Gelap

Kumpulan Cerpen Asa 8

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Kumpulan Cerpen Asa 8

. ~Kembalilah Velicia ~"Kenapa kamu jadi seperti ini, Vel?" Tatapan Bara tajam menohok masuk jauh ke dalam dasar matanya.
Sepasang bola mata yang dulu nampak indah itu berkilat lalu mengalihkan pandangan menerawang jauh ke dunia silver di kenapa tiba-tiba jadi peduli padaku?!" Gagah, sosok tampan dihadapan Bara itu mengucap.
"Vel, kamu itu cantik, sangat cantik malah.
Kamu tidak cocok berubah begini.
" Tatapan itu kembali menohoknya.
Kini tak lagi sekadar menohok ke dasar matanya.
Ada yang teraduk-aduk di Kekasihnya yang dulu begitu anggun itu menatap Bara lalu tertawa terkekeh.
Menyalakan sebatang rokok dan menyemburkan asapnya dengan kasar.
"Maaf kalau aku tidak rela melihatmu seperti ini," ucap Bara.
"Kamu tidak perlu mengurusiku.
Aku bukan yang dulu.
Kamu bisa lihat aku, kan?" Sosok tampan itu menatap tajam mata elang Bara.
"Vel, aku tahu kamu bisa tanpa aku.
Buktinya sampai saat ini bahkan kamu telah jauh bermetamorfosa.
Namun yang perlu kamu tau, aku meninggalkanmu karena satu alasan.
Aku berjanji jika Allah menghendaki, suatu saat aku akan kembali.
Dan aku rasa saat ini waktuku untuk kembali padamu.
Tapi apa jadinya ketika aku ingin kembali memeluk hatimu, kamu telah berubah sejauh ini.
Kembalilah ....""Aku tak peduli kata-katamu.
Pergilah, atau aku yang pergi.
" Rahang itu mengeras.
"Sekarang saatnya aku jujur, Vel.
""Terlambat!" jawabnya meninggi.
Bara maju selangkah.
Kini mereka berhadapan.
Dekat, sangat dekat.
Bahkan Veli bisa mencium aroma napas seseorang di hadapannnya itu.
Bara meraih tangan Veli, Ditatapnya lebih dalam dan lebih lekat mata itu.
"Ini, sentuh! bahkan debar ini masih sama.
"Disentuhkannya telapak tangan itu ke dada Bara.
Veli tergagap.
Seketika wajahnya hangat.
Ada sesuatu yang menjalari tubuhnya.
Ada degup yang tak bisa terelakkan datangnya.
Perasaan yang ia harap tak akan pernah ada lagi.
Perasaan yang telah ia buang jauh.
Jauh dari sosok yang mudah rapuh ketika kehilangan.
Yang berjanji tak akan pernah mencintai lagi mahluk yang bernama laki-laki.
Velicia telah menjelma memiliki hati seperti laki-laki, agar segenap jiwanya tak pernah koyak lagi ketika oleh kerinduan yang amat menyiksa, kerinduan yang tak pernah terobati.
Karena seseorang yang ia damba itu tak pernah kembali.
Kemudian kini ia datang, dan ingin kembali mengoyak hatinya.
"Bara.
Aku sudah mulai nyaman dengan kondisi ini.
Aku laki-laki!" teriak Velicia penuh emosi.
"Tidak Velicia! Ve-li-ci-a ... kamu tetap ratu dihatiku," jawab Bara mengutarakan kejujuran hatinya.
Dikecupnya kening wanita itu yang coba berontak menahan sesak.
"Kamu tahu, kenapa aku seperti ini? Karena aku rapuh Bara.
Aku tak bisa menghapus luka saat dulu kehilanganmu.
Aku harus melindungi diriku.
Mungkin dengan menjadi sepertimu, hatiku akan lebih kuat.
Lebih hebat, sehingga bisa melupakanmu.
Sekarang, ketika aku sudah berhasil mengubah segalanya.
Kamu datang! Jangan buat aku rapuh kembali!""Maafkan aku, Vel.
Aku datang dan tidak akan lagi pergi.
Aku ingin menghalalkanmu secepatnya.
""What?""Ya, menghalalkanmu, menjadi suamimu.
Aku telah siap menjadi suamimu, Veli.
" Velicia bungkam.
Meragukan ucapan Bara.
"Aku tak main-main Veli.
Aku tak pernah berubah.
Aku pergi demi kebaikan kita, dan aku kembali untuk masa depan kita.
Lihat aku datang, aku tak pernah mengingkari janjiku, kan?"keduanya ada desah resah Velicia yang terus menghisap rokoknya dengan kasar, melampiaskan semua rasa yang berkecamuk di dadanya.
Hingga habis pada hisapan terakhir.
Lalu membanting sisa puntung rokok itu ke lantai, dan menginjaknya seolah penuh tenaga.
Lalu menyilangkan kedua tangannya merenungi apa yang terjadi.
"Ternyata selama ini aku yang rapuh," ucap Velicia tersenyum.
Ditatapnya lekat-lekat senyum itu oleh Velicia.
Senyuman yang teramat menenangkan, senyum yang dulu teramat ia candui.
Senyum yang telah membuatnya nyaris gila karena kehilangan dan mengubah kepribadiannnya.
"Aku paham kenapa kamu begini berubah.
Sejatinya wanita berhati lembut, dan terkadang bisa bertindak begitu gila jika tak kuat menghadapi hidup.
Maafkan aku selama ini bodoh.
""Rupanya aku terlalu lama meninggalkanmu, Sayang.
Aku mencintaimu Velicia.
Bahkan lebih dari yang kamu tau.
Aku masih yakin hatimu pun tak berubah.
Aku akan mengubahmu kembali menjadi wanita seutuhnya.
Aku janji akan membuatmu lebih baik.
Aku rindu kamu yang manis dengan jilbab biru.
"Masih dengan lekat Bara menatap dalam sosok tampan dihadapannya.
Berusaha membangkitkan jiwa wanita yang telah hilang dari fisiknya.
Mengembalikan cinta wanita yang begitu lembut, begitu anggun yang sedari dulu teramat ia cin ia peluk erat Velicia.
Berusaha menumbuhkan tunas-tunas cinta yang baru.
Berusaha memupuknya agar kembali rindang dan meng menangis.
Tak mampu lagi menutupi perasaaannya.
Bara biarkan ia menumpahkan segalanya di dada.
Tangisan Velicia terdengar menjadi tangisan lembut seorang wanita.
Sesenggukan mengukir sungai di pipinya.
"Janji?" tanyanya dalam deka mengelus rambut sosok tampan dalam dekapan yang tak lagi panjang i memegang lembut kepalanya dengan kedua tangan agar mundur dan bisa menatap wajahnya yang penuh keseriu tersenyum.
"Janji! aku janji tak akan ada lagi wanita yang rapuh dan bodoh yang mengubah dirinya sendiri karena kecewa.
Itu tak akan pernah terjadi lagi," jawab Bara mantab.
"Jangan tinggalkan aku lagi," mengangguk.
Lalu menggendong wanita dihadapannya itu menuju mobil.
mengantarkannnya pulang dari malam yang telah larut.
saat Bara menurunkan Velicia dari gendongannya hendak membuka mobil.
Dari arah seberang muncul seorang gadis berambut panjang, lalu memeluk Velicia sembari mengecup bibirnya.
"Sayang aku kangen!" pekiknya manja.
-----bantu vote/bintang, komen, rekomen ya.
mks
Sumber:Internet