. Mohon maaf sebelumnya bila ada kesalahan penulisan baik kata ataupun kalimat, mohon dimaklum karna saya juga penulis baru yang benar benar baru mencoba untuk menulis cerita ini.
😁 16 November 2017 Cuaca siang itu sangat cerah, seakan langit beserta isinya turut bergembira menyaksikan khidmatnya pernikahan antara Bimo Pradipta (28) dengan Oktarina Sri Wahyuni (25).
Para keluarga beserta undangan sangat menikmati pernikahan yang bergaya sederhana namun elegan tersebut.
"Bim, gua baru liat istri lo bening bener! Mestinya cepet nih lo punya anak.
" Ujar Fandi, salah seorang sahabat Bimo sejak SMA.
"Emang apa hubungannya?" Balas Bimo dengan pura-pura tak mengerti apa maksud sahabatnya itu.
"Alah pura-pura bego lu! Ntar juga ngerti, btw nih gue punya obat stamina biar joss nih buat malam pertama nanti bim" Ujar Fandi sambil tangannya menyelipkan bungkusan plastik kecil kedalam jas pengantin Bimo.
Bungkusan yang didalamnya terisi beberapa butir pil obat yang disebutkannya tadi.
Bimo yang bingung dengan tawaran Fandi hanya bisa diam dan menerima pil tersebut didalam kantong jasnya.
"Dasar lo mesum, tau aja obat beginian" ujarnya kepada Fandi yang hanya dibalas dengan tepukan tangan oleh sahabatnya itu ke punggungnya.
Sehari berlalu terasa sangat cepat, hingga saat ini pasangan yang sedang berbahagia tersebut sudah masuk ke kamar pengantin.. Oktrina atau biasa dipanggil Oca saat ini sedang duduk di meja rias sambil melepas segala perhiasan juga aksesoris lain yang melekat pada tubuhnya, di sebelahnya terdapat seseorang yang sedang menatap kecantikan istrinya, ya.. dialah Bimo Pradipta, suami dari sosok cantik disebelahnya tersebut.
"Cantik banget kamu dek"Itulah kalimat yang terlontar olehnya setelah sekian menit ia menatap istrinya.
Oca pun menjawab.
"Ah mas, kalo ngga cantik, ntar masnya mana mau sama aku" Bimo : "Engga kok dek, kamu itu cantiknya natural, gak nyesel deh aku pokoknya milih kamu jadi istri aku" Oca : "Ih belum juga sehari jadi suami udah ngomong gitu, awas nanti kemakan omongan sendiri lho mas hehe" Bimo : "Kok gitu ngomongnya dek, ya ndaklah mas itu kalo udah ngomong gakmungkin mas telen lagi.
" Oca : "hehe iya suamiku sayang, oca cuma becanda kok.
Yaudah aku ke kamar mandi dulu ya mas, mau bersih bersihin make up nih.
Mas istirahat dulu aja, capek kan seharian?" Bimo : "iyaa istriku, aku rebahan aja deh sambil nungguin istriku ini, cium dulu dong" Oca : "dasar manjaa, nih ciuman pertama istrinya" *Muaaaaaaah* Oca mengecup ringan bibir suaminya, setelah itu ia tersenyum dan berbalik menuju kamar mandi.
Sesaat Oca telah menghilang dibalik pintu kamar mandi dan kini Bimo hanya sendiri sambil merenungi perkataan istrinya tadi.
"Bener juga ya, ini kan ciuman pertama dari dia setelah jadi istri gue" Meskipun bukan ciuman pertama mereka, namun ciuman tadi sangat berkesan dihati keduanya.
Ya, karna ciuman tersebut mereka lakukan setelah sah menjadi pasangan suami istri.
Sejenak Bimo teringat dengan titipan temannya Fandi, "Lumayan nih siapa tau jadi makin hot malam pertama gue" batin Bimo sambil merogoh kantong jasnya.
Setelah itu, ia mengambil segelas air putih dan meminum obat kuat tersebut.
Oca POV "Duh gimana ini ntar ya, kata si Tyas sama Merli bakalan sakit.
Apa tunda dulu ya, tapi takut mas Bimo ntar malah marah" batin Oca gelisah karna malam ini keperawanannya akan diserahkan kepada Suaminya, pemilik dirinya yang sah saat ini.
Setelah mandi serta membersihkan sisa make up di wajahnya, Oca pun memakai gaun malam yang ia telah siapkan bersama kedua sahabatnya.
Lalu ia berdiri menghadap kaca sambil berlenggak lenggok bagai seorang model majalah dewasa dalam hatinya ia bangga dengan tubuhnya yang bisa dibilang "montok".
Dengan tinggi 168cm, tubuhnya terlihat sangat bugar dan kencang ditambah dengan ukuran payudaranya 34D.
Tidak hanya mempunyai badan yang aduhai, Oca juga memiliki wajah yang cantik, bahkan tanpa baluran make up diwajahnya, ia bisa memikat pria mana saja yang ia temui.
"Ayo ca, jangan takut ini cepat atau lambat pasti terjadi.
Pasti gue juga bakalan berhubungan seks sama mas Bimo, kalo awalnya sakit mungkin seterusnya gue bisa menikmatinya" -- Pintu kamar mandi terbuka, dan pandangan Bimo langsung terpaku ke arah pintu kamar mandi.
Disana ia melihat istrinya hanya memakai lingerie yang sangat seksi belahan dada gaun malamnya memperlihatkan bentuk payudaranya yang ranum dan kencang itu.
Dengan senyum manisnya Oca melangkah perlahan menuju tempat peraduan mereka, Bimo dengan cepat menyambut Oca dengan sebuah pelukan mesra sambil berbisik "kamu indah sekali sayang" yang dibalas dengan senyuman oleh Oca.
Mata mereka bertemu dan saling menatap tajam satu sama lainnya.
Wajah mereka semakin mendekat bibir Bimo mencari bibir Oca hingga akhirnya bibir mereka bertemu.
Sesat mereka saling mengecup dan saling mengelus tubuh lawan mainnya, entah siapa yang memulai ciuman mereka telah menjadi semakin panas, mulut mereka terbuka membiarkan lidah mereka saling membelit menari nari menjadi sebuah percumbuan yang amat panas.
Bimo yang telah dipengaruhi obat perangsang langsung saja memasukan tangannya untuk meraih buah dada Oca.
"Aahh enak masssh" desah Oca disela sela ciuman mereka saat merasakan rangsangan hebat yang berasal dari puting payudaranya yang sedang dimain mainkan oleh Bimo.
"Aku mau isep tetekmu ya dek" pinta bimo setelah melepaskan ciuman panas mereka, dan langsung mengarahkan mulutnya ke payudara Oca yang telah terpampang karena ulah tangannya.
"Slrrrpp sllrppp ahh gede banget sayang tetek kamu" ujar Bimo yang hanya dibalas desahan nikmat oleh Oca.
Oca yang sedari tadi cenderung mengikuti permainan Bimo, kini mulai meraba raba ke bagian bawah tubuh Bimo, sambil satu tangan lainnya menjambaki rambut Bimo sebagai respon dari kenikmatan yang ia dapat dari permainan suaminya di buah dadanya.
Tangan Oca terus aktif mengelus batang milik Bimo dari luar boxernya, dan suaminya itu pun merespon dengan mengarahkan tangan Oca agar masuk ke dalam boxer dan merabai penisnya itu.
Oca yang awalnya terlihat terkejut kini sudah mulai mengocok kemaluan suaminya sambil menikmati rangsangan di buah dadanya, begitu terus mereka lakukan sampai akhirnya Bayu bangkit dari tempat tidur untuk melepas boxernya, begitu juga Oca yang langsung melepaskan lingerie yg ia kenakan hingga saat ini mereka berdua sama sama telanjang dan telah siap untuk memasuki babak baru percintaan mereka malam itu.
Bimo langsung saja mengomandoi istrinya untuk merebahkan dirinya di atas tempat tidur, dengan kedua tangannya Bimo merenggangkan kaki Oca agar ia leluasa untuk memasuki vagina istrinya tersebut.
"Pelan pelan ya maas" Bimo tampaknya sangat fokus untuk mencari titik lubang vagina milik Oca sehingga ia tidak mendengarkan permintaan istrinya tersebut, setelah mendapatkan jalan pintu masuk ke lubang kenikmatan milik Oca, Bimo langsung saja mendorong penisnya tanpa aba aba terlebih dahulu.
"Ahhhhkk sakit mass, pelan pelan" protes Oca yang kaget bukan saat suaminya memasuki dirinya dengan tiba tiba, seperti tersengat aliran rangsangan yang hebat Oca memberikan respon dimana vaginanya menjadi semakin menjepit penis Bimo.
"Maaf sayaangkh, aaakhh enak yaang aku langsung nyampe" Ujar Bimo saat tidak disangka sangka penisnya langsung memuntahkan spermanya didalam vagina istrinya.
Darah perawan Oca pun terlihat mengalir keluar yang diikuti dengan air mani milik Bimo.
Bimo yang merasakan nikmat yang amat sangat, langsung terbaring di sebelah Oca sambil memejamkan matanya dan tertidur.
Oca menitikan air mata bahagianya saat ia akhirnya menyadari bahwa keperawanannya telah diambil oleh suaminya, laki laki yang selama ini sangat ia cintai.
Dalam hatinya, ia merasa telah menjadi seperti wanita sesungguhnya, dan berjanji akan mengabdikan dirinya untuk pria yang sedang tertidur disebelahnya ini.
Sumber:Internet