. Setelah berhasil raga jatmo merasuk kedalam badan Liani, tiba tiba sebuah benda menjembul keluar dari selangkangan Liani.
itu adalah batang kemaluan, organ reproduksi milik Jatmo yang tumbuh mengeluar dari kemaluan Liani sendiri.
Betapa terkejutnya gadis itu ketika melihat kini dibalik roknya nya yang tersibak muncul sebuah batang berwana coklat gelap mengkilap dan keras.
Tentu karena itu bagian dari tubuhnya, Liani juga dapat merasakan betapa keras dan sempurnanya batang kemaluan itu berdiri.
" ini akkh..." Ucap Liani dengan penuh kepanikan menatap selangkangannya itu.
"Sudahlah neng, sini aku ajarin neng coli sebagai laki laki..." Bibir Liani membalas ucapannya sendiri yang tidak lain itu adalah kendali Jatmo.
Kini tubuh Liani dikendalikan oleh 2 jiwa yang berbeda secara bersamaan, dimana ketika Liani berucap, Jatmo juga menjawab dengan melalui tubuh terutama dengan mulut Liani sendiri.
Secara pandangan orang lain, Liani terlihat seperti dirinya tengah berbicara sendiri.
"Gini neng..." kata gadis itu sambil tangannya bergerak menggenggam matang kemaluan itu.
Betapa takut dan kegelian dihati Liani sekarang tangannya sendiri sedang mengusap batang kejantanan pria yang sekarang menjadi bagian dari tubuhnya sendiri.
"II bapak,,, malu saya iiihhh tolong keluar dari badan saya abaang...!" Pinta Liani sambil berbicara dengan wajahnya terpejam takut memandang itu.
Tapi tubuhnya lagi lagi secara bergantian juga dikendalikan oleh Jatmo.
Ekspresi Liani terus berubah dari wajah ketakutan kemudian menjadi tersenyum senang akibat tubuhnya dipakai secara bersamaan.
"Ha gausah malu sayang, ini kan titit mu sendiri, eh maksutku, ini kan titik kita, titik Liani..." Ucap Jatmo yang membuat seolah dirinya sendiri adalah Liani.
"Aduh baang.... ellrppJatmo terus mengendalikan tubuh Liani, membuatnya meludahi tangannya sendiri dan mulai mengusap usap kemaluan yang tegang itu.
"Nah... emmgh enak banget paaak kocok kocok kontol liani abaaang...." Lenguh wanita itu didalam bilik kamar kecil itu.
Pun yang mengeluarkan suara desahan desahan erotis sebenarnya Jatmo sendiri, bukanlah Liani.
Tapi akibat suara dan ekspresi yang ditampilkan adalah Liani seorang, membuat Jatmo semakin merasa terangsang.
Ia tidak dapat membayangkan jika Liani sendiri yang benar benar mengucapkan kalimat seperti itu.
Cukup tubuhnya saja sudah ia anggap bahwa itu Liani sendiri yang melakukannya.
"Abaang udaah abaangg... iya kon udah enak.... pak stop! Pak Jatmo am pengen lagi... enak digosok gini Stop! astaga Pak Jatmo keluar dari tubuh saya, saya mohon janga keluarin...AAHhh bapak jangan keluar dari badan Liani ya...."Sosok Liani sudah merucau seperti orang gila, dirinya terkadang meminta untuk dilepas, namun setelahnya dirinya juga meminta untuk Jatmo bertahan didalam tubuhnya.
Dirinya sudah seperti seorang perempuan yang memiliki kepribadian ganda.
"Oohh Liani sayang pak Jatmo, Liani rela tubuh Liani dirasuki pak ja oosshhhtt terus kocok, crotin didalam ya PAK JATMO BERENTI! JANGAN BIKIN LIANI BILANG GITUUU!!"Perempuan itu terus menerus mengusap kemaluannya, ia terus merintih rintih kenikmatan dan terkadang juga menolak kenikmatan itu.
Dirinya sendiri pun juga dilanda dilema akibat birahi dari Jatmo yang tersalur terhubung dengan dirinya.
Hatinya terasa berdegup begitu kencang.
Bahkan ia tidak hanya memainkan batang kemaluan saja, salah satu tangannya lagi memainkan lubang kemaluan yang berada dibawah batang kejantanan itu.
Perlu diketahui ketika Liani saat ini tengah bergabung dengan Jatmo, Liani sekarang tengah menjadi sosok manusia dengan jenis kelamin ganda.
Dimana dirinya memiliki penis laki laki, dan pada bagian bawahnya tetap memiliki lubang kemaluan seperti perempuan pada umumnya.
Entah apa yang terjadi jika batang kemaluan mencapai orgasmenya.
"OOOSHHH KOCOK TERUS IYA ENAK BANGET... PENGEN DIMASUKIN KONTOL PAK JA OOOHHH!! NGENTOOT!"Tentu saja kalimat itu keluar dengan lempeng nya dari mulut Liani akibat kendali Jatmo.
Liani yang asli pasti tidak mungkin menuturkan kalimat tersebut.
Tapi biar bagaimanapun jika dilihat dari luar, memang Liani sendiri yang mengeluarkan kalimat kalimat vulgar tak beradab seperti itu.
Hingga sampai akhirnya Liani dan Jatmo merasakan sesuatu hendak sampai dari tubuhmereka.
Lebih tepatnya reaksi itu berfokus pada batang kemaluannya.
"Pak, Liani nggak tau ya kalo Liani tahan titinya.
Apa mungkin benih bapak malah bisa masuk kedalam rahim Liani ya pak?? Liani pengen minta benih bapak, pengen coba di isi rahimnya sama anak anak pak Jatmooo! ENGGAK! JANGAN! LEPASIN! LEPAASSS!"Seketika tubuh Liani meregang, tulang rusuknya seperti meremuk.
Badannya menjadi gemetar hebat.
Berfokus ditangannya, antara kendali Liani dan kendali Jatmo tengah berebut untuk mengambil alih tangan itu.
Jatmo mengendalikan tangan Liani agar tangannya menahan keluarnya ejakulasi sperma Jatmo.
Sementara Liani juga berupaya mengontrol tangannya untuk melepaskan ejakulasi kemaluan itu agar tidak menyemrpot kedalam rahimnya.
Tapi apalah daya bagi Liani yang seorang perempuan biasa.
Kekuatan Jiwanya tidak berimbang dengan Jatmo.
"AAAAARGHHHHH!!! ENAAAAAKKKK!!!"CRUOOOOTTT! CRUOOOTT! CRRRUUOOO!!!antara Liani dan Jatmo didalam satu tubuh itu sama sama meregang kenikmatan.
Mereka bersamaan mencapai puncak orgasmenya.
Jatmo pun juga berhasil mempertahankan tangannya untuk menahan kemaluannya memuntahkan spermanya.
Dan sesuai dengan dugaan Jatmo, akibat sperma tersebut tertahan keluar, maka sperma tersebut pun justru berpindah masuk mengalir dan mengisi liang peranakan Liani.
Begitu dapat ia rasakan tubuh Liani tersemprot oleh cairan kental benih hasil perbuatan masturbasi Jatmo yang merasuki badan Liani.
Liani sendiri juga dapat merasakan rahimnya telah terisi oleh cairan kental tersebut dlaam jumlah banyak.
Cairan itu tentunya tidak pernah dikeluarkan Jatmo setelah puluhan tahun lamanya ia tidak tidur dengan wanita.
Maka dapat dipastikan isi rahim Liani kini telah penuh menjadi tempat penampungan sperma seorang pemulung tua renta yang juga kini berada didalam tubuhnya.
Sosok Liani pun hanya bisa menggenjan genjan kecil dengan badan yang gemetar.
Mereka secara bersamaan juga meresapi sisa sisa orgasme tubuh itu.
Pikiran mereka seakan tengah melayang mencapai puncak kenikmatan mereka bersamaan dalam satu badan yang sama.
"Ahhh Liani melenguh panjang.
Secara perlahan dapat dia rasakan cairan sperma berwarna putih kekuningan meluber keluar dari liang peranakannya.
Itulah cairan sperma Jatmo yang tidak pernah dikluarkan setelah puluhan tahun lamanya.
"Duuh... jadi ini namanya air mani..." Gumam Liani sambil mencolek cairan itu dari selangkangannya dan menciumnya.
Sekarang Jatmo nampaknya tidak lagi mengambil kontrol atas tubuhnya.
Barangkali sekarang Jatmo telah puas bermain main dengan tubuh Liani.
Merasa kini tidak ada gangguan dari Jatmo didalam sana, Liani pun mulai bergegas merapikan baju seragamnya.
Ia tidak tahu untuk saat ini bagaimana jatmo keluar dari tubuhnya, yang pasti ia harus pulang dari toilet umum itu.
Ketika ia mulai mengenakan kembali celada dalamnya, ia baru tersadar akibat pak tua yang kini sedang bergabung dengan tubuhnya, masih menyisakan satu organ intim pada selangkangannya.
Yaitu adalah kemaluan Jatmo yang sekarang telah melemas.
Kini Liani terpaksa pulang dengan keadaan memilik dua organ intim.
Untungnya karena batang kemaluan Jatmo yang telah mengerucut tidak membuat cembulan kecil dari rok sekolah yang dikenakannya.
"Aduuh... jadi gini ya rasanya punya jadi cowok... rasa ganjel dicelana..." Gumamnya dalam perjalanan pulang.
Sumber:Internet