. HAPPY READING AND SORRY FOR TYPOSS 0000 Bunyi petir membuat Grace semakin tak bisa tidur.
Grace bolak balik melihat langit dari jendela apartemennya, dan sepertinya ramalan nya benar.
Malam ini akan hujan lebat.
Grace berjalan menuju lemari pendingin yang sudah tua tapi masih berfungsi dengan baik.
Ia ingin mengambil makanan tadi pagi yang ia simpan.
Grace belum makan sepulang dari rumah sakit tadi, dan sekarang ia kelaparan.
DUAARRRR Grace memejamkan mata sambil menutup telinga dengan kedua tangannya.
Ketika ia membuka mata perlahan, hujan sudah mulai turun, dan parahnya lebat.
Parahnya lagi listrik mati.
Membuat apartement nya gelap gulita.
ย Grace mengambil hp nya yang tak jauh dari tempatnya berdiri dengan meraba-raba.
Ditemani sedikit cahaya dari senter hp nya, Grace kembali melihat kearah luar,ย butiran air hujan yang menempelย di jendela apartemennya.
Sepertinya hanya gedung apartement nya saja yang listrik mati.
Pasalnya gedung - gedung sebelahnya memancarkan cahaya seperti biasa.
Grace meraba kepalanya yang terasa basah.
Oh tidak.
Ini bukan kejadian berhantu seperti di film atau novel novel horor yang pernah ia baca dulu kan?.
Sambil bergidik ketakutan, Grace bergeser menjauh dari tempatnya berdiri tadi.
Ia menghidupkan hp nya cepat dalam gelap dan menghubungi nomor yang sudah dia hapal di luar kepala.
*** "Duh Grace ini cuma bocor biasa, bapak kira kamu kenapa-kenapa sampai nyuruh bapak kesini cepat-cepat.
" Pak Amir menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menyenter langit-langit apartement Grace yang mengalirkan air-air hujan.
Grace menghela nafas lega, selagi menunggu Pak Amir datang, ia sudah ketakutan.
Ini semua karena teman-teman kuliahnya dulu yang sering menakutinya.
"Tapi kenapa bisa bocor pak? Biasanya kalau hujan aman-aman aja.
" Grace mulai mengamankan barang-barangnya, setelah sebelumnya menampung bocoran air dengan ember.
"Gara-gara anginnya kencang, jadi penampung air yang tepat diatas apartement Nak Grace jatuh ditambah lagi apartement ini kan udah tua Nak Grace.
" Pak Amir menoleh kearah jendela, hujan masih lebat, tak menampakkan akan reda.
"Salah Bapak juga, besok pagi Bapak benerin ya? Soalnya hujan nya bakal awet nih Nak Grace sampai besok pagi.
" Sambung Pak Amir lagi.
Grace mengangguk.
"Parah sekali ya Nak Grace? Semua ruangan bocor?" Grace mengangguk, "Iya Pak, kamar yang paling parah pak.
" Pak Amir terkejut.
"Lah, trus malam ini tidur dimana?" Grace mengendikkan bahu, ia pun belum tahu nasibnya malam ini.
Tidur di hotel atau wisma terdekat? Keluar apartement nya saja ia takut, apalagi ke gedung seberang.
"Pak! Ini lampu memang mati semua ya?" Grace dan Pak Amir menoleh kearah pintu apartement Grace yang memang sengaja tak ditutup.
Kevin berdiri diambang pintu dengan lilin ditangannya.
Pak Amir berjalan mendekati Kevin.
"Ia Nak Kevin, dan ginset nya rusak, lupa di bawa ke tukang service.
Maaf ya,," Kevin mengangguk mengerti.
"Ya udah Pak, Gak papa Pak.
" Kevin menatap apartement Grace sekeliling.
"Bocor Pak?" Tanyanya.
"Iya Nak Kevin, penampung air yang tepat diatas apartement Nak Grace jatuh.
Karna itu sekarang bingung mau tidur dimana, pada basah semua.
"
Sumber:Internet