. Sesampainya dirumah, Jatmo pun mulai tersadar dari tidurnya didalam badan Liani.
Hal tersebut dapat ia rasakan beberapa reaksi reaksi aneh ada didalam badannya.
Ia dapat merasakan adanya perintah pergerakan lain dari setiap organ tubuhnya itu.
Bahkan ketika berjalan, dirinya sempat tidak seimbang karena merasakan Jatmo mulai bangun dari dalam dirinya.
Akibatnya jalan Liani seperti terhuyung huyung seperti orang yang bangun tidur.
"Eh eh... jangan begini dong... kita harus jaga keseimbangan! ... Eh.
iya maaf, baru bangun neng..." Kata Liani berbicara sendiri.
Beruntung dirumah pada saat itu masih sepi.
Ayahnya, pak RT sedang ada keperluan Warga.
Begitu malang nasib Liani sekarang karena terpaksa harus berbagi tubuh dengan sosok pak tua bangka itu.
Setiap pergerakan diantara keduanya, mereka harus saling menjaga keseimbangan dan saling menyatukan pikiran gerak agar tubuh itu tetap bergerak dalam kondisi stabil.
Sesampainya Liani dikamar, iapun hanya terdiam merenungi kejadian yang barusan.
Didalam dirinya sekarang telah bersemayam sosok pria paruh baya yang sedang berbagi tubuh dengannya.
Ketika dirinya melepaskan celana dalam pun, Liani nampak tidak terkejut lagi saat melihat sebuah batang kemaluan pria dewasa yang lemas menjuntai diselangkangannya.
"Neng, saya mau keluar dari badan neng.... S-Serus pak?!" Bicara Liani dengan sendirinya.
"Iya, tapi Liani pengen ngelihat badan kita dicermin, Liani ke kaca ya.... Hei! Bapak jangan gitu dong, jangan bicara seolah olah itu Liani.
Malu maluin kadang tau nggak.... maaf ya... biar lebih kerasa bahwa emang Liani sendiri yang mau..."Ketika Liani telah berdiri dicermin, posisinya pada saat itu tubuhnya telah menyisakan tanktop dan Bra dibadannya, dan seutas gelang besi yang mengikat ditangan kirinya.
Karna dirinya sbeelumnya telah menanggalkan rok dan kemeja seragam sekolahnya dikasur.
"Wah... badanku kok kerasa jadi tambah iya sayang, karena mungkin ditambah massa badan saya, jadi badan Liani nyesuaikan badan gitu ya pak, yaudah buruan keluarNampaknya pun kini Liani mulai terbiasa atas perlakuan Jatmo yang menganggap dirinya adalah Liani itu sendiri.
Dalam keadaan berdiri dan menghadap kaca itu, Liani dapat merasakan tubuhnay seperti mengeras dan ada sesuatu yang mulai keluar setiap inci pori porinya.
Kulit bagian punggungnya seperti tertarik.
Hingga kemudian sesuatu mengeluar dari tubuhnya, sosok manusia tua dewasa tertarik keluar dari tubuh Linai.
Sesaat dirinya seperti kehilangan keseimbangan, namun Liani tetap menjaga kesadarannya dan berdiri didepan cermin itu.
Maka dapat ia saksikan proses keluarnya raga seseorang dari dalam tubuhnya dengan mata kepalanya sendiri.
"EMMMMKKHHH!!!!" Liani Merintih bersamaan dengan Jatmo yang keluar dari tubuhnya dari belakang.
Badan Jatmo pun secara perlahan mulai keluar dari tubuhnya hingga menyisakan pada bagian lengan pegelangan tangan dimana pegelangan tangan itu terdapat gelang mereka yang saling menyatu.
Saat menyisakan bagian itu, Jatmo pun langsung menarik paksa secara kejut hingga membuat Liani agak terkejut.
"AWH!"Akhinya kedua gelang besi itu terpisahkan.
Kini tubuh Jatmo dan Liani saling terpisah dan secara otomatis badan Liani kembali pada postur tubuh semula nya.
Sesaat keadaan sempat hening hingga telapak tangan Liani mendarat pada pipi Jatmo.
"PLAAAK!""Ahhh!"Liani ternyata menampar pipi Jatmo dengan keras.
"Sekarang keluar anda dari kamar ini!" Tegas Liani secara keras dengan tatapan tajam.
"Wah neng... jangan gitu dong, kan kita baru aja hubungan badan.... harusnya neng bisa ngerti perasaan sa_""KELUAR! PAK TUA CABUL!" Tegas Liani.
Jatmo pun hanya terdiam dengan menyunggingkan senyum penuh kemenangan.
"Hahah.. baik... saya akan keluar.
tapi saya mau bilang sesuatu, ba Yang pertama, Gelang yang kamu pake itu tidak akan bisa dilepas tanpa izin dari saya sebagai pemilik tunggalnya.
""Hah?!"Mendengar penjelasan Jatmo tersebut, seketika Liani berusaha untuk melepaskan Gelang besi yang ia kenakan itu.
Tapi ternyata benar apa yang diucapkan Jatmo, gelang itu tidak dapat dilepas, keculai Liani rela mengamputasi tangannya sendiri.
Gelang itu secara alami telah menyesuaikan ukurannya dengan pegelangan tangan Liani.
Itu adalah gelang pusaka pemberian mbah Gendeng.
"Haha tidak bisa Liani ku sayang.
Dan yang kedua.... Kamu harus hati hati dengan sesuatu yang saya titipkan didalam badan kamu.
" Ucap Jatmo.
"M-maksudnya apa?!""Iya, kamu lupa Liani? Jatmo ini udah nitipin benih didalam rahim mu.
Siapa yang tau kalo beberapa bulan lagi kamu bakal beneran mengandung anak kita.
Dan coba tebak siapa yang bakal tanggung jawab? pasti saya dong,Seperti tersambar petir, Liani baru saja teringat akan kejadian yang baru saja menimpanya.
Ia bermasturbasi sebagai laki laki dan spermanya dibuat bukannya tertembak keluar malah tertembak sendiri kedalam rahimnya.
Secara otomatis benih benih itu akan mengisi rahimnya yang kosong.
Bahkan ia tidak ingat saat ini tengah dalam masa subur atau tidak.
"PAK TUA BIADAB!""Dan yang ke"DIAAAM!"Tanpa berucap, pak tua Jatmo itupun lagi lagi memegang telapak tangan Liani dengan lengannya yang sama sama terikat masing masing dengan gelangnya.
Sentuhan itupun lagi lagi membuat tangan Jatmo dan Liani menjadi satu.
"EE-EEKHHH! AAKKHH!"Tidak seperti pertama kali, Memlalui tangannya yang menyatu, Jatmo pun langsung kembali masuk kedalam tubuh Liani dengan mudah, membuat gadis malang itu kembali tersentak dan tubuhnya lagi lagi berubah kembali sama seperti sebelumnya.
"AEEKKHHH! BAJINGAAN... Ahhahaa.. nggak bukan saya yang bajingan, kamu yang bajingan.
Membiarkan saya dipukuli orang pada waktu itu.
Dan sekarang kamu harus menanggung dosamu sendiri.
" Ucap Liani yang tubuhnya kini kembali menyatu dengan Jatmo.
Dari kaca itu, ekspresi wajah Liani yang penuh amarah malah berubah menjadi eskpresi wajah jahat dan sadis.
Liani kembali dalam keadaan dirasuki oleh Jatmo.
Dan setelah berucap itu, Jatmo pun kembali keluar dari tubuh Liani.
"Uaakkghh Liani merintih kembali.
"Nah sekarang kamu udah tau kan posisi kamu gimana? Maka dengan begitu kamu harus melayani Jatmo ini jika saya ingin meminjam tubuh kamu.
Beruntunglah kalo saya nggak merasuk dalam tubuhmu untuk selamanya nak Liani.
Liani hanya terperunduk setelah mendengar ucapan Jatmo itu.
Sementara Jatmo pun telah pergi meninggalkan gadis malang itu.
Diri Liani begitu menyesal atas perbuatannya pada kejadian pengeroyokan itu.
Sebenarnya Liani tidak bermaksut mencelakai Jatmo.
Namun semuanya sudah terlanjur, amukan masa telah membuat Liani tidak memiliki keberanian untuk menghalat Jatmo yang dikeroyok.
Sekarang hidup Liani menjadi sial.
Dirinya kini berada dibawah ancaman Jatmo, dan mulai besok dia terpaksa memberikan tubuhnya sewaktu waktu jatmo memerlukannya.
Akibat ketakutan Liani sendiri lah yang telah membuat Jatmo berubah menjadi orang jahat.
Sumber:Internet