. Judul: ZoyaOleh Asa Jannati Wanita manis berlesung pipi itu tertawa puas.
Saat melihat namanya terpampang sebagai juara cerpen nasional disebuah media massa.
Dalam hitungan detik, _screentshoot_ pengumuman itu sudah beredar di berbagai grup kepenulisan yang ia ikuti.
Ratusan ucapan selamat bermunculan dari teman-teman mayanya.
Tak lupa ucapan-ucapan itu ia pajang di laman facebooknya, agar semakin banyak orang yang tahu betapa hebat dan berbakatnya ia.
Seketika bermunculan ucapan selamat memenuhi bagian komen postingan tersebut.
โYes! akhirnya semua orang kini tahu siapa aku, sang cerpenis, novelis, the rising star yang prestasinya tak tertandingi.
See, Fiona, si cewek sok keren itu, akhirnya posisinya tergantikan olehku.
Jika dulu teman-teman satu SMA mengaguminya sebagai seorang penulis komik.
Yang dielu-elukan, dipuja-puji, banyak teman.
Kini perhatian mereka beralih padaku.
Akulah sang juara!โ Zoya terbahak.
Masih terasa perih dalam hatinya, bayang-bayang masa lalu yang terus menghantuinya.
Teman-teman sekolahnya yang tak pernah memperhitungkannya, bahkan sering mentertawakan tingkah kikuknya.
Zoya yang cantik namun minder.
Zoya yang penuh bakat namun merasa kerdil, terkurung dalam mindset-mindset salah yang ia hadirkan sendiri.
Zoya yang tak pernah percaya diri dengan pakaian sekolah dan sepatu ala kadarnya yang ia punya, sehingga mengungkung kelebihan-kelebihannya dalam sekat ketidakpercayaan diri yang ia punya.
Lalu selepas dari dunia pendidikan, saat ia telah berpisah dengan teman-teman masa lalunya yang mulai menyibukkan diri dalam dunia kerja.
Masing-masing dari mereka makin menunjukkan sinarnya di bidang yang mereka geluti.
Ini membuat Zoya gundah dan makin tak ingin terkalahkan.
Sayangnya pada beberapa tahun belakangan ini, bisnis roti yang ia rintis bersama pasangannya bukannya makin maju, justru bangkrut akibat makin maraknya pesaingย yang hadir dengan segala kreativitasnya.
Puncaknya, mereka bercerai.
Zoya rapuh.
Dalam keterpurukan, tanpa materi, tanpa imam dan tipisnya iman segala sesuatu bisa terjadi.
ย Zoya merasa terintimidasi bila melihat foto-foto dan cerita-cerita keberhasilan teman-temannya yang tershare di ranah maya.
Butuh ribuan hari dan pergulatan batin, ia bangkit.
Tak lama jodoh kembali datang padanya.
Ia kembali menikah dengan seorang arsitek freelance.
Lalu ia melihat salah seorang sahabat SMA-nya yang telah menjadi tenar karena kelihaiannya mmbuat komik-komik anak yang lucu.
Zoya yang penuh bakat mencoba memulai peruntungan kembali dari nol, di usianya yang sudah nyaris kepala tiga.
Tak dinyana Ia menjadi bintang yang bersinar terang di dunia kepenulisan.
Begitu banyak pengagum yang menikmati tulisan demi tulisannya.
Namanya semakin melambung tinggi di antara penulis-penulis lainnya.
Ia bisa menuliskan cerita kesedihan yang teramat menyayat hati, membuat pembaca terbuai mengharu biru seolah ikut merasakan kepedihan mendalam yang dialami sang tokoh.
Namun disaat yang bersamaan juga bisa menuliskan cerita kekerasan, yang kejam, tajam menusuk hati seolah memberi luka nyata menganga pada hati pembacanya.
Zoya menjadi idola baru yang memiliki banyak pengikut di laman sosial medianya.
Setiap karya terposting, ratusan bahkan ribuan like menyertainya.
Ini menyebabkan zoya terbiasa menampilkan sesuatu yang harus sempurna dalam segala hal.
Dendam terhadap kepedihan di masa lalu membuatnya menjadi berlebihan menyikapi keberhasilannya.
Ada kepalsuan dan sesuatu yang ditutupi di sana.
Ya, Zoya menyembunyikan sesuatu kepada pembacanya.
โKamu harus belajar membuat tulisan semirip tulisanku, Sayang.
Aku tahu kamu berbakat, tapi kamu harus bisa membuat tulisanmu semakin mirip denganku,โ ucapnya lembut sembari memeluk suaminya.
Ternyata, Arlan, suami Zoya yang memiliki waktu kerja sangat fleksible dalam mengerjakan proyek-proyeknya,ย memiliki bakat lain yang sama dengan Zoya.
Menulis.
Itu dimanfaatkan wanita berparas serupa Nagita Slavina itu untuk semakin mempercepat kesuksesannya.
Zoya Anasera, Satu nama tenar yang sebenarnya ada dua kepala di dalamnya.
Arlan, tak pernah keberatan membantu Zoya, dengan cepat ia dapat menyesuaikan diri, menjadikan karya-karyanya bisa semirip mungkin dengan karya istrinya.
Ini membuat nama Zoya semakin melambung tinggi.
Sumber:Internet