Gelap

Liani Ku Liani 5

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Liani Ku Liani 5

. "Gelang?" Tanya Liani.
"Iya, saya juga punya.
Nih ditangan kanan bapak.
" Kata Jatmo sambil melihatkan gelang yang serupa dipegelangan nya.
Liani masih hanya terdiam bingung untuk berekspresi seperti apa.
Gelang itu baginya nampak tidak begitu menarik dengan coraknya yang terlihat tua dan sederhana.
Tapi baginya demi menghargai pemberian Jatmo, iapun memberikan senyuman kecil.
"Terimakasih pak.
" Ucap Liani.
Melihat ekspresi wajah Liani yang nampak terpaksa, Jatmo pun menyadari bahwa Liani sebenarnya tidak begitu tertarik dengan benda pemberiannya.
Namun karena Jatmo penasaran untuk melakukan percobaan itu, ia pun mencoba memancing Liani untuk memakainya.
"Kalo ngerasa neng nggak cocok, simpen aja.
Diterima neng aja udah syukur kok.
""E ini bagus kok pak.
""Kalo bagus, masa nggak dipake neng... jujur aja deh.
" Pacing Jatmo.
"Iya, bagus kok pak.
terimakasih, ini saya pake.
" Kata Liani dengan ekspresi terpaksa.
"Kena kamu!" Batin Jatmo.
Seperti yang sudah direncanakan Jatmo.
Ia memang sengaja bersikap pasrah agar Liani mau secara paksa memakai benda tersebut.
Karena Jatmo mengetahui sifat gadis itu.
Tidak mungkin seoran gadis yang dikenal oleh kalangan masyarakat bersikap tidak menghargai pemberian orang lain.
Akan sangat memalukan baginya.
"Nih udah pak.
"Liani pun kemudian telah mengenakan gelang itu.
Gelang besi itu nampak begitu pas dengan pegelangan tangannya.
Begitu juga yang dikenakan oleh Jatmo, gelang yang mereka kenakan memang terlihat serasi satu sama lain.
Aksesoris 'couple' mungkin itu yang biasa disebut oleh kalangan anak muda pada masa itu.
"Nah ternyata cocok kan sama kamu.
Kamu jadi tambah cantik.
Coba lihat punya saya, kita jadinya kek serasi ya.
" Jatmo tanpa sadar dengan lantang hendak memegang tangan Liani tersebut.
Tapi seketika sentuhan tersebut terhindarkan oleh Liani.
Liani menyadari bahwa pada saat itu Jatmo memang ingin menyentuh tangannya, tapi dia termasuk orang yang sedikit waspada terhadap orang asing dan beruntung tangan Jatmo tidak berhasil menyentuhnya.
"EH Iya iya... terimakasih, Liani mau pulang, terburu buru ada banyak PR pak.
Permisi ya...""Oh-eh iya neng... iya... anu... bis nya udah mau sampe keknya.
" Kata Jatmo menjadi canggung.
"Udah ya dulu ya pak.
Saya permisi, nanti saya kabarin ke bapak Liani kalo bapak pulang kampung.
Kenang kenangannya bakal saya jaga kok.
Terimakasih banyak.
" Kata Liani.
Selang beberapa waktu, Jatmo memutar isi kepalanya.
Padahal sedikti lagi ia berhasil untuk menyentuh tangan Liani.
Kesempatan tidak dapat datang dua kali, ini adalah yang pertama dan terakhir.
Jika Liani benar benar pergi dari tempat itu, ada kemungkinan ia tidak akan bertemu dengan Liani lagi dikemudian hari.

Sumber:Internet