Gelap

Kesepian 6

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Kesepian 6

. Di warung seberang pemandian air panas, Ucup dan kekasihnya Fitri sedang menikmati teh manis hangat juga mie rebus untuk melawan hawa dingin yang mereka rasakan, sudah setengah jam lamanya mereka menunggu Mang Deden.
Mereka belum tahu jika Mang Deden ditemani kekasih barunya yaitu Oca.
"Yank, telfonin gih Mang Deden udah nyampe mana dia.
Lama banget masa belom nyampe nyampe" ujar Fitri kepada Ucup.
"Bentar ya, ini aku coba hubungin dulu" balas Ucup sambil mencari kontak Mang Deden di ponselnya.
"Tuuut suara panggilan sambungan telfon Mang Deden.
Sudah hampir 5 menit Ucup menghubungi Mang Deden namun tidak mendapat jawaban.
"Kenapa ini Mang Deden ya, ditelfon gak diangkat terus" Ujar Ucup, khawatir bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
"Sabar yaank mungkin si mamang lagi dijalan, bisa aja hpnya di silent jadi ga kedengeran bunyi hpnya" Fitri mencoba menenangkan kekasihnya itu yang terlihat mulai gelisah saat ini.
Benar saja, tak lama kemudian Mang Deden mengirim chat via Whatsapp ke Ucup.
"Ente dluan aja deh cup, ane kejebak macet nih di Parung" paling lama satu jaman lagi baru sampe nih" "Okedeh den, kirain kenapa gak diangkat angkat" balas Ucup yang hanya dibalas dengan 2 centang biru alias hanya dibaca saja.
"Yaudah yuk yank kita duluan aja, si Deden masih lama sejam lagi paling.
" "Ohh berarti benerkan kata aku, masih dijalan si Mamang.
Yaudah yuk, udah dingin banget nih pengen berendam air panas" Ucup dan Fitri akhirnya memasuki kawan Pemandian air panas Cipayar tanpa menunggu Mang Deden yang mengirim kabar dirinya masih dalam perjalanan.
Sementara Ucup dan kekasihnya masuk ke area pemandian, dalam jarak 500m sebelum ke tempat Ucup berada, telah terjadi pertempuran birahi antara dua insan manusia.
Ya merekalah Deden dan Oca.
Lalu yang menjadi pertanyaan, bagaimana mereka malah bisa sampai disana? --stengah jam yang lalu "Neng nanti kalo ada penginapan, mamang boleh mampir sebentar ya" bisik Mang Deden sambil menolehkan kepalanya mendekat ke Oca.
"Yaudah kalo capek gapapa mang, emangnya masih jauh ya?" Jawab Oca.
"Iyah neng, masih lumayan jauh ini paling cepet mah 1 jaman, itu juga kalo eneng mau ngebug ngebutan hehehe" canda Mang Deden meyakinkan Oca.
Sebetulnya jarak mereka untuk sampai ke tujuan sudah sangat dekat, tak sampai 10 menit pun mereka sudah bisa sampai di tujuan.
Namun, ada sesuatu yang bergejolak dalam diri Mang Deden.
Nafsu serta bayangan tubuh indah milik Oca selalu merasuki pikirannya.
Ia tidak mau melewatkan kesempatan emasnya, dan tidak ingin nafsu birahinya diinterupsi lagi seperti yang tadi siang ia alami bersama Oca.
Apalagi selama perjalanan Oca selalu menggoda dirinya, Oca memeluk erat tubuh kekar milik Mang Deden, menyebabkan gundukan buah dadanya yang masih sangat kencang itu menempel erat ke punggung Mang Deden.
Bukan hanya itu, jemari Oca terkadang dengan sengaja mengelus elus tonjolan yang berada diarea pangkal paha Mang Deden.
Hal itu membuat Mang Deden tersenyum, bahkan Mang Deden sempat menggoda Oca, "Nakal yah neng, gak fokus nih nanti mamang" bisik Mang Deden dengan suara parau karna terjangan nafsu dalam dirinya.
"Biarin, abisnya tadi siang gajadii" goda Oca didekat leher mang Deden yang tidak tertutup helm.
Dan karna rangsangan dari Oca yang terus menerus menyerang sanubari Mang Deden, akhirnya Mang Deden menyerah untuk menahan nafsunya dan memilih untuk menuntaskan nafsu birahinya sekarang..
Sumber:Internet