. HAPPY READING AND SORRY FOR TYPOSS 000 Apartement nya berubah 180 derajat.
Apartement yang awalnya terlihat kosong melompong kini terlihat 'terisi'.
Yang awalnya terlihat berpenghuni, kini terlihat ada yang menghuni.
Grace menatap puas hasil kerjanya.
Oke.
Dikoreksi, hasil kerjanya dibantu June dan Kevin.
Kemarahannya akan mulut kasar Kevin terbayar dengan ahlinya Kevin menata apartemennya.
Seperti kata June, Kevin adalah ahlinya.
Mereka baru saja menyelesaikan nya sebelum tengah malam.
"Waw.
Melihat hasil kerja kita, kayaknya kita bisa bikin acara tv 'bedah apartement'.
" Grace menyetujui perkataan June.
Banyak perubahan dalam apartemennya.
Dinding apartement nya kini tak terlihat kusam, sudah berwarna biru ke abu-abuan.
Lemari pendinginnya yang usang, kini di plester dengan gambar laut.
Grace tak ingin mengganti lemari pendinginnya, karna menurutnya mesinnya masih bagus.
Hanya bagian luarnya saja yang usang.
Kini Grace punya dapur mini, yang sangat cantik.
Membuatnya semangat untuk memasak.
Ia bahkan kini punya sofa single yang sangat empuk untuknya menonton film di laptop, laptop kesayangannya yang jarang ia sentuh karna kesibukan kerjanya.
Gorden-gorden besar berwarna abu-abu yang membingkai jendela tersebut terlihat mewah.
Ada sofa panjang berwarna senada yang kini mereka bertiga duduki.
Meja lipat bertingkat di sudut ruangan.
Jangan lupakan kayu jati tersusun rapi buatan Kevin tempat meletakkan pot-pot kecil yang belum Grace isi.
"Jadi besok pagi kita ngebedah kamar kamu Grace?" Grace berfikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan June, saat ini ia memang belum menghias kamarnya, karna hari sudah malam.
"Bisa sih, besok aku gak kerja.
" Ujar Grace sambil melanjutkan makannya.
Makan malam yang terlambat, mengingat jam dinding menunjukkan angka sepuluh.
"Oke.
Lo bisa kan Kev? Besok minggu kan? Itu artinya lo gak kuliah.
" June menatap Kevin yang sedari tadi hanya diam dalam makannya.
Kevin mengangguk santai.
Membuat Grace tersenyum didalam hati.
Ia memang kesal setengah mati dengan mulut kasar Kevin selama bekerja tadi, bahkan Kevin memilih warna cat dinding itu karna sifat Grace yang katanya suram, berwarna abu-abu.
Tetapi, melihat hasil jadinya mau tak mau membuat Grace tersenyum bahagia.
Perpaduan warna yang Kevin pilih memang sesuai untuk Grace yang memang tak suka warna yang terlalu mencolok.
"Bagus.
Grace kamu harus bersiap, besok hidupmu kan berubah.
" June berkata diplomatis, membuat Grace mau tak mau tertawa.
Hidupnya memang sudah berubah June.
Sejak penandatanganan surat perjanjian itu.
**** Besok paginya Grace kesal bukan main.
Bukan pada Kevin, tetapi pada June.
"Sorry ya Grace, aku lupa hari ini ada jadwal di studio.
Maaf ya.
" Bibir Grace tersenyum tipis.
Rasanya ia ingin memarahi June habis-habisan.
Diurungkan nya karna mendengar suara June yang mengiba.
Membuatnya mau tak mau memaafkan June dan merelakannya.
June yang merasa sudah aman, meminta maaf sekali lagi pada Grace dan berpamitan pergi ke tempat kerjanya.
Sepeninggal June, Grace menyembunyikan mukanya dengan tangan.
Ngebedah kamarnya hanya berdua dengan Kevin?? Itu namanya mencari perang dunia ke tiga! Belum sempat Grace menutup pintu, Kevin muncul di depannya dengan beberapa peralatan 'ngebedah' kamar apartement Grace ditangannnya.
Sumber:Internet