Gelap

Life Of An 2nd 3

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Life Of An 2nd 3

. Seraut wajah cantik tapi terlihat letih dan kusut terlihat di layar hpku.
Ya iyalah, masak hp orang sih.
Putri.
Ngelihat mukanya yang jelas banget kecapekan trenyuh juga jadinya.
"Put, kan aku dah bilang jangan dipaksain, kamu sakit ya?" tanyaku.
"Nggak, Putri sehat kok," jawab Si Cantik.
Ni anak mau ngibulin siapa sih? "Emangnya asistensi apaan? Baru juga semester 5," tanyaku.
"Untuk persiapan kerja praktek nanti Yang.
Liburan semester 5," katanya.
"Pokoknya jangan dipaksain deh.
Kalau capek, minggu depan aja pulangnya, minggu ini nggak usah," kataku.
"Ummmm.
Nanti Putri pikir-pikir dulu," jawab si Putri.
"Kok pake mikir-mikir segala?" tanyaku.
Muka Putri jadi berubah aneh.
"Minggu depan keknya Putri dapet Yang.
Makanya minggu ini harus pulang," jawabnya pelan.
Sempakkk.
"Mbak Ira mana?" tanya Putri.
"Ni," aku memberikan hpku ke Ira.
"Napa Put?" tanya Ira.
"Sisain buat Putri ya Ra?" kata Si Putri sambil tersenyum jahil.
Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala saja.
***** "Mas..." Terdengar suara pelan si Ira sambil memegangi lenganku.
Aku? Pura-pura tertidur saat Ira asyik ngobrol sama Putri tadi.
"Mas..." Panggil Ira lagi, kali ini sambil menggoyangkan lenganku.
"Hmmmm?" tanyaku sambil pura-pura menggeliat.
"Bangun dong Mas," kata si Ira.
Aku tetap bertahan dan berpura-pura kembali tertidur.
"Ihhhhh," sungut si Kalem saat melihatku kembali memejamkan mata.
Aku membuka mata sedikit dan melirik si Kalem yang memonyongkan bibirnya.
Nggemesin banget ekspresinya.
"Katanya tadi pengen punya Aan sama Ira kecil?" bisik Ira di telingaku.
Wkwkwkwkwk.
Istriku lagi pengen.
Tapi otak jahil di kepala emang pengen masih ngerjain dia, jadi aku diem saja.
Tiba-tiba, aku merasakan sentuhan di juniorku yang masih tertutup celana.
Ira ternyata megang adek kecilku.
Dan Ira tertawa kecil sambil melumat telingaku.
"Pura-pura tidur ya? Lihat ni, tegang gini kok," kata Ira sambil meremas kontolku.
Aku meringis, bukan kesakitan, keenakan lah.
"Jahil bener sih Mas, bikin Ira merengek minta jatah," desah Ira lirih.
Aku membuka mata dan menatap wajah sayu Ira yang mupeng banget.
"Emang napa?" godaku.
"Ira malu Mas," jawabnya.
"Kok malu, kita kan dah married, udah haknya Ira tu minta dinafkahin," jawabku.
"Iya.
Tapi tetep aja Ira malu.
Tega bener sih Mas," bisiknya.
Tanganku lalu meraba nenen Ira dan menemukan putingnya dah nonjol dan agak keras.
"Mmmmmmm," Ira menggigit bibirnya sendiri pelan.
Tanganku lalu pelan-pelan memainkan puting nenen Ira dan memelintirnya pelan.
Makin keras lah tu.
"Massssss," desahnya sambil memejamkan mata dan merapatkan tubuhnya.
Tangan Ira masih tak berhenti memainkan kontolku.
Kali ini nggak meremas lagi, tapi tangannya masuk ke dalam celana pendekku dan mulai mengocoknya pelan.
Aku melepaskan putingnya dan menyibakkan rambut panjang Ira yang jatuh ke lehernya.
Lalu bibirku mendekat ke arah lehernya yang bersih dan menciumnya pelan.
Ngasih tanda hak milik dulu ke lehernya.
Tangan Ira melepaskan kontolku dan memegang bagian belakang kepalaku ketika aku mulai menciumi dan menggigit pelan lehernya.
"Jangan teriak lagi kek minggu lalu ya?" bisikku pelan setelah puas nyipok lehernya di beberapa tempat.
"Hu um," jawab Ira sambil membuka mata dan menganggukkan kepalanya.
Aku lalu berlutut diatas ranjang dan membuka bajuku.
Ira berbaring saja dengan tubuh sedikit bergetar menahan gairah.
Aku lalu melepas gamis si Kalem dan membuatnya berlutut sama sepertiku.
Kami berdua saling menatap di atas ranjang.
Ira sudah telanjang tapi masih memakai daleman, aku cuma memakai celana pendekku saja.
Aku lalu meraih punggung Ira dan melepaskan pengait bra miliknya.
Buah dada yang ukurannya tak sebesar punya Putri tapi kencang dan ranum itu kini terlihat jelas di depanku.
Aku meremas kedua nenennya dengan kedua tanganku lalu maju dan mulai menghisap payudara kanan Ira.
Si Kalem memejamkan mata dan kembali memegang leherku.
Sedikit menekan kedepan dan aku membiarkannya saja.
Setelah puas mengenyot nenen Ira yang jelas belum keluar ais susunya.
Aku mulai menggigiti bagian pangkalnya pelan.
Meninggalkan bekas merah di sana-sini dan membuat Ira menggelinjang kegelian.
"Mmmmmhhhhhhh," Tangan Ira yang tadinya memegang kepalaku turun ke bawah dan berniat membuka celana pendekku.
Dan stop dulu disini, nanti ceritanya dilanjut lagi.

Sumber:Internet