Gelap
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear โš™ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple (๏ฃฟ) > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Job Pregnant 4

. HAPPY READING AND SORRY FOR TYPOSS 0000 Bunyi petir membuat Grace semakin tak bisa tidur.
Grace bolak balik melihat langit dari jendela apartemennya, dan sepertinya ramalan nya benar.
Malam ini akan hujan lebat.
Grace berjalan menuju lemari pendingin yang sudah tua tapi masih berfungsi dengan baik.
Ia ingin mengambil makanan tadi pagi yang ia simpan.
Grace belum makan sepulang dari rumah sakit tadi, dan sekarang ia kelaparan.
DUAARRRR Grace memejamkan mata sambil menutup telinga dengan kedua tangannya.
Ketika ia membuka mata perlahan, hujan sudah mulai turun, dan parahnya lebat.
Parahnya lagi listrik mati.
Membuat apartement nya gelap gulita.
ย  Grace mengambil hp nya yang tak jauh dari tempatnya berdiri dengan meraba-raba.
Ditemani sedikit cahaya dari senter hp nya, Grace kembali melihat kearah luar,ย  butiran air hujan yang menempelย  di jendela apartemennya.
Sepertinya hanya gedung apartement nya saja yang listrik mati.
Pasalnya gedung - gedung sebelahnya memancarkan cahaya seperti biasa.
Grace meraba kepalanya yang terasa basah.
Oh tidak.
Ini bukan kejadian berhantu seperti di film atau novel novel horor yang pernah ia baca dulu kan?.
Sambil bergidik ketakutan, Grace bergeser menjauh dari tempatnya berdiri tadi.
Ia menghidupkan hp nya cepat dalam gelap dan menghubungi nomor yang sudah dia hapal di luar kepala.
*** "Duh Grace ini cuma bocor biasa, bapak kira kamu kenapa-kenapa sampai nyuruh bapak kesini cepat-cepat.
" Pak Amir menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menyenter langit-langit apartement Grace yang mengalirkan air-air hujan.
Grace menghela nafas lega, selagi menunggu Pak Amir datang, ia sudah ketakutan.
Ini semua karena teman-teman kuliahnya dulu yang sering menakutinya.
"Tapi kenapa bisa bocor pak? Biasanya kalau hujan aman-aman aja.
" Grace mulai mengamankan barang-barangnya, setelah sebelumnya menampung bocoran air dengan ember.
"Gara-gara anginnya kencang, jadi penampung air yang tepat diatas apartement Nak Grace jatuh ditambah lagi apartement ini kan udah tua Nak Grace.
" Pak Amir menoleh kearah jendela, hujan masih lebat, tak menampakkan akan reda.
"Salah Bapak juga, besok pagi Bapak benerin ya? Soalnya hujan nya bakal awet nih Nak Grace sampai besok pagi.
" Sambung Pak Amir lagi.
Grace mengangguk.
"Parah sekali ya Nak Grace? Semua ruangan bocor?" Grace mengangguk, "Iya Pak, kamar yang paling parah pak.
" Pak Amir terkejut.
"Lah, trus malam ini tidur dimana?" Grace mengendikkan bahu, ia pun belum tahu nasibnya malam ini.
Tidur di hotel atau wisma terdekat? Keluar apartement nya saja ia takut, apalagi ke gedung seberang.
"Pak! Ini lampu memang mati semua ya?" Grace dan Pak Amir menoleh kearah pintu apartement Grace yang memang sengaja tak ditutup.
Kevin berdiri diambang pintu dengan lilin ditangannya.
Pak Amir berjalan mendekati Kevin.
"Ia Nak Kevin, dan ginset nya rusak, lupa di bawa ke tukang service.
Maaf ya,," Kevin mengangguk mengerti.
"Ya udah Pak, Gak papa Pak.
" Kevin menatap apartement Grace sekeliling.
"Bocor Pak?" Tanyanya.
"Iya Nak Kevin, penampung air yang tepat diatas apartement Nak Grace jatuh.
Karna itu sekarang bingung mau tidur dimana, pada basah semua.
"
Sumber:Internet