. Anggia safitri, ibu guru muda berjilbab dan sudah bersuami pada saat ini dikamar mandi saat ini,.
Anggia tengah menatap cermin dalam keadaan bugilAnggia : " knapa jadi begini diriku "kata batin Anggia sambil mengusap buah dadanyaAnggia :" benar-benar laki-laki yang,,,"melintas dalam bayangan Anggia sosok burhanpria paruh baya yang telah menggaulinya, pria selain suaminya yg telah menikmati tubuhnyaAnggia :" uhhh knapa jadi pak burhan yg kuingat,,,ohhhh pakkk "tangan Angggia bergerak kebawah mengusap perutnya hanya dengan teringat burhan, pria paruhbaya yg pernah menggaulinya membuat tubuh Anggia berdesirAnggia :" uhhhh memekku iniiii,,,,uhhh"tangan Anggia menyentuh vaginanya sendiri ,bayangan burhan bisa membuatnya birahi munculAnggia :" uhhh memekku jadi basah "tangan Anggia mengusap usap memeknya terbayang kontol hitam burhan yang keluar masuk liang memeknyaAnggia : " ssss uhhhh pakkkk "karena dorongan birahinya yg timbul membuat Anggia memasukkan jarinya ke liang. vaginanyaAnggia :" kenapa kontol pria paruhbaya itu yang aku pikirkan,,,ohhhh "Anggia menyolok nyolok liang memeknya Anggia : " maafkan aku suamiku, ada kontol lain pernah masuk disini "Ucap anggia sambil mencolok memeknya sejak tadii Diluarr rumah seorang tukang becak sedang kelelahan dan didapatinya Rumah anggia yang sepi , seperti dan berpenghuni , tukang becak bernamaPak no pun turun mengecek rumah tersebut Pak no :" nih rumah sepi amat ya "ujar pak no tukang becak sambil membawa barang belanjaanAnggia habis pulang dari pasar belanja kebutuhan sekarang berada di dalam kamar mandii. Membuat heran pak no tukang becak langganan padahal akan mengirim belanjaan anggiaTak lama anggia pun keluar dari dalam rumahnya menyambut pak no yang sejak tadi menunggu Di depan pintu rumah Anggia. :" eh pak no, dah taruh situ aja pak"ujar Anggia muncul dari rumahnya dengan mengenakan daster tipis khas ibu-ibu rumahanPak no :" kok sepi pada kemana nih Bu anggi ?"tanya pak no setelah menaruh belanjaanAnggia : " lagi pada ke rumah mertua pak"balas AnggiaAnggia nampak memperhatikan pak no, pria paruh baya yang menjadi tukang becak langganannyaBatin anggia " uhhh kuat juga nih pak no "Pak no :" sudah semua nih Bu anggi "ucap pak noAnggia :" eh iya maaf, ini pak no "Anggia menyerahkan uang bayaran" uhhh bau kringetnya,,,,"batin Anggia saat mencium aroma keringat pak no" ya ampun, kok gini aku,,,,"Anggia merasakan tubuhnya berdesirSekilas ingatan anggia tengah digauli burhan terlintas membuat Anggia mulai merasakan hangat tubuhnya Anggia merasakan memeknya mulai berkedut kedut tanda birahiPak no :" Bu anggi knapa ?"tanya pak noAnggia :" eh maaf nggak apa pak no "jawab Anggia yang kaget dari lamunannyaPak no :" ya sudah saya pamit Bu anggi "ucap pak noAnggia " mmm tapi pak no. "ujar Anggia raguPak no :" ada apa lagi Bu anggi ?"tanya pak noAnggia :" sss saya mau minta tolong pak no "jawab anggia yang kini anggia telah merasakanSange berat pada dirinua.
Sumber:Internet