. 5 Hari telah berlalu setelah kejadian tersebut.
Hampir setiap hari Liani dipaksa untuk menuntaskan nafsu birahi Jatmo melalui masturbasinya sebagai laki laki.
Perlahan Liani juga semakin terbiasa dengan masuknya tubuh pak tua itu kedalam badannya.
Tidak ada yang tau dengan keadaan yang menimpa liani.
Pasalnya, mana mungkin bisa ada orang yang percaya dengan cerita Liani tersebut.
Ditambah, Jatmo juga telah mengancam Liani agar tetap merahasiakan hal ini dari siapapun.
Karena kalau tidak, dapat memungkinkan ketika Jatmo mengendalikan tubuh Liani, kemudian mengancam badan mereka pada sesuatu yang berbahaya.
Nasib malang Liani terpaksa menjadi bulan bulanan Jatmo.
Tubuhnya setiap waktu bahkan pernah ada momen dimana Jatmo semalaman penuh ingin merasakan bersifat dan beraktivitas seperti Liani yang asli.
Jatmo sebenarnya juga merupakan orang yang cukup berhati hati.
Meskipun dirinya dapat mengambil kesempatan untuk menguasai tubuh Liani selamanya, tapi baginya itu tidak perlu, karena kepuasan saat ini bagi Jatmo adalah dapat bermasturbasi dengan tubuh perempuan sudah cukup.
Maka setiap kali Liani pulang dari sekolah, turun dari busnya, mereka berdua pun langsung masuk kedalam toilet umum tempat awal kejadian dan menyatukan tubuh mereka seperti biasanya.
Setelah itu, Liani pun melanjutkan perjalanannya untuk pulang kerumah dengan membawa sosok pak tua yang tengah menikmati bersemayam didalam tubuhnya.
Tidak jarang dalam perjalanan, kemaluan Jatmo tiba tiba mengeras dan menjembul dibalik rok sekolah Liani.
Maka dengan cepat Liani terpaksa melepaskan jaketnya dan mengikat jaket tersebut pada pinggulnya untuk menutupi jembulan kemaluan orang dewasa yang ada dibalik rok nya itu.
Sesampainya dirumah, merekapun lagi lagi melakukan masturbasi sama hal nya yang pertama kali dilakukan.
Gerakan Liani pun terasa semakin erotis.
Mungkin karena Liani yang sudah semakin terbiasa dengan aksi tersebut membuat dirinya juga ikut terbuai dalam kenikmatan birahi yang di incar oleh Jatmo.
Terkadang tidak sekali kejadian sambil tangan kanannya dibawah kendali Jatmo, mengocok batang kemaluannya.
Tangan kiri dibawah kendali Liani meremasi dadanya sendiri.
Desahan demi desahan muncul bergantian dari dalam mulutnya, antara Jatmo yang begitu kenikmatan dengan Liani yang mulai belajar untuk menikmati adegan tersebut.
Setelah Jatmo telah berhasil menuntaskan nafsu birahinya, iapun kemudian keluar dari tubuh Liani dan kembali pulang beraktivitas seperti biasa.
Namun nampaknya hari ini berbeda, Jatmo sepertinya tidak menunjukan ingin keluar dari tubuh Liani setelah melakukan aksi masturbasi itu.
"Pak, udah ya buat hari ini, tolong keluar dari badan Liani dong...." Kata Liani sambil menghadap cerminnya.
"Anu neng... saya mau malem ini ngerasain hidup sebagai neng Liani sendiri.
" Mulut Liani membalas dengan sendirinya dari cermin itu.
"Hah? maksudnya gimana?""Iya, hidup saya kalo setelah pulang nggak ada apa apanya.
Kenapa saya ngga belajar buat hidup sebagai neng Liani aja.
""HAH? MANA BISA BEGITU PAK! NANTI KALO TITIT BAPAK NGACENG DARI SELANGKANGAN LIANI_""Selangkangan kita.
" Koreksi Jatmo.
"I-iya maksudnya selangkangan ki dan ketahuan sama orang tua Liani, gimana Pak?!""Oh masalah itu, tenang aja sayang.
Saya udah mempelajari cara baru...""E-EH??"Tiba tiba tangan Liani bergerak dibawah kendali Jatmo.
Tangan halusnya itu diantarkan pada batang kemaluan Jatmo yang sudah melemah setelah aksi onani sebelumnya.
Ketika tangannya menggenggam batang kemaluan itu, secara pelan tanganya kemudian mendorong kemalan itu hingga tenggelam masuk kedalam badan Liani.
Sumber:Internet