. Putri terlihat sedikit salah tingkah saat aku bertanya seperti itu.
Mungkin dia nggak nyangka kalau aku bakalan nanya kaya gitu.
Aduh.
keceplosan ni.
Gimana ni? Aku belum pernah ngamar sih sama cowok laen, tapi aku tahu yg gituan gara-gara baca novel-novel dewasa di wattpad.
Gimana nih ngejelasinnya ntar Ayang makin curiga kalau aku nggak jawab.
"Nggak ada Yang, Putri belum pernah ngamar kok.
Ayang kok nggak percaya sih sama Putri?" jawab Putri dengan suara pelan.
Aku yang tadinya marah, kini tertawa dalam hati.
Ternyata cewek manis bin mesum ini setia juga sama cowok brengsek kayak aku.
Eh, tiba-tiba aku tersadar.
Bukankah dengan kemampuan kalung Janaka ini aku bisa dengan mudah tahu kalau cewekku selingkuh atau setia.
Anjirr.
Baru sekarang aku nyadar fungsi penting si Kalung.
Kalau begitu, bukankah itu artinya aku bisa dapetin istri yang terbaik.
Dan langsung tahu kalau dia ternyata selingkuh.
Wtf, enak bener Njir.
Masalah yang mungkin menghantui sebagian besar pasangan pacaran atau menikah nggak bakalan pernah kuhadapi.
Rasa ketidakpercayaan antar pasangan juga nggak bakalan kualami.
Aku nggak akan ngerasain rasanya dikhianati.
Kan bakalan tahu duluan sifat tu cewek waktu pedekate.
Tukang obral memek nggak dia atau cewek yang setia? Tiba-tiba saja semua terasa lebih cerah bagiku.
Pantesan kata Bapak, sebagian leluhur ada yang nganggep kalung ini anugerah.
Mereka pasti berpikiran sama sepertiku.
Aku kembali teringat ke cewek manis yang masih salah tingkah di depanku ini.
Aku tertawa dalam hati dan ingin segera memeluknya, tapi kan tadi dah terlanjur nunjukkin ekspresi marah.
Nggak lucu dong kalau aku langsung ngegucel dia.
Niat jahil kembali muncul untuk mainin perasaan Putri.
"Bullshit, kalau kamu emang setia, mana tahu soal ngamar-ngamar begituan.
Aku nggak pernah ngamar sama kamu, jadi pastinya bukan sama aku," kataku dengan ekspresi datar.
Tubuh Putri langsung bergetar ketika mendengar kata-kataku.
"Ayaaaaangggg.
Kok tega sih nuduh Putri selingkuh?" jerit si Putri dan dia pun mulai mewek lagi.
Ya Tuhan, kok jadi gini sih? Kok malah bertengkar sih kita? Putri mencoba memelukku, tapi aku langsung menepisnya dengan ekspresi jijik.
Pura-pura coy, biar makin 'kena' si Putri.
Putri menangis makin keras saat aku menepisnya.
"Ayang, please.
Sumpah demi Tuhan, Putri nggak pernah nyelingkuhin Ayang," kata si Putri di sela-sela tangisnya.
Aku sedikit kaget.
Njir dah bawa-bawa nama Tuhan ni cewek.
Udahin nggak ya? Aku mulai bimbang.
Ketika sedang bimbang dan berpikir untuk menyudahi acaraku ngerjain si Putri.
Tiba-tiba aja tu cewek berdiri dan berlari ke dapur, sambil masih tetap menangis.
Aku sedikit bingung sih ngelihat dia, tak lama kemudian, Putri balik lagi ke kamarku sambil membawa pisau dapur dan ditempelin ke tangannya.
"Kalau Ayang nggak percaya sama Putri, biar aja Putri bunuh diri sekarang," kata si Putri.
Tega bener sih Ayang nuduh aku selingkuh.
Biar aja aku mati sekalian.
Toh kekasihku sendiri nggak percaya sama aku.
Wtf, aku langsung meloncat berdiri dan merebut pisau dari tangan si Putri.
Cewek lemah macam dia, mana bisa sih nahan pisau dari rebutan tanganku.
Ketika pisau sudah kuamankan, aku menarik napas lega.
Hampir aja kebablasan becandanya.
"Kamu tu gila ya Put?" kataku sambil mendelik ke arahnya.
Sumber:Internet