. TREEEENG!~Terdengar suara bel sekolah menandakan telah dimulainya jam pelajaran bagi para anak SMA sekolahan tersebut.
Sekolah itu tidak lain adalah sekolah tempat dimana Liani menutut ilmunya disana.
Pagi itu tepat didepan koridor, Liani berjalan dengan wajah penuh percaya diri dan yakin.
Tidak sedikit setiap para siswa memandang dirinya ketika lewat.
Aroma wangi tubuh Liani tercium sangat menyengat, tidak seperti biasanya.
Namun yang menarik pandangan para siswa bukanlah aroma tersebut, melainkan cara berpakaian Liani yang sangat berbeda dari dirinya yang kemarin.
Apa yang terjadi pada Liani pagi itu?Pagi itu kondisi tubuh Liani terasa sangat berat untuk bangun menyambut harinya.
Dirinya tidak menyangka kemaren malam adalah momen yang cukup menggelikan dan memalukan baginya.
Dimana dirinya sama sekali tidak menunjukan kesopanan dan adab ketika makan bersama ayah dan ibunya.
Jam diponselnya menunjukan sudah pukul 07.
00 yang menandakan dia akan terlambat untuk bangun sekolah.
"Duuh... kesianganMasih dalam perasaan suasana tidak nyaman atas tubuhnya itu.
Liani mengamati pegelangan tangannya.
Ketika dirinya melihat itu, ekspresi wajahnya semakin kusam dan murung.
Karena ternyata Jatmo masih berada didalam tubuhnya.
Tentu Liani merasa aneh, dirinya tidak menyangka bahwa sekarang ia tengah berbagi tubuh dengan sosok pemulung tua.
Kepala dan tubuhnya pagi itu terasa lebih berat dari biasanya.
Namun karena dirinya juga mempunyai energi yang setara dua manusia yang mungkin berkat penyatuan itu juga, membuat dirinya tidak begitu merasakannya.
Mungkin karena Jatmo masih tertidur didalam badannya, Liani dapat dengan mudah menjaga keseimbangan tubuhnya itu.
Hanya saja dirinya terasa sedikit berat dari sebelumnya.
Gadis itupun melihat sosok nya sendiri dibalik cermin.
Mungkin sebagian orang tidak akan sadar terhadap perubahan tubuhnya.
Kala pagi itu ia melihat cermin hanya mengenakan kaos dan celana pendek.
Sangat dapat ia rasakan perubahan tubuhnya agak sedikit membesar dari sebelumnya.
Celana pendek yang biasa ia kenakan longgar kini menjadi ketat, begitu pula dengan bagian atasan kaos longgarnya yang kini nampak menggantung membuat pusarnya seperti mengintip dari celah bukaan itu.
"Sampe kapan Gumam Liani.
Sempat dirinya terus mengamati perubahan tubuhnya sedemikian rupa.
Ia berpaling, memutar dan melihat bagian bagian belakang tubuhnya.
Ia juga baru sadar pada bagian dada dan bokongnya sedikit lebih tumbuh membesar dari biasanya.
"Liani cantik juga ternyata Kata Gadis itu berucap.
Reflek mendengar bibirnya berucap sendiri, ia langung menutup mulutnya.
Maka tidak salah lagi bahwa ternayta itu adalah Jatmo yang telah terbangun didalam badannya.
"Eh kok Liani nutup mulut Liani sendiri sih.
Kan Liani emang can abang stop Pak! bapak ngagetin aja!" Liani berucap dan merespon ucapannya sendiri.
Lagi lagi ia merasa tubuhnya seperti mulai dikontrol sosok lain dari dalam itu.
Tangannya yang awalnya menutup mulutnya mulai terangkat dan meregang.
Tentu saja itu perbuatan Jatmo yang mengendalikan tubuhnya.
" Liani ini ngerasa enak banget tidur diatas kasur.
ini semua karena Liani kasian sih sama pak Jatmo yang dulu ngegempel, jadi Liani mempersilahkan pak Jatmo buat berbagi badan sama Liani biar bisa ngerasain hidup normal..... ENGGA! ITU KATA BAPAK YA! BUKAN KATA SAYA!"Jatmo nampak terus menerus bertingkah seakan Liani berucap sebagai orang yang bersimpati terhadap dirinya.
Hal itu bagi Jatmo mengundang sensasi sensasi geli yang merangsang didalam dirinya.
Sumber:Internet