. Amazing Woman ~Sebagaimana kita memaknai kehidupan, seperti itulah kita menjalaninya.
~ Nadia, bersama suaminya tinggal mengontrak di sebuah perumahan dekat kota.
Mereka adalah penghuni baru di sana.
pindah dengan tujuan agar lebih dekat dengan tempat kerja suaminya.
Didi bekerja sebagai Security sebuah Bank Swasta.
Sebelumnya mereka tinggal di rumah orang tua yang berjarak agak jauh dari tempat tinggal sekarang.
Setelah mengunjungi satu-satu tetangganya untuk berkenalan.
Tak lama, Nadia diajak bergabung oleh ibu-ibu penghuni perumahan untuk mengikuti kegiatan arisan dan pengajian kompleks.
Nadia tak menolaknya, 'sekalian bersilaturahmi,' pikirnya.
Ini kali pertama Nadia mengikuti kegiatan arisan dan pengajian setelah berumah tangga.
Sehari-hari Nadia berpenampilan sederhana dan apa adanya.
Tak ada yang mencolok apalagi perhiasan yang menempel.
Kontras dengan penampilan ibu-ibu di perumahan ini yang sangat mentereng.
"Nadia, nanti kamu yang urus makan dan minum arisan, ya! Kamu yang pesanin dan komunikasi sama bagian catering.
Tenang, ada fee buat kamu," jelas Bu Reza.
"Nadia, aqua di dalam habis.
Kamu bisa, ya, beli naik motor sebentar?" perintah Bu Dini.
"Nadia, kita mau selfi, tolong kamu yang fotoin kita-kita, ya!" titah Bu Soni.
"Nadia, jagain anak saya, ya.
Saya mau foto-foto di sebelah sana!" pinta Bu Ranti.
"Nadia, sebagai seorang istri security, memang kamu harusnya jangan jadi istri yang gengsian.
Kerjakan saja apapun permintaan, lumayan kan, dapet selipan bisa untuk nambahin belanja dapur.
" Saran bu Reza.
Kurang lebih begitu mereka menyapa Nadia.
Lengkap dengan perintah-perintahnya.
Tetapi Nadia tak pernah sekalipun berkecil hati.
Ia selalu mencoba positif thingking.
Mungkin karena di antara mereka, Nadia-lah yang paling muda.
Atau karena wajah Nadia paling ramah dan murah senyum sehingga tak segan mereka menyuruh-nyuruh.
Entahlah.
Yang jelas Nadia mencoba tidak ingin berpikir lain, apakah karena suaminya yang hanya seorang security, atau karena mereka tinggal di perumahan itu hanya sebagai pengontrak.
Yang jelas, dalam pergaulan, Nadia mencoba mengikuti segala kegiatan dengan luwes dan santai.
Saat hari minggu tiba, biasanya ibu-ibu kompleks kumpul-kumpul untuk sekadar makan camilan sambil ngerumpi, atau rujakan.
Terkadang Nadia dikirimi whatsapp untuk ikut.
Namun lagi-lagi disana ia kebagian menjadi seksi sibuk, mengulek cabe, mencuci buah dan memotongnya menjadi kecil-kecil.
Belum lagi ia harus mencuci piring usai acara, sebelum pulang.
Maklum, walaupun saat berkumpul perhiasan ibu-ibu tampaknya besar-besar.
Bahkan Mobil juga terparkir di garasi, tetapi mereka tak memiliki Asisten Rumah Tangga.
Entah karena seringnya tidak cocok, atau karena memilih menghemat pengeluaran.
Jadi ya, lagi-lagi, Nadia si anak muda yang baik hati ini, sebagai pahlawan tanda tanda jasa yang bergerak.
Begitulah seterusnya yang terjadi.
*** Pada Suatu pagi yang cerah saat ibu-ibu sedang ngerumpi sambil berbelanja.
Lewat di depan mereka sebuah mobil BMW keluaran terbaru.
Nadia membuka kaca sambil mengucapkan permisi kepada ibu-ibu yang dilewatinya.
Sumber:Internet