. Sabtu, 10-9-22Hai, apa kabar?Sudah lama ya? Pasti kalian bakal mengumpat aku dengan amat sangat kasar, sebab 3 kali update aku hanya memberi kalian sebuah alasan, alasan dan alasan.
Kenapa gak jujur aja? Kalau aku sekarang sedang tidak baik-baik saja.
5 tahun tanpa menyambung JP, banyak hal yang terjadi.
Tapi kadang suka lupa dengan banyak hal itu.
Denial kalau hidup aku gini-gini aja.
Baik-baik aja.
Padahal nggak.
Buat kamu pembaca baru, pasti merasa bahwa aku terlalu banyak curhat di cerita ini.
Kayak orang gak punya teman aja.
Padahal aku punya.
Tapi, rasanya gak leluasa menceritakan keresahan yang aku rasakan sama mereka.
Mereka juga punya keresahan lain.
Jadi, bolehkah aku lanjut berkeluh-kesah di sini?Dalam 5 tahun terakhir, teman-teman ku sudah pada menikah dan punya anak.
Beberapa juga sibuk dengan pekerjaan baru.
Ada juga yang sudah move on dengan masa lalunya dan glow up di berbagai aspek.
Aku sudah bekerja.
Hampir genap 2 tahun.
Aku belum menikah.
Aku juga belum menyelesaikan skripsi, ini tahun terakhirku jika benar-benar mau mempunyai gelar di belakang nama.
Aku masih berkutat pada resolusi-resolusi ku yang aku buat saat mahasiswa baru dulu.
Dan itu mengikatku.
Karena hanya bisa kulihat dari jauh.
Rasanya, semua masalah ku ini terlalu rumit untuk diurai satu persatu.
Aku capek.
Menjadi dewasa ternyata sangat melelahkan.
Rasanya ingin berhenti, tapi masih banyak yang belum dilakukan.
Termasuk menyelesaikan cerita ini kepada kalian.
Aku tau kalian juga punya masalah, dan membaca mungkin saja merupakan salah satu cara menghibur diri.
Aku juga begitu.
Aku sadar, cerita ini masih jauh dari kata bagus.
Baik itu segi penulisan, karakter maupun plot.
Aku juga membaca komentar terkait plot hole di beberapa chapter.
Yang setiap ku baca ulang ingin rasanya ku unpublish.
Tapi tidak, aku melihat awal cerita ini seperti melihat diriku yang sudah berproses (meski lamban).
Jadi, terima saja chapter-chapter itu.
Akan diperbaiki setelah tamat.
Jadi mohon maafkan jika ada perbedaan gaya menulis dan sebagainya di chapter selanjutnya.
Dalam 5 tahun ilmu menulis ku bertambah loh.
Aku juga tidak tahu mau mengatakan apa di sini.
Beberapa waktu lalu aku berkenalan dengan seseorang, dia bertanya apa mimpiku yang ku hentikan karena berpikir realistis? Jawabannya mungkin di sini.
Mungkin.
Senin, aku akan meng-upload kelanjutan cerita ini.
Semoga.
Sumber:Internet