokter.
Tiga tahun lagi Grace kuliah kan Ma? Grace mau ambil jurusan kedokteran aja.
Biar Mama kalau sakit, Grace yang obatin," ujarnya.
"Yakin? Jadi dokter itu susah loh.
Ntar kamu gak sanggup.
" Mendengar itu, kening Grace berkerut.
"Pokoknya Grace mau jadi dokter.
Nanti kalau misalnya Grace lupa atau capek waktu kuliahnya trus nyesel, Mama ingetin Grace ya? Mama harus paksa Grace jadi dokter.
Ya?" Wajah mamanya yang tersenyum mengangguk, berganti dengan wajah pucat yang tak lagi bernyawa.
Seolah bergantinya layar kenangan, bibir itu terkatup rapat, tak lagi tersenyum.
Mata itu tak akan menangis lagi untuk Grace.
Jemari hangat itu takkan bisa membalas genggaman tangannya.
Memberikan semangat untuk Grace.
Sepasang mata mengerjap terbuka.
Hal terakhir yang ia ingat sebelum pingsan di ruang operasi tadi adalah wajah dua bayi mungil yang sedang tertidur setelah diberi ASI.
Grace tahu ia kelelahan, Dokter Agung sebelumnya sudah mewanti-wanti bahwa ia bisa pingsan kapan saja setelah melahirkan.
Sambil mencoba mengumpulkan kesadarannya, Grace memandang ke sekitar kamar.
Ruangan VVIP yang pernah menjadi ruang inapnya terdahulu, saat ia memulai program bayi tabung untuk kedua kalinya.
Lampu tidur ruangan dinyalakan, tirai yang tertutup rapat menandakan bahwa ia terbangun di malam hari.
Tak jauh darinya, seseorang tengah berbaring membelakanginya di atas sofa.
Seseorang yang Grace yakini seorang pria.
Ia mengamati pria itu yang hanya berbaring kedinginan tanpa selimut.
Grace menghembuskan nafasnya berat.
Ia teringat kejadian saat di pemakaman kedua orang tuanya.
Bertanya-tanya di dalam hati.
Mengapa Kevin ada di sana? Bagaimana Kevin mengenal orang tuanya? Apa dia yang selalu memberi bunga mawar putih dengan jumlah tangkai yang sama dengan tanggal hari dimana orang tuanya meninggal? Tangan kanannya bergerak. perlahan menyentuh perut bagian bawahnya yang terasa nyeri.
Kepalanya berdenyut.
Rasa pusing menghampirinya tiba-tiba dan pandangannya kembali gelap.
*** Grace mendengar suara orang yang sedang bercakap-cakap dari teve yang biasa ia dengar.
Merasa tenggorokannya kering, dengan perlahan ia membuka kelopak matanya, melihat seorang perempuan berdiri di sampingnya.
Menatapnya dengan khawatir dengan cahaya dari jendela yang ada di belakang perempuan itu.
"Kamu ngerasain sakit Grace? dimana? Apa yang gak nyaman?" Grace tersenyum mendengar rentetan pertanyaan Nasya yang penuh dengan nada khawatir.
"Haus Mbak," jawabnya.
Nasya segera mengambil gelas yang tersedia di meja dan memberikannya pada Grace, tak lupa membantu posisi Grace agar nyaman saat minum.
Setelah dirasa cukup, Grace berterimakasih dan kembali berbaring.

Sumber:Internet