. Suasana pagi yang sangat cerah pada hari ini di Komplek Citra Prima Garden.
Tampak beberapa ibu rumah tangga sedang menyirami tanaman di depan rumah mereka sambil bersahutan antar rumah.
"Ini si Deden kemana ya, tumben 4 hari ga jualan" tanya Bu Lik kepada tetangga yang menempati sebrang rumahnya itu.
"Gatau bu, pulang kampung kali ya.
Tapi ga bilang bilang, jadi jauh ini deh belanja mesti kepasar" balas tetangganya itu.
Tidak ada yang tahu kemana Mang Deden.
Dimanakah dia? Berbeda situasi dengan rumah di ujung blok komplek itu, rumah itu terlihat seperti tidak berpenghuni.
Namun, apabila mendekat sampai ke terasnya, akan terdengar suara.. "Maaangg semalem masih kuat banget i "Ngewein eneng mahh mamang ga akan capek ah neeenggh goyangin lagiii..." "Enak banget maaangg ohhsss keluaaaaar..aaahhhh.." " Suara persetubuhan ini terus menerus memenuhi setiap sudut dari rumah Bimo dan Oca.
Tiada lelah Mang Deden dan Oca memacu birahi, sepulang dari pemandian air panas, mereka berdua melanjutkan acara persetubuhan lagi di rumah Oca.
Selama 4 hari keduanya menyelami lautan birahi bersama.
Persetubuhan mereka pun makin liar, Oca kini semakin berani mengeksplor banyak posisi bercinta dengan Mang Deden.
Keduanya benar benar telah menjadi gila selama 4 hari ini, keduanya sama sama tidak ingin melepas tubuh mereka, bahkan Mang Deden dan Oca pernah tertidur dengan posisi terbalik, dengan penis Mang Deden yang besar itu masih menyumpal mulutnya.. Untuk pagi ini saja mereka berdua sudah melewati 2 ronde untuk mengawali persetubuhan beruntun mereka hari ini.
Ronde pertama mereka lakukan pada saat keduanya baru saja membuka mata, lalu mereka lanjutkan lagi di kamar mandi.
Kini mereka berdua sedang didapur, Oca memasak telur dadar dan tangan Mang Deden melingkar di dadanya, memeluk dirinya seakan tak ingin tubuh telanjang keduanya menjauh sedikitpun.
Telanjang? Ya, selama beberapa hari ini mereka tidak mengenakan sehelai benang apapun ditubuh mereka, kondisi seperti ini memudahkan keduanya untuk bersetubuh disetiap sudut rumah milik Bimo ini.
Aroma keringat dan cairan bekas persetubuhan mereka merebak memenuhi seluruh ruangan.
Kini Mang Deden dan Oca sedang makan bersama, Oca menyuapi Mang Deden sambil duduk berpangkuan dengan pejantannya itu.
Sebaliknya Mang Deden juga menyuapi Oca yang duduk didepannya.
Sesekali mereka berciuman, bertukaran makanan yang ada didalam mulut masing masing.
Tubuh hitam dan putih itu terus saling menyuapi, saling memagut, dan saling memberikan rangsangan berupa gesekan kulit serta pergeseran kelamin mereka.
Selesai menyantap makanan seadanya itu, mereka kembali bersiap memulai ronde ketiga mereka pagi ini, piring yang tadi mereka gunakan disingkirkan Mang Deden, Oca pun mengerti dan mendudukan dirinya diatas meja, melebarkan kakinya, menanti batang hitam milik pejantannya agar kembali terhubung dengan liang kewanitaan milik dirinya.. Bimo POV.
(Sehari sebelumnya) "Ya pak? Jadi saya sudah bisa pulang besok?" Tanya Bimo kepada Pak Sutomo atasannya.
"Baik pak, terimakasih banyak" lanjutnya.
"Berarti masih ada waktu untuk berlibur, mungkin ini waktunya untuk menyenangkan istriku setelah selama ini kukecewakan karna aku sibuk bekerja tiap hari.
Sedang apa dia ya?" Batin Bimo dalam hatinya, lalu ia mengambil ponselnya dan menghubungi Oca.. "Tuuuu Berkali-kali Bimo menghubunginya namun tidak ada jawaban.
Perasaanya tidak enak, tidak biasanya Oca begini.
"Apakah dia sedang sakit? Maafkan aku istriku, aku janji pulang dari sini aku akan selalu membahagiakanmu" kata Bimo dalam hatinya.
Sementara dirumahnya, Oca tidaklah sakit, namun getaran suara telfon dari Bimo tidaklah terdengar dari Oca dan Mang Deden yang sedang fokus dalam persetubuhan mereka.
Sumber:Internet