Gelap

Job Pregnant 9

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Job Pregnant 9

. HAPPY READING AND SORRY FOR TYPOSS 0000 Deras hujan kota Jakarta menghentikan langkah kaki Grace yang ingin meninggalkan bangunan salah satu rumah sakit swasta ternama.
Setelah melirik jalanan yang tak kelihatan satupun taksi lewat, Grace memutuskan untuk menunggu di teras rumah sakit bersama dengan orang yang bernasib sama dengannya, berteduh dari hujan.
Sebenarnya ia bisa saja kembali masuk kedalam, hanya saja ia segan.
Baru beberapa minggu lalu ia masih berstatus sebagai cleaning service, dan kini ia seorang pasien.
Tak tanggung-tanggung, seorang pasien khusus dari donatur rumah sakit ini.
"Grace,,?" Grace menatap orang yang menyapanya.
Di depannya kini berdiri seorang pria tampan, yang paling diidolakan dirumah sakit ini.
Dokter Agung.
"Ya Dok, ada apa?" Agung tersenyum menatap lawan bicaranya.
"Kamu belum pulang Grace? Gak ada taksi?" Grace mengangguk, kembali mengalihkan pandangan ke jalanan.
Hari ini ia baru saja selesai menjalani pemeriksaan rahim, sebelum besok embrio-embrio terbaik yang sebelumnya sudah berkembang dengan baik akan dipindahkan ke dalam rahimnya.
Grace semakin berdebar, memikirkan bahwa besok akan ada calon janin dalam perutnya.
Janin yang akan menjadi bayi.
Bukan bayinya, bayi orang lain.
"Apa kamu mau pulang sama saya?" Grace menatap Dokter Agung terkejut.
Sama sekali tak menyangka dengan tumpangan yang diberikan.
Melihat Grace yang hanya diam, Agung melanjutkan.
"Daripada kamu nunggu lama-lama disini, kamu gak bisa istirahat untuk besok.
" Grace terdiam, menyetujui perkataan Agung.
Dengan anggukan singkat ia mengikuti Agung yang berjalan menuju tempat parkir.
Hari masih sore ketika mobil Agung perlahan meninggalkan rumah sakit.
Sepanjang perjalanan Grace hanya menatap jendela yang terkena rintikan air hujan.
Tak sadar bahwa pria disampingnya bolak balik melirik ke arahnya.
"Jadi gimana perasaan kamu tentang besok?" Agung bertanya ketika mobil berhenti di lampu merah, membuat Grace mengalihkan perhatian nya.
"Gak tau Dok, ini pertama kalinya bagi saya untuk hamil, apalagi bukan anak saya.
Rasanya senang tapi.. entahlah.
" Grace tersenyum bimbang.
"Apa itu artinya kamu mulai memiliki rasa sama calon bayi ini? Kamu tahukan itu bisa berbahaya untuk kedepannya?" Grace mengangguk, "Saya tahu benar kok Dok, sadar sekali dengan resiko pekerjaan ini.
Yaitu akan memiliki perasaan tersendiri untuk si bayi, yang bayinya sendiri bukan milik saya.
" Grace menatap mobil didepan mereka yakin.
"Kalaupun nanti perasaan itu datang, Saya gak perlu memilikinya kan? Ada yang bilang, bahwa melihatnya bahagia saja sudah cukup.
" *** "Buat apa lo tau kenapa gue milih dia?" Lius memberikan secangkir teh hangat pada sahabat yang duduk di sofa apartemennya kini.
Entah karna angin apa, Agung tiba-tiba datang berkunjung dan bertanya mengenai alasannya memilih Grace sebagai ibu pengganti Nasya.
"Gue cuma pengen tahu aja.
Lo kenal dia udah lama?" "Ya baru beberapa tahun belakangan ini.
Kenapa?" Agung terdiam sambil mengigit jari tangannya, kebiasaannya ketika berpikir.
"Gue ngerasa gak asing dengan dia.
Kayak pernah ngeliat dia dimana gitu,,"
Sumber:Internet